• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Desember 16, 2025
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Transisi dari Libor, Perkuat Referensi Suku Bunga di Pasar Domestik

Pelaku pasar wajib untuk memahami agenda reformasi referensi suku bunga (benchmark reform) dan antisipasi yang harus dilakukan menghadapi transisi LIBOR

oleh Stella Gracia
15 Juni 2022 - 08:44
10
Dilihat
Presidensi G20 Indonesia Bersinergi dengan Global Crisis Response Group
0
Bagikan
10
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) mengadakan seminar internasional sebagai salah satu rangkaian side event Presidensi G20 bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC). Seminar yang bertajuk “Best Practices and Lessons Learnt on LIBOR Transition in Developing a Robust and Credible Reference Rate” ini dilaksanakan secara Hybrid di Jakarta, pada Senin (13/6/22) lalu.

Hal ini seiring dengan transisi referensi (benchmark) suku bunga global yang dilakukan dari London Interbank Offered Rate (LIBOR) ke referensi yang lebih kredibel serta penguatan referensi suku Bunga di pasar domestik.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam Leader’s Insight mengatakan bahwa pasar keuangan yang kredibel penting untuk berjalannya stabilitas keuangan. Indonesia melalui National Working Group on Benchmark Reform (NWBGR) berupaya untuk memperkuat kredibilitas referensi suku bunga pasca diskontinuitas LIBOR dengan memberikan rekomendasi bagi pelaku pasar, suku bunga alternatif di pasar domestik.

BERITA TERKAIT

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$423,9 Miliar pada Oktober 2025

Lima Tahun Berturut-turut, BI Raih Predikat Tertinggi Keterbukaan Informasi

OJK Sabet Arkaya Wiwarta Prajanugraha di Anugerah Keterbukaan Informasi 2025

OJK Perkuat Penetrasi PPDP Syariah Lewat Peluncuran Buku Khutbah Muamalah

Di kesempatan tersebut, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga menyampaikan, perubahan referensi suku bunga merupakan perspektif yang penting dalam proses pemulihan dan mencapai stabilitas ekonomi.

Dalam pemerintahan, referensi suku bunga berpengaruh bagi strategi pembiayaan pemerintah guna pembangunan yang berkelanjutan. Dalam praktiknya, koordinasi antar lembaga penting bagi stabilitas sektor keuangan maupun sektor riil.

Terkait dengan antisipasi di sektor jasa keuangan, Kepala Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto menyampaikan, perbankan perlu mengambil langkah mitigasi potensi risiko akibat diskontinuitas LIBOR.

Langkah tersebut antara lain, mengidentifikasi besaran eksposur, berkomunikasi intensif dengan nasabah, mengidentifikasi potensi konsekuensi hukum dan perpajakan, mengelola potensi benturan kepentingan, menjajaki skema lindung nilai untuk kontrak yang terekspos risiko keuangan yang signifikan, mengelola risiko pasar dengan baik, dan menyiapkan infrastruktur IT yang diperlukan terkait perubahan sistem transisi LIBOR ini.

Selanjutnya, Ali Setiawan, Co-Chairman IFEMC sebagai perwakilan pelaku pasar menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dalam menghadapi transisi LIBOR, serta mendorong penggunaan IndONIA sebagai referensi suku bunga produk keuangan.

Sementara itu, Anggota Kebijakan Moneter dan Sektor Keuangan KADIN Hendri Saparini yang juga menajdi perwakilan pelaku usaha, menyambut baik inisiatif benchmark reform yang mendorong referensi suku bunga supaya tidak mudah dimanipulasi dan kredibel. ***

Tags: #kemenkeu#Sri Mulyani#Stabilisasi Keuangan NegaraapbnBank IndonesiaBIkementerian keuanganojkSeminar Internasionalsustainable finance
 
 
 
 
Sebelumnya

Wamenkeu: Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan Kunci Pemulihan Ekonomi

Selanjutnya

Menpareraf Harapkan Masyarakat Waspadai Sub-Varian Omicron

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$423,9 Miliar pada Oktober 2025

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$423,9 Miliar pada Oktober 2025

oleh Stella Gracia
16 Desember 2025 - 11:11

Stabilitas.id— Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN Indonesia...

Keseimbangan Produksi Migas dan Energi Terbarukan Jadi Kunci Ketahanan Energi NKRI 2026

Keseimbangan Produksi Migas dan Energi Terbarukan Jadi Kunci Ketahanan Energi NKRI 2026

oleh Sandy Romualdus
15 Desember 2025 - 20:42

Stabilitas.id – Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi penopang utama ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global...

BNI Dukung Industri Kreatif, Nonton Bareng Film Timur Disambut Antusias Penonton Berbagai Kota

BNI Dukung Industri Kreatif, Nonton Bareng Film Timur Disambut Antusias Penonton Berbagai Kota

oleh Sandy Romualdus
14 Desember 2025 - 22:40

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif nasional melalui dukungan...

ILO Dorong Inklusi Keuangan untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia

ILO Dorong Inklusi Keuangan untuk Perkuat UMKM dan Pekerja Informal Indonesia

oleh Sandy Romualdus
12 Desember 2025 - 15:05

Stabilitas.id - Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menegaskan komitmennya dalam memperkuat inklusi keuangan di Indonesia guna meningkatkan ketahanan ekonomi dan mendorong...

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

Fasilitas Fulfillment Halal dan Otomatisasi Modern, Gudang Marunda Jadi Standar Baru Logistik E-commerce

oleh Sandy Romualdus
12 Desember 2025 - 11:19

Stabilitas.id — Di tengah persaingan industri niaga elektronik yang kian ketat, PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) menanam fondasi baru...

Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

Mastercard Economics Institute: Asia Pasifik Paling Tangguh Hadapi Tekanan Global 2026

oleh Stella Gracia
12 Desember 2025 - 11:05

Stabilitas.id – Mastercard Economics Institute (MEI) memproyeksikan kawasan Asia Pasifik akan menjadi salah satu blok ekonomi paling stabil pada 2026,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 50 Tahun Summarecon: Membangun Kota, Merawat Ingatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Temukan 47 Kredit Bermasalah, Direksi Bankaltimtara Terjerat Dugaan Pidana Perbankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Pinjol Ilegal Dibongkar, Satgas PASTI Soroti Modus Penipuan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi US$423,9 Miliar pada Oktober 2025

Lima Tahun Berturut-turut, BI Raih Predikat Tertinggi Keterbukaan Informasi

RUPSLB CIMB Niaga Sekuritas Angkat Nieko Kusuma sebagai Presiden Direktur

OJK Sabet Arkaya Wiwarta Prajanugraha di Anugerah Keterbukaan Informasi 2025

Manjakan Nasabah di HUT ke-130, BRI Tebar Ragam Promo Diskon Spesial hingga Suku Bunga KPR Spesial 1,30%

BNI Perkuat Tata Kelola dan Strategi Hadapi Tahun Buku 2026

Keseimbangan Produksi Migas dan Energi Terbarukan Jadi Kunci Ketahanan Energi NKRI 2026

AAUI Estimasi Klaim Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Capai Rp567 Miliar

OJK Perkuat Penetrasi PPDP Syariah Lewat Peluncuran Buku Khutbah Muamalah

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Menpareraf Harapkan Masyarakat Waspadai Sub-Varian Omicron

Menpareraf Harapkan Masyarakat Waspadai Sub-Varian Omicron

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance