Stabilitas.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem olahraga nasional. Melalui kemitraan strategis dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), emiten bank pelat merah ini memfokuskan dukungan pada program pembinaan jangka panjang dan akselerasi regenerasi atlet muda di ajang bergengsi Indonesia Open 2026.
Turnamen berkategori BWF Super 1000 tersebut dioptimalkan sebagai panggung penguatan mental bertanding dan jam terbang bagi para pemain pelapis nasional saat berhadapan dengan pebulu tangkis elite dunia. Langkah ini dinilai strategis untuk mempertahankan rantai prestasi dan daya saing makro olahraga Indonesia di kancah global.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, keterlibatan aktif perseroan dalam menopang industri olahraga merupakan investasi penting dalam pembentukan talenta berkelas dunia. Pemberian kesempatan bagi para pemain muda bertanding di level tertinggi merupakan bagian dari upaya perseroan membangun sumber daya manusia yang kompetitif.
BERITA TERKAIT
“Sebagai bank nasional yang konsisten mendukung kemajuan olahraga Indonesia, BNI meyakini bahwa pengalaman bertanding di level tertinggi merupakan investasi penting dalam proses pembentukan atlet berkelas dunia. Kesempatan tersebut akan membantu atlet muda meningkatkan kepercayaan diri, memperkaya jam terbang internasional, serta memperkuat daya saing mereka di kancah global,” ujar Okki dalam keterangan resminya, Kamis (4/6/2026).
Menguji Kompetensi Talenta Muda Pelatnas
Salah satu wujud nyata dari strategi pembinaan ini adalah diterjunkannya pasangan ganda putra muda potensial, Devin Artha Wahyudi dan Ali Faathir Rayhan, dalam turnamen internasional tersebut.
Sebagai produk binaan jangka panjang Pelatnas PBSI, pasangan ini dinilai menunjukkan grafik performa yang menjanjikan sepanjang kalender kompetisi sebelumnya. Devin/Faathir tercatat sukses mengamankan gelar juara di ajang Toyota Thailand International Challenge 2025 dan Odisha Masters 2025 di India.
Selain itu, penetrasi performa mereka juga tecermin dari keberhasilan menembus babak semifinal pada sejumlah turnamen di bawah payung digital banking BNI, seperti wondr by BNI Indonesia International Challenge I 2025, wondr by BNI Indonesia Masters II 2025, serta turnamen luar negeri Astana International Challenge 2025 di Kazakhstan.
Investasi Berkelanjutan Ekosistem Olahraga
Okki menambahkan, rangkaian prestasi yang ditunjukkan oleh para pemain muda mengonfirmasi bahwa ekosistem pembinaan berjalan di jalur yang tepat (on track). Kendati demikian, kontinuitas prestasi menuntut adanya dukungan pembiayaan korporasi yang stabil dari hulu hingga ke hilir.
“Prestasi yang diraih Devin dan Faathir menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta. Yang dibutuhkan adalah kesempatan untuk berkembang, pengalaman bertanding yang memadai, serta dukungan yang konsisten dari seluruh ekosistem olahraga,” kata Okki.
Bagi BNI, dukungan terhadap PBSI bukan sekadar aktivitas sponsorship konvensional, melainkan penataan portofolio investasi sosial berkelanjutan yang diintegrasikan dengan upaya branding perseroan di pasar domestik maupun internasional. Melalui sinergi ini, BNI berkomitmen untuk terus mengawal penguatan infrastruktur kompetisi nasional demi melahirkan generasi juara dunia baru secara konsisten. ***






.jpg)









