• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Life Style Kesehatan

Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

by Stella Gracia
28 November 2025 - 07:58
40
VIEWS
Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia
0
SHARES
40
VIEWS

Stabilitas.id — Stroke masih menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Data WHO 2020 mencatat lebih dari 357.000 kematian per tahun, atau sekitar 21% dari total kematian nasional, disebabkan oleh stroke. Artinya, 1 dari 5 kematian di Indonesia dipicu oleh serangan yang terjadi hanya dalam hitungan menit itu. Dengan tingkat kematian 178,3 per 100.000 penduduk, Indonesia menduduki peringkat ke-11 tertinggi di dunia.

Beban penyakit ini terus meningkat seiring minimnya deteksi dini dan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan gejala. Banyak pasien menganggap tanda awal stroke hanya sebagai efek kelelahan biasa—padahal keterlambatan beberapa menit saja dapat menghilangkan jutaan sel otak secara permanen.

  • Baca juga: Gandeng Plataran, BRI Dorong Pertumbuhan Sektor Sports and Wellness Tourism

“Setiap menit sangat berharga bagi pasien stroke. ‘Golden period’ di bawah 4,5 jam menentukan keberhasilan pemulihan,” jelas dr. Riski Amanda, Sp.N, FINA, Spesialis Neurologi Neurointervensi Primaya Hospital PGI Cikini.

BERITA TERKAIT

Gandeng Plataran, BRI Dorong Pertumbuhan Sektor Sports and Wellness Tourism

Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

Sambut Ramadan Lebih Seimbang, Blibli Hadirkan Pay Day Januari

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

Menurutnya, pasien yang tiba di rumah sakit dalam periode emas tersebut memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk pulih tanpa kecacatan berat. Stroke, kata dr. Riski, saat ini menjadi penyebab kecacatan tertinggi di dunia, bukan hanya di Indonesia.

Mengapa Stroke Begitu Mematikan

Stroke terjadi akibat terhentinya aliran darah ke otak—baik karena sumbatan (iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Tanpa suplai oksigen, sel otak mulai mati dalam beberapa menit.

Untuk kasus stroke iskemik, dokter dapat memberikan obat trombolitik untuk melarutkan bekuan atau melakukan trombektomi mekanik. Namun dua prosedur ini hanya efektif jika dilakukan dalam periode emas.

Kenali Tanda-Tanda Stroke: FAST

Primaya Hospital menekankan penggunaan metode FAST sebagai pertolongan pertama yang harus diketahui masyarakat:

F (Face): Wajah terkulai di salah satu sisi

A (Arms): Lengan tiba-tiba lemah atau tidak dapat diangkat

S (Speech): Bicara pelo atau sulit dimengerti

  • Baca juga: Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

T (Time): Waktu untuk segera membawa pasien ke IGD

“Kunci utamanya adalah jangan menunggu gejala memburuk. Datanglah segera ke IGD dengan fasilitas stroke center,” tegas dr. Riski.

Namun, gejala bisa muncul hanya dalam satu bentuk: pusing mendadak, penglihatan buram, atau lemah di satu sisi tubuh. Inilah yang sering membuat stroke terlambat ditangani.

Rehabilitasi Masih Panjang Tapi Menentukan

Serangan stroke bukan akhir pertarungan. Pemulihan membutuhkan proses panjang melalui fisioterapi, terapi wicara, dan terapi okupasi. Tujuan utamanya bukan hanya memulihkan fungsi otak, tetapi mengembalikan kemandirian pasien.

“Banyak pasien depresi karena merasa tak berguna. Padahal, dengan terapi berkelanjutan dan dukungan keluarga, mereka bisa kembali produktif,” lanjutnya.

Lawan Sebelum Datang: Deteksi Dini dan Pola Hidup

Faktor risiko paling umum stroke di Indonesia mayoritas bisa dicegah: Hipertensi, Kolesterol tinggi, Diabetes, Merokok, Obesitas, Kurang aktivitas fisik.

Pemeriksaan kesehatan rutin, terutama untuk usia di atas 40 tahun, dinilai sebagai garis pertahanan pertama. “Stroke bukan takdir, tapi akibat dari kebiasaan yang bisa diubah,” ujar dr. Riski. “Cukup dengan mengontrol tekanan darah, makan sehat, dan aktif bergerak, risiko stroke bisa turun drastis.”

Jangan Tunggu Lumpuh!

  • Baca juga: Sambut Ramadan Lebih Seimbang, Blibli Hadirkan Pay Day Januari

Stroke dikenal sebagai silent killer karena datang tanpa peringatan. Namun penyakit ini bisa dicegah jika dikenali lebih awal. Setiap detik menentukan nasib pasien—apakah pulih, cacat, atau berakhir fatal.

Jika Anda atau orang di sekitar menunjukkan tanda-tanda FAST, jangan menunda. Segera ke rumah sakit. ***

Tags: Diabetesdr Riski Amandafaktor risiko strokeFAST strokeGaya Hidup Sehatgejala strokegolden period strokehipertensiIGD stroke centerkematian akibat strokekolesterol tinggipencegahan strokepenyebab strokePrimaya Hospitalrehabilitasi strokesilent killerstroke hemoragikStroke Indonesiastroke iskemiktanda tanda strokeWHO
 
 
 
 
 
Previous Post

BI Apresiasi Kontribusi BNI dalam Gerakan Edukasi Pelindungan Konsumen

Next Post

Ratu Máxima Apresiasi Pemanfaatan QRIS, BI Tegaskan Komitmen Perkuat Financial Health

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

by Stella Gracia
19 Februari 2026 - 11:21

Stabilitas.id – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penanganan penyakit tidak menular, khususnya kanker. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memproyeksikan beban...

Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

by Stella Gracia
23 Januari 2026 - 16:29

Stabilitas.id — Sebagai orang tua, rasanya lega melihat anak aktif, ceria, dan berat badannya terlihat normal. Tapi tahukah Ayah dan Bunda,...

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

by Stella Gracia
31 Desember 2025 - 11:22

Stabilitas.id - Di tengah masih tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang menempati peringkat kedua kanker terbanyak pada perempuan dengan...

Diabetes, Mother of Diseases : Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

Diabetes, Mother of Diseases : Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

by Sandy Romualdus
19 November 2025 - 08:18

Stabilitas.id - Diabetes bukan sekadar penyakit gula darah tinggi. Lebih dari itu, kondisi ini menjadi akar dari banyak penyakit kronis...

BNI Perkuat Program Penurunan Stunting di NTT dan Banten

BNI Perkuat Program Penurunan Stunting di NTT dan Banten

by Sandy Romualdus
2 September 2025 - 18:40

JAKARTA, Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar serangkaian program intervensi gizi dan kesehatan sebagai aksi...

Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia

Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia

by Stella Gracia
13 Agustus 2025 - 07:16

JAKARTA, Stabilitas.id – Hepatitis, peradangan hati yang kerap tak bergejala di tahap awal, masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Ratu Máxima Apresiasi Pemanfaatan QRIS, BI Tegaskan Komitmen Perkuat Financial Health

Ratu Máxima Apresiasi Pemanfaatan QRIS, BI Tegaskan Komitmen Perkuat Financial Health

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance