• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, September 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Suku Bunga Acuan BI 5,75%, BRI Pacu Penyaluran Kredit Berbasis Manajemen Risiko Granular

oleh Stella Gracia
1 September 2026 - 12:28
15
Dilihat
Laba Bersih BRI Group Tembus Rp 31,2 Triliun di Triwulan II-2026, Kredit UMKM Capai Rp 1.235,4 Triliun
0
Bagikan
15
Dilihat

Transaksi UMKM tetap ekspansif di tengah suku bunga BI 5,75%. BRI catatkan aset Rp 2.352 triliun & laba Rp 31,2 triliun berkat perbaikan kualitas aset.

Stabilitas.id – Penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 100 basis poin menjadi 5,75% pada kuartal II-2026 dipastikan tidak menyurutkan langkah ekspansi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tanah air. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat optimisme sektor usaha kerakyatan ini justru semakin menguat, yang tecermin dari kenaikan Indeks Bisnis UMKM dari level 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada kuartal I-2026.

  • Baca juga: Kualitas Aset Membaik, LDR dan CAR BRI Terjaga Solid di Paruh Pertama 2026

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa posisi indeks yang berada di atas ambang batas 100 menandakan bahwa pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase pertumbuhan aktif dan sangat optimistis memandang prospek usahanya. Hery menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers pemaparan kinerja keuangan perseroan yang digelar secara daring pada Senin (31/8/2026).

Menurut Hery, ketahanan dan optimisme yang ditunjukkan oleh pelaku UMKM berjalan selaras dengan kondisi fundamental industri perbankan nasional yang tetap solid. Hingga kuartal II-2026, penyaluran kredit industri perbankan nasional tumbuh 12,7% secara tahunan (year-on-year/yoy), diiringi dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,2% yoy. Dari sisi kualitas aset, rasio Loan at Risk (LAR) industri membaik turun dari 8,9% pada kuartal I-2026 menjadi 8,5% pada kuartal II-2026. Likuiditas industri juga terjaga longgar dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 88,3% serta imbal hasil aset (Return on Asset/ROA) yang kokoh di level 2,5%. Secara keseluruhan, industri perbankan Indonesia dinilai tetap kuat, resilient, serta menunjukkan intermediasi yang kian ekspansif.

BERITA TERKAIT

Kualitas Aset Membaik, LDR dan CAR BRI Terjaga Solid di Paruh Pertama 2026

Laba Bersih BRI Group Tembus Rp 31,2 Triliun di Triwulan II-2026, Kredit UMKM Capai Rp 1.235,4 Triliun

Potensi Remitansi Rp 48 Triliun, BRI Resmi Rilis Aplikasi Fintek Lintas Negara BRImo Taiwan

Implementasi POJK 19/2025, OJK dan Pemerintah Perluas Akses Kredit UMKM Tanpa Agunan Tambahan

  • Baca juga: Laba Bersih BRI Group Tembus Rp 31,2 Triliun di Triwulan II-2026, Kredit UMKM Capai Rp 1.235,4 Triliun

Guna merespons gairah sektor UMKM tersebut, BRI berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis mikro melalui eksekusi transformasi yang terukur. Namun, perseroan menegaskan tidak sekadar mengejar kuantitas penyerapan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, BRI membenahi proses bisnis di lini mikro serta memperkuat penerapan manajemen risiko secara lebih granular, sehingga ekspansi pembiayaan yang agresif selalu diiringi oleh perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan.

Strategi penajaman bisnis inti dan pendanaan ini langsung tercermin pada pencapaian kinerja keuangan BRI hingga semester I-2026. Total aset perseroan melesat 11,7% yoy menembus Rp 2.352 triliun, yang ditopang oleh penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp 1.646 triliun atau tumbuh 16,2% yoy. Di sisi pasiva, penghimpunan DPK meningkat 6,7% yoy menjadi Rp 1.581 triliun.

Kombinasi ekspansi kredit dan efisiensi pendanaan sukses mengerek pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) BRI sebesar 9,9% yoy menjadi Rp 80,5 triliun. Laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) turut naik 12,8% yoy menjadi Rp 65,7 triliun, yang pada akhirnya mendorong perolehan laba bersih BRI tumbuh 17,5% yoy menjadi Rp 31,2 triliun pada semester I-2026.

  • Baca juga: Potensi Remitansi Rp 48 Triliun, BRI Resmi Rilis Aplikasi Fintek Lintas Negara BRImo Taiwan

Peningkatan profitabilitas ini diimbangi oleh efisiensi struktur biaya. Peningkatan porsi dana murah berhasil menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF) secara bank only dari 3,0% pada kuartal II-2025 menjadi 2,4% pada kuartal II-2026. Rasio efisiensi operasional (Cost to Income Ratio/CIR) membaik dari 41,9% menjadi 39,2%. Sementara dari pilar kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) berhasil diturunkan dari 3,0% menjadi 2,9%, dan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) membaik dari 3,4% ke level 3,1%.

