LPPI memacu pembibitan talenta digital perbankan melalui ajang FEKDI X IFSE 2026. Fitur Talent Check-in sukses menarik minat Generasi Z untuk masuk ke sektor keuangan.
Stabilitas.id – Transformasi ekonomi digital nasional menuntut kesiapan talenta muda yang mumpuni dalam mengawal tata kelola teknologi. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) merespons urgensi ini dengan turun langsung membibit generasi penerus di ajang FEKDI X IFSE 2026. Manuver ini sekaligus mempertegas posisi LPPI sebagai jangkar strategis pencetak sumber daya manusia (SDM) industri keuangan yang terintegrasi.
Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi menggelar Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) X IFSE 2026. Ajang kolaborasi raksasa ini menjadi arena pembibitan ekosistem inovasi, tempat LPPI mengambil peran yang sangat krusial. LPPI memosisikan diri sebagai policy enabler di dalam inisiatif Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI).
Kontribusi LPPI dalam ekosistem PIDI terwujud kokoh melalui tiga pilar strategis utama. Institusi ini mengeksekusi program unggulan seperti Digdaya dan Hackathon, serta bertindak sebagai Learning Partner bagi ekosistem industri keuangan riil. LPPI turut menyusun kurikulum inovasi dan keamanan siber (cyber security) guna menstandardisasi pasokan talenta digital nasional.
BERITA TERKAIT
Teori pembibitan talenta ini dieksekusi secara cair pada area DIGITALENT EXPO 2026. Booth pameran LPPI yang mengusung slogan besar “The Future of Banking Talent” sukses menyedot perhatian ratusan siswa Generasi Z. Rombongan siswa vokasi dari SMKN 1 Jakarta tampak antusias mengikuti simulasi asesmen digital melalui ponsel pintar mereka.
Fasilitas Talent Check-in menjadi daya tarik utama yang sukses memantik rasa ingin tahu para pelajar. Aurel, salah satu siswi SMKN 1 Jakarta, membagikan antusiasmenya usai menjajal fitur asesmen kepribadian tersebut. “Hari ini kami berkunjung ke booth LPPI yang ada di Digitalent Expo 2026, dan saya dapat mengetahui kepribadian saya serta lebih mengenal diri saya lewat talent check-in,” ungkap Aurel.

Fitur asesmen interaktif bagi pelajar ini sejatinya merupakan etalase mini dari kapabilitas tata kelola rekrutmen profesional LPPI. Layanan asesmen LPPI level korporasi memegang peranan krusial untuk mengukur kompetensi bankir secara presisi. Kapabilitas seleksi ini mencakup penyaringan Officer Development Program (ODP) hingga pemetaan talenta jajaran direksi.
Rekam jejak LPPI dalam mendampingi pertumbuhan industri keuangan Indonesia telah terukir kokoh sejak tahun 1958. Institusi ini kini memosisikan diri sebagai mitra strategis yang menawarkan solusi pengembangan SDM, tata kelola organisasi, dan bisnis secara holistik. LPPI sukses menyelenggarakan lebih dari 250 program pelatihan per tahun yang menjangkau rata-rata 8.000 peserta.
Layanan utama LPPI bersandar pada empat pilar kokoh guna mengawal transformasi perbankan dan industri keuangan non-bank. Pelatihan terintegrasi milik LPPI mencakup standardisasi kompetensi sistem pembayaran (SKSP) bagi talenta entry level hingga top management. Konsultansi korporasi juga disediakan untuk merumuskan Governance, Risk & Compliance (GRC) hingga implementasi pilar Sustainable Finance (ESG).
Pilar asesmen dan rekrutmen menjamin penempatan talenta berjalan presisi melalui metode identifikasi kompetensi yang terstruktur. LPPI melengkapinya dengan layanan riset industri guna mengawal keputusan strategis manajemen berbasis data analitik. Lompatan ekonomi digital pada akhirnya hanya bisa terwujud melalui investasi serius pada kualitas tata kelola manusia sejak usia dini. ***

















