• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Anomali Kinerja Asuransi

by Sandy Romualdus
6 Agustus 2015 - 00:00
14
VIEWS
Anomali Kinerja Asuransi
0
SHARES
14
VIEWS

BERITA TERKAIT

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

CBI Luncurkan Empat Solusi Credit Intelligence, Perluas Akses Kredit bagi 137 Juta Calon Debitur

Salurkan KUR Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026, BRI Fokus Biayai Sektor Produksi

Pendaftar Haji Tumbuh 64 Persen, CIMB Niaga Syariah Perkuat Layanan Nasabah di Surabaya

Jika ada yang berkeyakinan bahwa pertumbuhan asuransi bergantung kepada pertumbuhan ekonomi, ada baiknya melihat kinerja industri proteksi tahun lalu. Ketika ekonomi hanya melaju 5,02 persen sepanjang 2014, lebih rendah dari rata-rata enam tahun sebelumnya yang sebesar 6 persen (kecuali 2009), pertumbuhan premi asuransi bisa melesat hingga 10 persen.
Bahkan jika diperas lagi, angka pertumbuhan di bisnis asuransi bisa lebih mengesankan lagi. Berdasarkan riset yang dilakukan Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA), selain premi, klaim bruto juga meningkat 6 persen, sementara pertumbuhan aset bahkan jauh lebih tinggi, yakni mencapai 24 persen.
Satu hal lagi yang patut mendapat catatan adalah pertumbuhan investasi yang mencapai 25 persen,yang dibarengi dengan peningkatan keahlian dalam memilih instrumen yang tepat dan menghasilkan return tinggi. Terlihat dari pertumbuhan hasil investasi yang melonjak hingga 254 persen, dari Rp12,3 triliun di tahun 2013 menjadi Rp43,5 triliun di tahun 2014. Hal ini turut mendongkrak pertumbuhan laba komprehensif asuransi nasional, yakni sebesar 213 persen.
Dengan bekal tersebut, pelaku industri mengaku optimistis bahwa kinerja industri asuransi yang bagus di tahun 2014 lalu akan berlanjut di tahun ini, meski pada triwulan pertama pertumbuhan ekonomi justru melorot di angka 4,7 persen. Jika tahun lalu yang merupakan Tahun Politik karena adanya dua kali pemilihan umum saja asuransi bisa tumbuh cukup tinggi, maka tahun ini pun bisa.
Hal itu diutarakan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang optimistis pertumbuhan industri asuransi di Indonesia pada 2015 diperkirakan akan meningkat, seiring dengan tingginya laju pertumbuhan ekonomi.
“Asuransi umum sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi karena sebagian besar produk asuransi memberikan jaminan terhadap risiko pembangunan ekonomi,” kata Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor.
Julian mencontohkan misalnya proyek pembangunan pabrik di mana proyek itu sendiri dipengaruhi oleh kredit perbankan, namun kredit tersebut tidak akan cair jika tidak ada perusahaan asuransi yang menjamin. “Kita sangat terpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi. Bagaimana infrastruktur dibangun, makin banyak yang dibangun, makin banyak potensi premi,” ujar Julian.
Pemerintah tahun ini menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga industri asuransi juga diasumsikan akan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi juga.
“Asumsinya pertumbuhan ekonomi lebih besar, maka kami asumsikan kenaikan industri asuransi umum juga akan lebih tinggi, tentunya dengan asumsi pertumbuhan ekonomi tercapai, tidak terjadi revisi,” ujar Julian.
Meski, tumbuh melambat, asuransi umum masih bisa mencatatkan kinerja lebih baik dari perekonomian. Premi bruto industri asuransi umum pada triwulan I-2015 mencapai Rp13,9 triliun, tumbuh 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp12,7 triliun. “Ini tumbuh melambat dibandingkan triwulan I-2014 yang tumbuh 19,6 persen saat itu,” Julian

  • Baca juga: CBI Luncurkan Empat Solusi Credit Intelligence, Perluas Akses Kredit bagi 137 Juta Calon Debitur

