Stabilitas.id – Emiten pertambangan batu bara anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), resmi mengantongi restu pemegang saham untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp1,32 triliun dari hasil kinerja tahun buku 2025.
Alokasi pembayaran tersebut mencerminkan rasio pembagian dividen (dividend payout ratio) sebesar 45% dari total laba bersih perseroan di sepanjang 2025 yang tercatat senilai Rp2,93 triliun. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara elektronik, Kamis (11/6/2026).
Corporate Secretary PTBA Eko Prayitno memaparkan, sisa laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp1,61 triliun atau setara 55% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan (retained earnings). Keputusan memarkir mayoritas laba ini diambil demi memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus mendukung keberlanjutan pengembangan usaha ke depan.
“Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, PTBA terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batu bara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” urai Eko dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (12/6/2026).
Penjualan Ekspor Tembus 5 Negara Utama
Sepanjang tahun fiskal 2025, PTBA sukses membukukan total pendapatan jumbo senilai Rp42,65 triliun. Kinerja top-line perseroan ditopang secara seimbang oleh kontribusi pasar domestik yang mendominasi sebesar 54%, disusul oleh penetrasi pasar ekspor sebesar 46%.
Manajemen mencatat terdapat lima negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar bagi komoditas batu bara produksi PTBA, yaitu Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
Dari sisi neraca keuangan, total aset PTBA per 31 Desember 2025 melonjak 5% secara tahunan menjadi Rp43,92 triliun, dibandingkan dengan realisasi akhir tahun 2024 yang senilai Rp14,79 triliun. Pertumbuhan pos aset ini terutama dipicu oleh kenaikan aset tidak lancar sebesar 12% atau setara dengan Rp3,12 triliun.
Selain mengesahkan laporan keuangan konsolidasian dan laporan program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK), RUPST juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Langkah ini dilakukan guna menyesuaikan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 berdasarkan Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 demi penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance/GCG).
Bambang Ismawan Jabat Dirut Baru
Momentum RUPST tahun buku 2025 ini juga menjadi panggung perombakan struktural di tubuh pengurus perseroan. Pemegang saham resmi menunjuk Bambang Ismawan sebagai Direktur Utama PTBA yang baru untuk memimpin ekspansi hilirisasi komoditas ke depan. Di posisi pengawas, jabatan Komisaris Utama kini resmi diamanahkan kepada Ida Bagus Putu Dunia.
Berikut adalah susunan terbaru Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) hasil keputusan RUPST 2026:
Dewan Komisaris:
-
Komisaris Utama: Ida Bagus Putu Dunia
-
Komisaris Independen: Dewi Hanggraeni
-
Komisaris Independen: Suko Hartono
-
Komisaris: Dalu Agung Darmawan
-
Komisaris: Zaelani
-
Komisaris: Ferial Martifauzi
-
Komisaris: Lana Saria
Dewan Direksi:
-
Direktur Utama: Bambang Ismawan
-
Direktur Operasi dan Produksi: Ilham Yacob
-
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Una Lindasari
-
Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Hennita Sitepu
-
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk: Turino Yulianto
-
Direktur Komersial dan Supply Chain: Mochammad Rifqi Hari Muji
***






.jpg)