Melihat hasil tersebut, Hery menegaskan bahwa BRI tidak hanya mampu tumbuh lebih cepat, melainkan kualitas pertumbuhannya semakin sehat dari waktu ke waktu. Ke depan, BRI masih melihat ruang yang sangat luas untuk memperluas cakupan bisnis, terutama pada pembiayaan sektor produktif dan ekonomi kerakyatan. BRI meyakini bahwa komitmen mendukung program kerakyatan pemerintah dan upaya menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan demi pertumbuhan bisnis yang sustain dalam jangka panjang. ***

Tags: 75 persenBRI BBRIHery Gunardi BRIIndeks Bisnis UMKMKinerja Keuangan BRI 2026Kredit UMKM PerbankanSuku Bunga BI 5
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Kredit Tumbuh 13% Mampu Melampaui DPK, Saham Bank Big-Cap Bergerak Variatif di Tengah Pengetatan Likuiditas

Selanjutnya

Kerangka LCT Indonesia-Singapura Resmi Beroperasi, BI dan MAS Tunjuk 12 Bank ACCD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pacu Transformasi Beyond Mortgage, Peringkat Kredit BTN Tetap Perkasa di Level idAAA

Pacu Transformasi Beyond Mortgage, Peringkat Kredit BTN Tetap Perkasa di Level idAAA

oleh Sandy Romualdus
8 September 2026 - 14:00

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mempertahankan peringkat tertinggi idAAA dari Pefindo, ditopang fundamental kuat dan dukungan proyek Tiga...

OJK Serukan Generasi Muda Mulai Siapkan Pensiun Sejak Dini, Antisipasi ‘Aging Population’

OJK Serukan Generasi Muda Mulai Siapkan Pensiun Sejak Dini, Antisipasi ‘Aging Population’

oleh Sandy Romualdus
8 September 2026 - 13:11

OJK bersama kementerian canangkan Bulan Dana Pensiun 2026 untuk tingkatkan literasi dana pensiun yang baru 22% dan siapkan masyarakat hadapi...

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Kualitas Aset Membaik, LDR dan CAR BRI Terjaga Solid di Paruh Pertama 2026

oleh Stella Gracia
8 September 2026 - 12:34

BRI mencetak laba bersih Rp31,2 triliun pada Triwulan II 2026 dengan pertumbuhan kredit 16,2 persen dan perbaikan kualitas aset yang...

Terdampak Sebaran Abu Vulkanik, TransNusa Siapkan Solusi bagi Penumpang di CGK dan TKG

Inovasi OCTO dan Layanan Valas Bawa CIMB Niaga Sabet Tiga Trofi di ABF Awards 2026

oleh Stella Gracia
8 September 2026 - 11:30

CIMB Niaga meraih tiga penghargaan bergengsi di ajang Asian Banking & Finance (ABF) Awards 2026 berkat inovasi layanan digital OCTO,...

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Total Sepanjang 2026 Tembus Rp50,63 Triliun

oleh Sandy Romualdus
7 September 2026 - 20:04

Bank Mandiri bagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun atau Rp66 per saham, didorong kinerja keuangan dan pertumbuhan...

Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

Dorong Ekspansi Kredit dan Perbaikan Aset, BRI Tegaskan Komitmen Jaga Keseimbangan Modal

oleh Stella Gracia
7 September 2026 - 16:30

BRI catat laba bersih Rp31,2 triliun pada Triwulan II 2026 dengan CAR 21,5 persen, tegaskan komitmen jaga shareholder return dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Pacu Transformasi Beyond Mortgage, Peringkat Kredit BTN Tetap Perkasa di Level idAAA

OJK Serukan Generasi Muda Mulai Siapkan Pensiun Sejak Dini, Antisipasi ‘Aging Population’

Asing Borong SBN Rp15,3 Triliun, Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp128,8 Triliun

Tahan Banting Hadapi Gejolak Global, OJK Catat Kredit Bank Tembus Rp9.135 Triliun

Kualitas Aset Membaik, LDR dan CAR BRI Terjaga Solid di Paruh Pertama 2026

Pangkas Kewajiban Rp2,3 Triliun, SIG Pertahankan Peringkat idAAA dari Pefindo

Inovasi OCTO dan Layanan Valas Bawa CIMB Niaga Sabet Tiga Trofi di ABF Awards 2026

Kelola 50.000 Karyawan, Japfa Adopsi Teknologi AI Workday untuk Transformasi SDM

Analisis Pasar: IHSG Menguji Resistance 6.725, Sektor Perbankan Jadi Penopang

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kerangka LCT Indonesia-Singapura Resmi Beroperasi, BI dan MAS Tunjuk 12 Bank ACCD

Kerangka LCT Indonesia-Singapura Resmi Beroperasi, BI dan MAS Tunjuk 12 Bank ACCD

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance