PT Pegadaian dan PIP menyalurkan 50 unit becak listrik (Bekalista) senilai Rp 1,4 miliar di Yogyakarta untuk mendukung wisata hijau dan UMKM.
Stabilitas.id – PT Pegadaian (Persero) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) memperkuat komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran 50 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) senilai Rp 1,4 miliar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program ini ditujukan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata ramah lingkungan (green tourism), sekaligus menjaga kelestarian budaya dan taraf hidup para pengemudi becak tradisional di kawasan ikonik Yogyakarta.
Atas inisiatif kolaboratif tersebut, Pegadaian menerima penghargaan dan apresiasi dari Menteri Keuangan RI yang diserahkan secara simbolis berupa miniatur becak listrik kepada Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, di Sasana Hinggil Kraton Yogyakarta.
BERITA TERKAIT
Penyaluran Bekalista bertepatan dengan langkah Pemerintah Provinsi DIY yang tengah memperluas kawasan rendah emisi (low emission zone) serta zona pejalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro hingga Jalan Margo Mulya. Penataan ini merupakan bagian dari kewajiban pengelolaan kawasan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Kebijakan tersebut diiringi dengan pembatasan operasional becak motor (bentor) berbahan bakar fosil dan menggantikannya dengan opsi yang lebih bersih, seperti becak kayuh bantuan tenaga listrik.
Adapun desain 50 unit Bekalista bantuan Pegadaian telah disesuaikan dengan pakem cagar budaya sesuai Peraturan Daerah Provinsi DIY Nomor 5 Tahun 2016.
Pemberdayaan UMKM dan Komitmen ESG
Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada reduksi emisi karbon, tetapi juga memastikan perlindungan mata pencaharian bagi pelaku usaha mikro di sektor transportasi tradisional.
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian Pegadaian terhadap pilar lingkungan dan ekonomi masyarakat. Melalui bantuan Bekalista ini, kami tidak hanya ingin menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Yogyakarta, tetapi juga memastikan para pelaku UMKM di sektor transportasi tradisional tetap memiliki mata pencaharian yang layak, lebih hemat energi, dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Tribuana.
Inisiatif ini sejalan dengan kerangka kerja Environmental, Social, & Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Ke depan, Pegadaian berharap ekosistem Bekalista di Yogyakarta dapat menjadi percontohan (pilot project) bagi kota-kota wisata berbasis budaya lainnya di Indonesia dalam menerapkan transportasi hijau yang inklusif. ***

















