Lintasarta meluncurkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) untuk sektor perbankan guna memastikan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur digital hingga kapasitas 1 Gbps.
Stabilitas.id – Lintasarta secara resmi memperkenalkan inovasi infrastruktur jaringan terbaru bertajuk Bandwidth on Demand (BWoD) untuk menjawab urgensi kelincahan kapasitas digital di sektor perbankan nasional. Terobosan ini dipaparkan dalam forum Lintasarta Executive Dialogue yang melibatkan pimpinan HIMBARA, PERBANAS, ASBANDA, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (10/9).
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menegaskan bahwa digitalisasi perbankan modern menuntut infrastruktur yang adaptif, bukan sekadar berkapasitas masif. Fluktuasi beban jaringan bank sangat dinamis, sering kali memuncak secara tajam pada momen spesifik seperti tutup buku (month-end/year-end closing), pemrosesan payroll, pemulihan bencana (disaster recovery), hingga peluncuran aplikasi baru.
Guna memfasilitasi kebutuhan yang agile dan persisten tersebut, solusi BWoD menghadirkan tiga kapabilitas fundamental bagi perbankan:
BERITA TERKAIT
High Bandwidth: Penyediaan kapasitas transmisi data level tinggi hingga menembus 1 Gbps pada wilayah dengan kesiapan teknis memadai.
Scale on Demand: Fleksibilitas bagi institusi untuk menaikkan (scale up) maupun menurunkan (scale down) kapasitas jaringan secara presisi sesuai beban operasional.
Self-Service: Penyesuaian kapasitas bandwidth dapat dieksekusi secara instan dan mandiri melalui Super Apps ULTIMA, memangkas birokrasi pemesanan manual dan instalasi infrastruktur baru.
Sistem ini digerakkan oleh Lintasarta Intelligent Core yang mengintegrasikan pelanggan, aplikasi ULTIMA, mesin pintar, hingga jaringan inti pendukung eksekusi real-time. Pendekatan otomasi ini memungkinkan bank beroperasi dengan infrastruktur yang tidak lagi kaku (fixed), melainkan sangat elastis terhadap perubahan.
Merespons inovasi ini, Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022-2026, Sophia Isabella Wattimena, menekankan bahwa kapabilitas infrastruktur memegang peranan esensial. Transformasi digital perbankan mutlak harus berjalan selaras dengan penguatan pilar keamanan, manajemen risiko, dan keandalan teknologi (resilience).
Pada tahap implementasi perdana di 2026, fasilitas BWoD telah beroperasi di 84 kota di Pulau Jawa. Lintasarta memproyeksikan perluasan cakupan secara bertahap menuju jangkauan nasional, mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis perbankan dalam menghadapi tuntutan ekonomi digital berkecepatan tinggi. ***

















