• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Life Style Kesehatan

Diabetes, Mother of Diseases : Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

by Sandy Romualdus
19 November 2025 - 08:18
14
VIEWS
Diabetes, Mother of Diseases : Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

dr. Deasy Natalia Adriana, Sp. PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital PGI Cikini.

0
SHARES
14
VIEWS

Stabilitas.id – Diabetes bukan sekadar penyakit gula darah tinggi. Lebih dari itu, kondisi ini menjadi akar dari banyak penyakit kronis lain yang dapat menyerang berbagai organ tubuh. Tak heran jika diabetes dijuluki “mother of diseases” dimana bisa menjadi sumber dari berbagai komplikasi serius seperti stroke, kebutaan, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga luka kronis yang berisiko amputasi.

Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Primaya Hospital menegaskan kembali pentingnya edukasi, deteksi dini, dan perubahan gaya hidup sebagai langkah utama mencegah meningkatnya kasus diabetes di Indonesia.

  • Baca juga: Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Secara global, diperkirakan 1 dari 8 orang dewasa akan hidup dengan diabetes pada tahun 2050, atau sekitar 853 juta orang—meningkat 46% dari tahun ini. Di Asia Tenggara, Indonesia termasuk negara dengan angka diabetes yang tinggi. Lebih dari 20 juta orang di Indonesia hidup dengan diabetes melitus, dan jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 28,6 juta pada tahun 2045 jika tidak ada intervensi yang efektif.

BERITA TERKAIT

Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Di tahun 2022, tercatat 41.814 kasus diabetes tipe 1 di Indonesia, dengan 13.311 di antaranya berusia di bawah 20 tahun, menunjukkan bahwa diabetes kini juga mengancam generasi muda. Sementara itu, data IDF 2025 menyebutkan bahwa sekitar 90% penderita diabetes merupakan diabetes tipe 2, yang umumnya terkait dengan pola hidup tidak sehat.

“Diabetes bukan hanya soal gula, tapi penyakit yang menyerang pembuluh darah di seluruh tubuh. Kerusakan ini yang memicu komplikasi di berbagai organ,” jelas dr. Deasy Natalia Adriana, Sp. PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital PGI Cikini dalam siaran pers, dikutip Rabu (19/11/2025).

Apa Itu Diabetes dan Gejala

Diabetes sendiri merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin atau gangguan fungsi pankreas dalam memproduksi insulin. Hormon insulin berperan penting dalam mengatur metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, serta menjaga kadar gula darah tetap normal. Kondisi ini tidak hanya menyerang orang dewasa atau lanjut usia, tetapi juga dapat dialami oleh bayi, anak-anak, hingga remaja, terutama jika memiliki faktor genetik dari orang tua.

Gejala awal klasik diabetes yang perlu diwaspadai disingkat 3P yaitu Poliuria sering buang air kecil, Polidipsi (sering haus), Polifagi (sering lapar). Gejala ini muncul karena kadar gula darah yang tinggi membuat tubuh tidak dapat menggunakan glukosa dengan baik.

  • Baca juga: Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

Kasus pada Usia Muda Kian Meningkat

“Saya pernah menangani pasien berusia 27 tahun yang sudah mengidap diabetes tipe 2. Hal ini menunjukkan bahwa pola hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas, konsumsi tinggi gula dan lemak, serta stres, semakin mempercepat munculnya DMT2 pada usia muda. Ini perlu perhatian serius karena banyak remaja dan dewasa awal yang kini berisiko mengalami komplikasi di usia produktif,” ungkap dr. Deasy.

Pada usia muda, diabetes dapat muncul dalam beberapa tipe, mulai dari Diabetes Melitus Tipe 1 (DMT1) yang disebabkan faktor autoimun maupun idiopatik, Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yang dipengaruhi genetik dan gaya hidup, hingga diabetes tipe monogenik seperti MODY dan diabetes neonatal yang terkait kelainan gen tunggal. Kondisi ini menunjukkan bahwa diabetes dapat terjadi bukan hanya pada orang dewasa, tetapi juga pada anak dan remaja.

Menurutnya, faktor risiko diabetes dibagi dua, yaitu yang tidak bisa diubah (usia dan keturunan) serta yang bisa dikendalikan seperti berat badan, pola makan, merokok, hipertensi dan aktivitas fisik. Karena itu, edukasi dan deteksi dini menjadi langkah penting agar diabetes tidak berkembang menjadi komplikasi berat.

Skrining dan Pengendalian Diabetes

“Diabetes memang tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikontrol. Maka itu terdapat anjuran skrining dimana gejala dapat dideteksi sejak dini. Di Primaya Hospital, skrining dilakukan lewat pemeriksaan penyakit dalam, laboratorium, dan edukasi gaya hidup sehat untuk mencegah serta mengendalikan komplikasi jangka panjang.” tambah dr. Deasy.

  • Baca juga: Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

Diabetes memang tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya, namun resikonya dapat diminimalkan dengan pola hidup sehat. Caranya antara lain menjaga pola makan bergizi seimbang, mengontrol berat badan, rutin berolahraga minimal 150 menit per minggu tanpa jeda lebih dari dua hari, tidak merokok maupun mengonsumsi alkohol, serta rutin memantau kadar gula darah.

“Menjaga kesehatan bukan hanya tentang berobat saat sakit, tetapi menjaga keseimbangan tubuh melalui pola hidup sehat setiap hari sebagai investasi jangka panjang,” tutup dr. Deasy. ***

Tags: Diabetesdiabetes melitusMother of Diseasespenyakit gula
 
 
 
 
 
Previous Post

Mitra Tembus 1.800 Zak per Hari, SIG Catat Rekor Penjualan Retail di Bali

Next Post

DPR Soroti Kesiapan SDM Kopdes Merah Putih, Kemenkop Pastikan Program Berjalan Transparan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

by Stella Gracia
19 Februari 2026 - 11:21

Stabilitas.id – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penanganan penyakit tidak menular, khususnya kanker. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memproyeksikan beban...

Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

by Stella Gracia
23 Januari 2026 - 16:29

Stabilitas.id — Sebagai orang tua, rasanya lega melihat anak aktif, ceria, dan berat badannya terlihat normal. Tapi tahukah Ayah dan Bunda,...

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

by Stella Gracia
31 Desember 2025 - 11:22

Stabilitas.id - Di tengah masih tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang menempati peringkat kedua kanker terbanyak pada perempuan dengan...

Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

by Stella Gracia
28 November 2025 - 07:58

Stabilitas.id — Stroke masih menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Data WHO 2020 mencatat lebih dari 357.000 kematian per...

BNI Perkuat Program Penurunan Stunting di NTT dan Banten

BNI Perkuat Program Penurunan Stunting di NTT dan Banten

by Sandy Romualdus
2 September 2025 - 18:40

JAKARTA, Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar serangkaian program intervensi gizi dan kesehatan sebagai aksi...

Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia

Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia

by Stella Gracia
13 Agustus 2025 - 07:16

JAKARTA, Stabilitas.id – Hepatitis, peradangan hati yang kerap tak bergejala di tahap awal, masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
DPR Soroti Kesiapan SDM Kopdes Merah Putih, Kemenkop Pastikan Program Berjalan Transparan

DPR Soroti Kesiapan SDM Kopdes Merah Putih, Kemenkop Pastikan Program Berjalan Transparan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance