• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

Plafon Utang AS akan Dinaikkan, Bila Ingin Terhindar dari Efek Domino Pasar Keuangan Global

Menurut Ashmore, bulan-bulan mendatang ini Pemerintah AS menghadapi berbagai tenggat waktu, khususnya terkait anggaran.

by Sandy Romualdus
1 Oktober 2021 - 10:08
11
VIEWS
Plafon Utang AS akan Dinaikkan, Bila Ingin Terhindar dari Efek Domino Pasar Keuangan Global
0
SHARES
11
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id – PT Ashmore Asset Management mencatat beberapa peristiwa penting yang mempengaruhi pergerakan modal di bursa saham global dan regional. Berikut pandangan Ashmore dalam Weekly Commentary , Jumat, 1 Oktober 2021.

Hingga akhir pekan ini pemberian vaksinasi Covid telah mencapai 6,24 miliar dosis mewakili 2,64 miliar populasi, atau 33,9% jumlah penduduk global. Indonesia telah memberikan 140 juta dosis untuk 50 juta yang divaksinasi lengkap, atau 18,6% dari total populasi.

  • Baca juga: Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

Indeks PMI Manufaktur Caixin China naik menjadi 50,0 pada September 2021, dari 49,2 pada bulan sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan 49,5. Pesanan baru naik untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Tingkat pembelian kembali mencatatkan pertumbuhan, sementara output turun pada tingkat yang lebih rendah.

BERITA TERKAIT

Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Sementara harga batubara melanjutkan reli, mencapai rekor baru – tertinggi dalam setidaknya satu dekade. Di ICE Newcastle, 30 September, batu bara diperdagangkan USD206,25 per metrik ton, naik 1,63 persen dari penutupan sebelumnya.

Inflasi tahunan Indonesia naik tipis menjadi 1,60 persen pada September 2021, tetapi sedikit di bawah perkiraan 1,69 persen. Ini adalah tingkat inflasi tertinggi sejak Mei.

Salah satu peristiwa penting yang banyak mendapat perhatian sepanjang pekan lalu adalah perdebatan para wakil rakyat di AS dalam menetapkan anggaran demi menghindari risiko government shutdown dan default kredit AS.

Debat Kongres AS

Menurut Ashmore, bulan-bulan mendatang ini Pemerintah AS menghadapi berbagai tenggat waktu, khususnya terkait anggaran.

Pertama, ada masalah pendanaan Pemerintah yang jika tidak diselesaikan akan berakhir dengan penutupan Pemerintah (government shutdown). Ini telah terjadi beberapa kali di masa lalu. Hingga Jumat lalu, masalah ini telah diselesaikan dengan persetujuan Kongres.

  • Baca juga: Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Kedua, masalah plafon utang. Masalah ini juga disoroti oleh Menteri Keuangan Janet Yellen, karena biasanya keputusan untuk menaikkan pagu utang dilakukan lebih awal dan tidak sampai menit terakhir.

Ashmore mencatat, sejak berdirinya AS selalu terlilit utang, yang awalnya untuk membiayai dirinya sendiri pasca Perang Revolusi. Plafon utang tingkat utang maksimum yang memungkinkan dapat dipinjam pemerintah Federal. Plafon utang telah dinaikkan berkali-kali sebelumnya oleh kedua belah pihak (Demokrat dan Republik), dan biasanya bukan merupakan titik pertengkaran utama.

“Namun mungkin sekarang karena pengeluaran besar yang direncanakan oleh partai Demokrat, kemungkinan besar akan ditentang oleh Partai Republik. Batas waktu untuk ini adalah 18 Oktober,” tulis Ashmore.

Apa yang terjadi jika plafon utang tidak dinaikkan? Secara keseluruhan, Ashmore berpendapat, sebagian besar skenario dasar strategi dan ekspektasi pasar telah menetapkan bahwa plafon utang akan dinaikkan. Jika tidak, maka akan menimbulkan efek domino di pasar keuangan global. Terutama karena AS selalu dianggap sebagai tempat yang aman, termasuk treasury bill -nya.