Asuransi Jiwa Melesat

Berbeda dengan lini asuransi jiwa lebih. Seperti dicatat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dari hasil kinerja 50 anggotanya, pertumbuhan total pendapatan industri meningkat sebesar 15,9 persen atau senilai Rp 44,80 triliun. Pertumbuhan total pendapatan industri tersebut didorong oleh peningkatan total pendapatan premi sebesar 28,5 persen atau senilai lebih dari Rp 32,95 triliun. Adapun peningkatan total pendapatan premi secara signifikan juga didorong oleh peningkatan total premi bisnis baru dan total premi lanjutan.
“Total premi bisnis baru mengalami pertumbuhan sebesar 29,0 persen atau setara Rp 18,72 triliun – dan berkontribusi sebesar 56,8 persen dari total premi. Pertumbuhan ini juga jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan pada kuartal pertama tahun 2014 lalu,” kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim.
Seiring dengan pertumbuhan total premi bisnis baru, pendapatan premi dari total premi lanjutan juga meningkat sebesar 27,8 persen atau sekitar Rp 14,23 triliun, yang menggambarkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melanjutkan kepemilikan asuransi.
Nilai proteksi jangka panjang yang meningkat mendorong pengelolaan dana nasabah ke portofolio investasi juga meningkat. Ini tercermin dari total investasi yang mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah investasi industri asuransi jiwa pada kuartal pertama 2015 meningkat 28,2persen menjadi Rp 331,12triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Portofolio terbesar terdiri dari reksadana, efek (saham dan obligasi), deposito berjangka dan surat berharga negara.
Terkait dengan investasi, laporan AAJI mencatat pada kuartal pertama 2015 produk asuransi jiwa terkait investasi (unit link) masih merupakan kontributor terbesar total pendapatan premi sebesar 53,9 persen sementara produk tradisional menyumbang 46,1 persen. Sampai dengan akhir kuartal pertama 2015, total pendapatan premi yang diperoleh dari produk unit link mengalami pertumbuhan sebesar 24,4 persen sedangkan produk tradisional juga tumbuh sebesar 33,6 persen.
Produk unit link juga berkontribusi terhadap total premi bisnis baru sebesar 45,1 persen serta mengalami pertumbuhan yang sangat baik pada kuartal pertama 2015, yaitu meningkat sebesar 31,7 persen.
Kendati demikian, industri asuransi jiwa terus berkomitmen dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia di saat mereka membutuhkan. Komitmen tersebut dibuktikan dengan kenaikan pembayaran total klaim dan manfaat sebesar 57,8 persen atau sekitar Rp22,64 triliun pada kuartal pertama
2015.
Adapun sebagaian besar dari klaim yang dibayarkan industri berkaitan dengan klaim penarikan sebagian (partial withdrawal). “Penarikan sebagian tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan dikarenakan adanya peningkatan hasil investasi pada pasar modal Indonesia sehingga sebagian nasabah melakukan aksi profit taking,” ujar Hendrisman.
Sementara meningkatnya jumlah klaim medikal dan lainnya (medical & others) sebesar 37,9persen menjadi Rp 2,63 triliun pada kuartal pertama 2015 juga menunjukkan tingginya kebutuhan akan proteksi kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

  • Baca juga: Salurkan KUR Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026, BRI Fokus Biayai Sektor Produksi
 
 
 
 
 
Previous Post

Mengembalikan Khittah Kartu Kredit

Next Post

Beban Di Pundak Tito

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

CBI Luncurkan Empat Solusi Credit Intelligence, Perluas Akses Kredit bagi 137 Juta Calon Debitur

CBI Luncurkan Empat Solusi Credit Intelligence, Perluas Akses Kredit bagi 137 Juta Calon Debitur

by Stella Gracia
26 Oktober 2026 - 17:16

Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan empat solusi credit intelligence berbasis data dan AI untuk memperluas akses kredit bagi 137 juta...

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Salurkan KUR Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026, BRI Fokus Biayai Sektor Produksi

by Stella Gracia
26 Oktober 2026 - 16:15

BRI menyalurkan KUR sebesar Rp144,59 triliun kepada 2,76 juta debitur hingga Agustus 2026, dengan 68,38 persen pembiayaan mengalir ke sektor...

Pendaftar Haji Tumbuh 64 Persen, CIMB Niaga Syariah Perkuat Layanan Nasabah di Surabaya

Pendaftar Haji Tumbuh 64 Persen, CIMB Niaga Syariah Perkuat Layanan Nasabah di Surabaya

by Stella Gracia
26 Oktober 2026 - 15:13

CIMB Niaga Syariah menggelar Kajian Ruang Bermakna di Surabaya dan mencatat pertumbuhan pendaftar haji 64 persen hingga menempati peringkat tiga...

Hampir 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Kepala Bappenas Dorong Inovasi dan Industri Semikonduktor

Pembiayaan Pindar Tembus Rp106,94 Triliun, OJK Edukasi Generasi Muda Soal Risiko Kredit Digital

by Stella Gracia
26 Oktober 2026 - 09:13

OJK mengedukasi mahasiswa mengenai manfaat dan risiko pembiayaan digital di tengah lonjakan outstanding pindar Rp106,94 triliun dan BNPL Rp13,61 triliun....

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

by Sandy Romualdus
25 Oktober 2026 - 08:06

OJK mengapresiasi kesuksesan FinFest 2026 yang menghimpun dana Rp5 miliar, di mana Bank Jakarta menyabet predikat Booth Teredukatif dan Teratraktif....

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

by Sandy Romualdus
24 Oktober 2026 - 15:20

Bank Jakarta meraih Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 sebagai PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 pada ajang Jakarta Financial Festival 2026...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

IHSG Bangkit 4,9 Persen, OJK Perpanjang Relaksasi Buyback Saham dan Perketat Deteksi Transaksi

CBI Luncurkan Empat Solusi Credit Intelligence, Perluas Akses Kredit bagi 137 Juta Calon Debitur

Salurkan KUR Rp144,59 Triliun hingga Agustus 2026, BRI Fokus Biayai Sektor Produksi

Pendaftar Haji Tumbuh 64 Persen, CIMB Niaga Syariah Perkuat Layanan Nasabah di Surabaya

Hampir 30 Tahun Terjebak Middle Income Trap, Kepala Bappenas Dorong Inovasi dan Industri Semikonduktor

Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

Pembiayaan Pindar Tembus Rp106,94 Triliun, OJK Edukasi Generasi Muda Soal Risiko Kredit Digital

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BUMN Bersihkan dan Hijaukan Kawasan Muara Angke

BUMN Bersihkan dan Hijaukan Kawasan Muara Angke

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance