OJK menggelar Digiclass 2026 di Sekolah Rakyat Jakarta guna membekali 500 pelajar dengan literasi keuangan digital dan pelindungan dari kejahatan siber.
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program edukasi terpadu bertajuk OJK Digiclass Sekolah Rakyat 2026 dengan tema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi” di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Jakarta, Selasa (27/10/2026). Kegiatan dalam rangka menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda ini diikuti sekitar 500 pelajar guna memperkuat literasi keuangan dan kecakapan digital generasi muda.
Program ini dirancang untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi secara aman, cerdas, dan produktif, sekaligus memitigasi risiko kejahatan digital seperti maraknya modus penipuan transaksi (scam).
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa kemajuan teknologi digital membuka ruang luas bagi pelajar untuk berkarya, namun harus dibentengi dengan pemahaman risiko yang memadai.
BERITA TERKAIT
“Ini adalah juga bentuk pelindungan OJK pada masyarakat. Memberikan edukasi, literasi. Supaya adik-adik tidak terkena scam penipuan. Ini banyak sekali korban scam ke anak-anak muda,” kata Friderica dalam sambutannya.
Friderica menilai integrasi antara kecakapan digital (digital literacy) dan literasi finansial (financial literacy) menjadi fondasi penting bagi masa depan pelajar.
“Jadi kelas ini spesial. Tidak cuma belajar tentang keuangan. Tapi mengajarkan juga bagaimana kalian paham digital literacy dan financial literacy. Dua hal itu kalau dikombinasikan akan menjadi suatu pengetahuan yang sangat dahsyat. Pengetahuan dan keterampilan yang sangat dahsyat untuk masa depan kalian,” ujar Friderica.
Penguatan literasi ini sangat mendesak sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Data survei mencatat indeks literasi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa masih berada di angka 62,72 persen, lebih rendah dibandingkan indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen.
Sebaliknya, indeks inklusi atau kepemilikan rekening pada kelompok pelajar telah mencapai 92,76 persen. Disparitas ini menegaskan pentingnya edukasi sejak dini agar generasi muda tidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga cermat dalam memanfaatkannya secara bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, para pelajar yang hadir turut dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan guna memperluas jangkauan edukasi di lingkungan sekolah dan komunitas sekitarnya.
Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) Handoko Agung Saputro mengapresiasi komitmen OJK dalam mendorong pemerataan akses informasi dan pendidikan finansial bagi siswa Sekolah Rakyat.
“Saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK yang ternyata sangat concern bukan saja dalam hal bidang ekonomi nasional tetapi untuk mendukung dan melaksanakan visi misi Presiden dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa lewat Sekolah Rakyat,” ujar Handoko.
Sementara itu, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Fifi Aleyda Yahya berpesan kepada para pelajar agar bijak dan kritis dalam menggunakan kemajuan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Tapi adik-adik yang saya kasihi, Artificial Intelligence itu hanya alat bantu, bukan pengganti otak kita, bukan pengganti nurani kita, bukan pengganti insting kita sebagai manusia seutuhnya,” tutur Fifi.
Melalui program OJK Digiclass, otoritas berkomitmen memperkuat sinergi lintas lembaga untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. ***

















