• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Bukan Menyerahkan Kendali ke Mesin, LPPI Dorong Bankir Berkolaborasi dengan AI

by Stella Gracia
25 September 2026 - 15:20
9
VIEWS
Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip
0
SHARES
9
VIEWS

Dirut LPPI Heru Kristiyana menegaskan perbankan memasuki era Human-AI Workforce di tengah ekspansi kredit Rp9.135 triliun pada Virtual Seminar LPPI #109.

Stabilitas.id — Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Heru Kristiyana, menegaskan bahwa transformasi digital perbankan nasional kini telah memasuki babak baru yang fundamental, yakni era Human–AI Workforce, di mana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar instrumen pendukung otomatisasi, melainkan rekan kerja digital (digital co-worker).

  • Baca juga: Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Virtual Seminar LPPI #109 bertajuk “AI dan Masa Depan Perbankan Indonesia: Peluang Baru atau Ancaman Baru?”, Jumat (25/9).

Di tengah ekspansi kredit perbankan nasional yang menembus Rp9.135 triliun dan lonjakan volume transaksi digital hingga 5,50 miliar transaksi per Juli 2026, Heru mengingatkan bahwa tantangan utama perbankan bukan kelangkaan data, melainkan kecakapan mengonversi tumpukan data menjadi keputusan yang akuntabel dan bernilai tambah.

BERITA TERKAIT

Cetak Pemimpin Bank Berwawasan Global: LPPI Resmi Tutup Program Sespibank Angkatan 83

Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

Tepis Stigma Kaku Perbankan, Fitur Talent Check-In LPPI Sedot Antusiasme Siswa Vokasi

Heru menguraikan bahwa pesatnya adopsi teknologi cerdas di sektor perbankan berjalan seiring dengan akselerasi ekonomi makro. Pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II 2026 yang menyentuh 5,29 persen secara tahunan (5,45 persen pada Semester I 2026) secara simultan menuntut sistem keuangan yang kian gesit memproses informasi bervolume masif.

Di sektor intermediasi, kredit perbankan tercatat melesat 13,58 persen secara tahunan (year-on-year) mencapai sekitar Rp9.135 triliun per Juli 2026, diimbangi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,21 persen menjadi sekitar Rp10.336 triliun.

Secara bersamaan, data Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital pada Juli 2026 mencapai 5,50 miliar transaksi (tumbuh 28,69 persen), dengan transaksi QRIS meroket 82,42 persen dan volume transaksi perbankan bergerak (mobile) naik 24,25 persen.

Skala perputaran transaksi raksasa tersebut, jelas Heru, menjadi bukti bahwa bank mengelola arus informasi dan eksposur risiko yang luar biasa besar.

  • Baca juga: Siapkan 22 Pemimpin Cabang Pembantu: Bank NTT Gandeng LPPI Gelar Pelatihan Manajemen Eksekutif

“Indonesia bukan kekurangan data. Tantangannya adalah bagaimana data tersebut dapat diubah menjadi insight, keputusan, efisiensi, dan nilai tambah yang nyata—tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan,” ujar Heru dalam sambutannya.

Kendati AI menawarkan peluang strategis untuk mempercepat analisis kredit, mempersonalisasi layanan, memperkuat deteksi kecurangan (fraud), hingga mendukung manajemen risiko, mantan petinggi pengawas perbankan ini memperingatkan bahwa teknologi cerdas secara bersamaan memperkenalkan kelas risiko baru (new risk classes).

Oleh sebab itu, Heru menaruh perhatian sentral pada kesiapan sumber daya manusia. Mengutip laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), transformasi pasar kerja global diproyeksikan memengaruhi sekitar 22 persen pekerjaan saat ini hingga 2030—dengan 170 juta pekerjaan baru tercipta dan 92 juta pekerjaan terdisrupsi secara global. Tantangan tersebut menuntut industri perbankan segera mengeksekusi pelatihan ulang (reskilling), peningkatan kompetensi (upskilling), perancangan ulang proses kerja, serta penataan budaya organisasi yang adaptif.

Heru menegaskan komitmen etis bahwa adopsi AI tidak boleh menggeser akuntabilitas manusia sebagai pengambil keputusan akhir. “Kita tidak sedang membangun organisasi yang seluruh keputusannya diserahkan kepada mesin. Sebaliknya, kita ingin membangun organisasi yang mampu menggabungkan kecepatan dan kemampuan analitik AI dengan pengalaman, pertimbangan, empati, serta akuntabilitas manusia,” tegas Heru.

Forum strategis LPPI ini mempertemukan perspektif regulator dan praktisi industri perbankan terkemuka, yang dihadiri oleh Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas OJK Deden Firman Hendarsyah; Head of Enterprise Data Management and Analytics BRI Ajutorius Pinem; Chief Economist BCA David E. Sumual; Human Capital Strategy Division Head BTN Aldo Bimantoro; serta SEVP Digital Delivery BNI Heri Atmoko.

Menutup sambutannya, Heru berpesan bahwa masa depan perbankan tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki semata.

  • Baca juga: Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

“Masa depan perbankan tidak akan ditentukan hanya oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki sebuah bank. Masa depan perbankan akan sangat ditentukan oleh kemampuan bank untuk mengintegrasikan teknologi, manusia, data, tata kelola, dan kepercayaan publik dalam satu ekosistem yang utuh,” pungkasnya. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: Heru KristiyanaHuman-AI WorkforceKecerdasan BuatanLPPIperbankan IndonesiaVirsem LPPI
 
 
 
 
 
Previous Post

Kerek 2,3 Juta Debitur Naik Kelas: Konsistensi Inklusi Finansial Antar BRI Raih Trofi WOTM 2026

Next Post

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jaga Fundamental Bisnis, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Penghargaan CFO Paling Inovatif

Jaga Fundamental Bisnis, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Penghargaan CFO Paling Inovatif

by Sandy Romualdus
22 Oktober 2026 - 21:49

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta, Basaria Martha Juliana, meraih penghargaan 4th Indonesia Most Innovative CFO Awards 2026 atas komitmennya...

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

by Sandy Romualdus
22 Oktober 2026 - 18:58

Bank Mandiri membagikan dividen Rp50,63 triliun sepanjang 2026 dan merealisasikan buyback 91,75 juta saham seiring laba bersih yang melesat 22,3...

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

Dirut Bank BSN, Alex Sofjan Noor: Masa Depan Keuangan Syariah Butuh Peran Serta Generasi Muda

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:01

Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor memberikan kuliah umum di UIN Sumatera Utara (UINSU) Medan...

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 13:27

Easycash dan Krom Bank menjalin kerja sama loan channeling guna memperluas penyaluran kredit digital dengan mengedepankan manajemen risiko berbasis AI....

Citi Indonesia Pelopori Penerapan Perangkat AI untuk Efisiensi 180.000 Karyawan Global

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:13

Citi menyoroti ketatnya persaingan modal antara pemerintah dan swasta di tengah suku bunga tinggi serta tren optimalisasi cadangan emas bank...

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 10:46

Pemprov DKI Jakarta meneken 15 kerja sama strategis lintas BUMD dan BUMN guna memacu infrastruktur, energi bersih, dan visi Top...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jaga Fundamental Bisnis, Direktur Keuangan Bank Jakarta Sabet Penghargaan CFO Paling Inovatif

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

Optimalkan Pemulihan Aset BPR KRI, LPS Terima Hasil Sita Lelang Rp2,78 Miliar dari Kejari

BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Kerek Deposit Facility dan Pangkas GWM Perbankan

Pangsa Pasar Sentuh 7 Persen, BI Pacu Pendalaman Sukuk Sekunder dan Repo Syariah

Manufaktur Tetap Ekspansif, PMI-BI Kuartal III/2026 Naik ke Level 52,28 Persen

Sambut Libur Akhir Tahun, BI Proyeksikan SBT Kegiatan Usaha Kuartal IV/2026 Tumbuh 10,77 Persen

Jaring Talenta Vokasi Global, Kemnaker Gelar InaSkills 2026 Berstandar Internasional

Soroti AI hingga Green Transformation, Pameran INCHEM TOKYO 2027 Gandeng Industri Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance