JAKARTA, Stabilitas.id – Pemerintah menjelaskan keberlanjutan pengelolaan APBN Indonesia pada periode transisi pemerintahan kepada para investor surat utang negara (SUN) Indonesia.
Hal tersebut dijelaskan oleh Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Eropa, pada Senin (25/3/24).
“Banyak pertanyaan dari investor kepada Kementerian Keuangan, sebagai pengelola fiskal negara, terkait keberlanjutan pengelolaan APBN Indonesia pada periode transisi pemerintahan,” ungkap Wamenkeu.
BERITA TERKAIT
Untuk itu, Ia menekankan, pengelolaan APBN Indonesia selalu disusun dan dikelola dengan kredibel, transparan, dan akuntabel.
“Terkait transisi pemerintahan di tahun 2024 ini, saya menggarisbawahi bahwa Indonesia telah memiliki pengalaman dalam beberapa peristiwa pemilu. Pelaksanaan APBN tahun 2024 dan penyusunan APBN tahun 2025 juga akan dilaksanakan sesuai dengan siklus yang telah disepakati dengan Parlemen,” ujar Wamenkeu.
Wamenkeu mengatakan, transisi pemerintahan setelah pemilihan umum bukan yang pertama bagi Indonesia.
“Berbagai pengalaman sebelumnya telah menjadi dasar perbaikan yang dapat mendorong APBN Indonesia semakin baik dan bekerja untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Wamenkeu.
Dalam periode pandemi dan periode pemulihan, Wamenkeu menjelaskan pengelolaan APBN Indonesia telah cukup adaptif dalam merespons dinamika perekonomian.
“Pengelolaan APBN Indonesia telah mendapat berbagai penghargaan dari dunia internasional dan saya meyakini bahwa ini akan berlanjut,” tutup Wamenkeu.***

















