Jakarta – PT Wismilak Inti Makmur akan melepas 30% saham baru ke pasar modal melalui mekanisme initial public offering (IPO). Kepada calon investor, harga saham perdana Wismilak ditawarkan pada kisaran Rp575 – Rp800 per lembar saham.
"Kisaran harganya Rp575 – Rp800. Dengan PE sebanyak-banyaknya 10-14 kali dari laba 2013," kata Direktur PT Mandiri Sekuritas, Iman Rachman dalam konferensi pers penawaran umum saham perdana Wismilak di Jakarta, Senin (19/11).
BERITA TERKAIT
Adapun PT Mandiri Securitas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi untuk penawaran saham perdana Wismilak.
Dijelaskan Iwan, bersama manajemen, pihaknya akan melakuka road show penawaran baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Road show mulai dilakukan Selasa, (20/11) di Jakarta, kemudian ke Singapura selama dua hari, Hongkong, dan terakhir di Kuala Lumpur. "Harapannya di tanggal 29 November dapat selesai dan pricing akan ditentukan tanggal itu juga," kata Iman.
Sementara itu, menjelaskan penggunaan laba 2013 dalam target PE, Direktur Wismilak, Lucas Firman Djajanto mengatakan, di tahun depan perseroan menargetkan laba bersih dapat tumbuh hingga 60%, dengan pendapatan juga tumbuh di level 40%.
"2013 laba kita targetkan tumbuh 50-60%. Revenue-nya bisa tumbuh 40 persen," kata Lucas di kesempatan yang sama.
Dia mengungkapkan, hingga Oktober 2012, perseroan telah mencatatkan pendapatan sebagai hasil penjualan bersih sebesar Rp933 miliar. Sementara laba di periode yang sama sekitar Rp60 miliar.
Hendrikus Johan S, Direktur Wismilak, menambahkan, belum lama ini perseroan melauncing produk mild jenis premium, yakni Diplmat Mild. "Kita baru rilis itu semester kedua, sehingga diharapkan bisa jadi pendorong pertumbuhan perusahaan," kata Johan.
Dia juga menjelaskan, ke depan hasil IPO, selain untuk membayar utang perseroan, alokasi lain untuk belanja modal ditujukan pada pembelian mesin untuk ekspansi dan penguatan IT. "Karena penjualan kita terus tumbuh."
Dia memperkirakan, setelah belanja mesin untuk ekspansi tersebut, kapasitas produksi akan meningkat hingga 60 persen. Saat ini market share Wismilak di Pulau Jawa masih berada di level 4%-5%. Sementara di wilayah Sumatra di kisaran 9%-10%.
"Dengan adanya IPO, kita harapkan ada dampak pada perluasan market share di atas 1%, setidaknya menyaingi pasar kompetitor," kata Johan.






.jpg)










