• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Internasional

IMF: Ledakan di Kota Beirut Perparah Ekonomi Lebanon

IMF memproyeksi ekonomi Lebanon bakal anjlok hingga 12% akibat lonjakan harga pangan di sana, mata uang yang runtuh dan adanya pandemi COVID-19.

by Sandy Romualdus
7 Agustus 2020 - 12:14
79
VIEWS
0
SHARES
79
VIEWS

Stabilitas.id — Ledakan besar yang terjadi di Pelabuhan Beirut, Ibu Kota Lebanon pada Selasa (4/8) lalu diyakini banyak pihak bakal memperparah kondisi ekonomi Lebanon. Sebelum adanya ledakan tersebut, situasi ekonomi di Lebanon sudah cukup suram.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksi ekonomi Lebanon bakal anjlok hingga 12% akibat lonjakan harga pangan di sana, mata uang yang runtuh dan adanya pandemi COVID-19.

  • Baca juga: IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Rata-rata itu saja, sudah lebih buruk daripada rata-rata penurunan negara Timur Tengah dan Asia lainnya yang diprediksi bakal anjlok sebanyak 4,7%.

BERITA TERKAIT

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Imun Terhadap Gejolak, IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,1% di 2027

Gubernur BI Beberkan 3 Kunci Resiliensi Ekonomi RI di Hadapan IMF dan Pengusaha AS

IMF Sebut Indonesia ‘Bright Spot’ Ekonomi Global, Puji Sinergi Fiskal dan Moneter

Sebelum terjadinya ledakan besar di Beirut, negara itu sudah gagal membayar sebagian utangnya pada Maret 2020 lalu. Pekan lalu, lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investor Service kembali memangkas peringkat kredit Lebanon ke peringkat terendah. Sekarang posisinya sudah setara dengan Venezuela.

“Negara ini dilanda krisis ekonomi, keuangan, sosial yang institusinya juga sangat lemah, tampaknya tidak dapat diatasi. Jatuhnya mata uang dan lonjakan inflasi di sana kemudian menciptakan lingkungan yang sangat tidak stabil,” tulis Moody’s dalam pernyataan resminya dikutip dari CNN, Jumat (7/8/2020).

Lebanon berusaha mendapatkan pinjaman US$ 10 miliar dari IMF, tapi ditolak dan pembicaraan itu terhenti bulan lalu.

  • Baca juga: Imun Terhadap Gejolak, IMF Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,1% di 2027

Akibat adanya ledakan tersebut, IMF pada Kamis kemarin menyerukan persatuan nasional untuk mengatasi krisis di negara itu. Kepala IMF Kristalina Georgieva kemudian mengatakan pihaknya bakal menjajaki semua cara yang mungkin bisa mendukung rakyat Lebanon.

“Sangat penting untuk mengatasi kebuntuan dalam diskusi tentang reformasi kritis dan menerapkan program yang berarti untuk membalikkan ekonomi dan membangun akuntabilitas dan kepercayaan di masa depan negara,” kata Kristalina.

Ledakan di Beirut, katanya, akan menambah tekanan pada perekonomian Lebanon.

“Tidak ada satu apartemen pun di Beirut yang tidak terpengaruh, tidak satupun bisnis yang tidak terpengaruh baik etalase atau barangnya,” kata Menteri Ekonomi Lebanon Raoul Nehme.

Pelabuhan tempat ledakan terjadi adalah pusat maritim utama negara dan 60% aktivitas impor negara melewati pelabuhan ini. Pariwisata yang menyumbang hampir seperlima dari PDB Lebanon pada tahun 2018 lalu juga ikut terdampak atas ledakan tersebut.

  • Baca juga: Gubernur BI Beberkan 3 Kunci Resiliensi Ekonomi RI di Hadapan IMF dan Pengusaha AS

“Ini bencana bagi Lebanon,” kata Kepala Federasi Pariwisata Lebanon.

Dia mengatakan tingkat hunian di hotel-hotel sudah merosot menjadi 5-15% karena pandemi COVID-19 dan konflik politik di sana. Ledakan itu bisa memperparah kondisi itu sebab 90% hotel di Beirut rusak parah akibat musibah tersebut.

Tags: imfLebanonLedakan Beirut
 
 
 
 
 
Previous Post

Akhir Oktober 2020, Vaksin COVID-19 Diperkirakan Mulai Tersedia di China

Next Post

Menperin: Sektor Industri Masih Jadi Andalan PDB Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

IMF: 2015 Ekonomi RI Tumbuh 5,25%, Inflasi 3-5%

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:55

IMF memperingatkan tingginya utang pemerintah dan defisit anggaran membatasi ruang fiskal negara di tengah tekanan harga energi, suku bunga, dan...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Manfaatkan Alat Otomatis Artex AI: Peretas Tembus Sistem Tujuh Bank Raksasa di Seoul

by Stella Gracia
8 Oktober 2026 - 11:49

Korea Selatan menyelidiki pembobolan data 68.000 nasabah di tujuh bank terkemuka akibat serangan siber otomatis berbasis Artex AI. Stabilitas.id - Pemerintah...

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:11

Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95 persen pada kuartal III/2026 ditopang ekspor dan investasi, memicu ADB merevisi proyeksi pertumbuhan tahunan menjadi 7,8...

Setahun Berjalan, Bullion Bank Pegadaian dan BSI Himpun 153 Ton Emas

Rekor Belanja Rp2.811 Triliun, Tiongkok Borong 1.000 Ton Emas demi Mitigasi Syok Geopolitik

by Stella Gracia
23 September 2026 - 10:36

Tiongkok membukukan rekor impor emas melampaui 1.000 ton senilai Rp2.811 triliun. Manuver ini menjadi langkah mitigasi risiko seiring kolapsnya properti...

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

Hindari Jebakan Utang Unsustainable, IMF Dorong Regulator Global Perketat Manajemen Risiko Defisit Anggaran

by Stella Gracia
22 September 2026 - 10:49

IMF membunyikan alarm terkait rasio utang publik global yang akan melampaui 100% PDB pada 2029. Investor mulai rekalibrasi portofolio menjauhi...

Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

by Stella Gracia
18 September 2026 - 18:14

Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75-4,00 persen demi menekan inflasi, mengabaikan kritik dan desakan Presiden Donald...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Strategi 3S, Kopdit Pintu Air Perkuat Jaringan di Jawa Barat

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Menperin: Sektor Industri Masih Jadi Andalan PDB Nasional

Menperin: Sektor Industri Masih Jadi Andalan PDB Nasional

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance