OJK menyambut dukungan resmi ACMF atas reformasi strategis pasar modal Indonesia dalam meningkatkan transparansi, likuiditas, dan penegakan hukum.
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik dukungan kuat dari ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) terhadap langkah reformasi strategis pasar modal Indonesia. Dukungan dari forum regulator pasar modal se-Asia Tenggara ini menjadi bentuk pengakuan regional atas komitmen Indonesia dalam meningkatkan transparansi, menegakkan hukum secara tegas, dan memperdalam likuiditas pasar demi menciptakan ekosistem bursa yang kredibel serta berdaya saing global.
Pernyataan dukungan resmi tersebut disampaikan dalam pertemuan 45th ACMF Chairs Meeting yang diselenggarakan di Manila, Filipina, pada 25 Oktober 2026. Pertemuan yang dipimpin oleh Securities and Exchange Commission (SEC) Filipina ini mempertemukan para pimpinan otoritas pasar modal dari 11 negara anggota ASEAN, termasuk OJK.
Dalam pernyataan resminya, ACMF memberikan dukungan penuh terhadap agenda pembenahan struktural yang sedang berjalan di Indonesia dan mengakui kemajuan reformasi regulasi yang telah dicapai. ACMF menempatkan Indonesia sebagai salah satu mitra kunci dalam memperkuat integrasi, ketahanan, dan tata kelola pasar keuangan kawasan.
BERITA TERKAIT
OJK mengapresiasi dukungan tersebut sebagai dorongan moril untuk terus mengawal agenda reformasi secara konsisten. Otoritas berkomitmen memperkuat keterbukaan informasi kepemilikan saham, meningkatkan efektivitas pengawasan perdagangan, mempertegas sanksi terhadap manipulasi pasar, serta menyempurnakan struktur pasar agar semakin efisien dan likuid.
Langkah berkelanjutan ini merupakan bagian fundamental dari strategi OJK untuk memperkuat pelindungan investor dan memulihkan kepercayaan pelaku pasar global sesuai dengan standar dan praktik terbaik internasional.
Selain menyatakan dukungan terhadap Indonesia, pertemuan tahunan ACMF membahas progres implementasi rencana aksi kawasan, yakni ACMF Action Plan 2026–2030. Agenda strategis ini berfokus pada penguatan konektivitas pasar, pengembangan keuangan berkelanjutan (sustainable finance), tata kelola perusahaan yang baik, ekspansi pasar modal syariah, serta kerja sama investigasi dan penegakan hukum lintas negara.
Terkait konektivitas lintas batas, ACMF mematangkan sejumlah instrumen kerja sama, antara lain penerbitan Depositary Receipt Issuance Handbook, Roadmap for ASEAN Cross-Listings, ASEAN Indices, serta ASEAN Collective Investment Schemes guna memperluas akses investasi regional dan memikat arus modal investor global ke Asia Tenggara.
OJK memastikan akan terus terlibat aktif dalam seluruh kelompok kerja ACMF guna memperkuat posisi pasar modal Indonesia di kancah regional, sekaligus memastikan pasar keuangan nasional tetap berdaya tahan dalam menopang pembiayaan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. ***
