“Jika pagu utang tidak dinaikkan, ada potensi porsi utang yang tidak akan dibayar atau wanprestasi. Peringkat kredit untuk AS juga akan berada di bawah pengawasan dan tekanan pada prospeknya. Sederhananya, pasar memandang ini sebagai keharusan bagi AS untuk menaikkan plafon utangnya,” papar Ashmore.

Apa dampak dari kenaikan plafon utang? Ashmore menyebutkan, tekanan kenaikan pada imbal hasil, dan penurunan US Treasury akan menjadi hal yang paling mendesak. Peningkatan pagu utang, berarti Pemerintah akan memiliki ruang untuk meningkatkan pasokan utangnya. Jika dikombinasikan dengan rencana The Fed untuk perlahan-lahan melepaskan tapering , dapat mengakibatkan beberapa tekanan sesaat pada imbal hasil.

“Namun, kami juga berpandangan bahwa ada batasan imbal hasil dalam jangka menengah. Seperti yang telah kita diskusikan sepanjang tahun ini, peningkatan imbal hasil secara bersamaan akan merusak kemampuan AS untuk membayar bunganya atas pengeluaran infrastruktur utamanya,” ungkap Ashmore.

  • Baca juga: IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Secara keseluruhan, menurut Ashmore, kemungkinan kita melihat pergerakan di pasar obligasi negara yang lebih fluktuatif yang bisa berdampak pada obligasi Emerging Market . Ashmore mengakui saat ini tengah meningkatkan aset tunai dan mengurangi obligasi dengan durasi berjangka panjang untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul dari kebijakan AS.

“Dengan banyaknya indikator yang menunjukkan pertumbuhan dan ekspektasi inflasi yang meningkat, kami merekomendasikan untuk menyeimbangkan kembali kelompok aset ke ke sisi ekuitas,” tutup Ashmore.***

Tags: Pasar Keuangan GlobalUtang AS
 
 
 
 
 
Previous Post

Menkominfo Sebut Fintech Jadi Pendorong Ekonomi

Next Post

LPS-MA RI Gelar Sosialisasi dan FGD Kepada Para Hakim di Wilayah Pengadilan Tinggi DIY dan PTUN DIY

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

IMF: 2015 Ekonomi RI Tumbuh 5,25%, Inflasi 3-5%

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:55

IMF memperingatkan tingginya utang pemerintah dan defisit anggaran membatasi ruang fiskal negara di tengah tekanan harga energi, suku bunga, dan...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:49

Korea Selatan menyelidiki pembobolan data 68.000 nasabah di tujuh bank terkemuka akibat serangan siber otomatis berbasis Artex AI. Stabilitas.id - Pemerintah...

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:11

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III/2026 ditopang ekspor dan investasi, memicu ADB merevisi proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 7,8...

Setahun Berjalan, Bullion Bank Pegadaian dan BSI Himpun 153 Ton Emas

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

by Stella Gracia
23 September 2026 - 10:36

Tiongkok membukukan rekor impor emas melampaui 1.000 ton senilai Rp2.811 triliun. Manuver ini menjadi langkah mitigasi risiko seiring kolapsnya properti...

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:49

IMF membunyikan alarm terkait rasio utang publik global yang akan melampaui 100% PDB pada 2029. Investor mulai rekalibrasi portofolio menjauhi...

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

by Stella Gracia
18 September 2026 - 18:14

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,00 persen demi menekan inflasi, mengabaikan kritik dan desakan Presiden Donald...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Strategi 3S, Kopdit Pintu Air Perkuat Jaringan di Jawa Barat

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
LPS Turunkan Kembali Tingkat Bunga Penjaminan Rupiah

LPS-MA RI Gelar Sosialisasi dan FGD Kepada Para Hakim di Wilayah Pengadilan Tinggi DIY dan PTUN DIY

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance