KPwBI DKI Jakarta memboyong 22 UMKM binaan ke ISEF 2026 dan mencatatkan potensi transaksi ekspor Rp4,4 miliar dengan buyer asal Belanda.
Stabilitas.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi 22 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat daya saing sekaligus memperluas akses pasar produk halal lokal ke kancah global.
Gelaran ISEF ke-13 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Ajang tahunan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, Rabu (14/10/2026).
Dari total 22 UMKM DKI Jakarta yang difasilitasi pada sektor fesyen, kriya, dan kuliner halal, sebanyak 17 pelaku usaha di antaranya merupakan peserta program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia.
BERITA TERKAIT
Penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menyasar pasar konsumen akhir (business-to-consumer/B2C), tetapi juga memacu kemitraan antarpelaku usaha (business-to-business/B2B).
Upaya tersebut membuahkan hasil konkret dalam sesi business matching bersama pembeli internasional (buyer) asal Belanda, Ben Helen Trading. Dua produsen asal Jakarta berhasil mengamankan potensi kontrak kerja sama bisnis senilai total Rp4,4 miliar untuk periode satu tahun mendatang.
Secara rinci, CV Boga Rinset Indonesia dengan merek Cuan-Q mencatatkan potensi kesepakatan sebesar Rp1,3 miliar. Sementara itu, PT Sejiwa Kreasi Bersama lewat produk Tepa Selira meraih potensi transaksi hingga Rp3,1 miliar.
Capaian tersebut menegaskan peran strategis ISEF sebagai wadah promosi sekaligus jembatan bagi UMKM ibu kota untuk menembus pasar ekspor. Keberhasilan ini ditopang oleh pembinaan berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kualitas, inovasi, dan nilai tambah produk halal agar mampu bersaing di pasar internasional.
Direktur KPwBI DKI Jakarta Iwan Setiawan menyatakan bahwa sinergi lintas sektor dan pendampingan UMKM akan terus dijalankan secara konsisten guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
“Partisipasi dalam ISEF 2026 diharapkan menjadi momentum bagi UMKM Jakarta untuk memperluas peluang usaha, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Iwan dalam keterangan resmi.
Ke depan, KPwBI DKI Jakarta terus mengakselerasi transformasi digital serta penguatan kapasitas usaha agar semakin banyak UMKM lokal yang naik kelas dan memperluas jaringan distribusi internasional. ***

















