JAKARTA, Stabilitas— Employee engagement menjadi hal yang penting diperhatikan oleh manajemen perusahaan. Di samping meningkatkan kinerja pegawai, hal tersebut mampu mendorong business performance. Maka perusahaan perlu memerhatikan beberapa hal yang mampu meningkatkan employee engagement.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D Hadad dalam Executive Speech pada Acara Indonesia Employee Engagement Award yang digelar oleh Majalah Stabilitas, di Jakarta, Rabu (1/3) menyebutkan tiga hal penting yang mampu meningkatkan Employee Engagement.
“Pertama saya menekankan pentingnya leadership. Kepemimpinan yang kuat di dalam organisasi itu menjadi penting sebab leader biasanya memberikan perspektif mau dibawa kemana organisasi atau perusahaan kita,” kata Muliaman.
Dia berpendapat Kepemimpinan yang kuat di dalam organisasi menjadi penting sebab leader biasanya memberikan perspektif akan dibawa kemana organisasi atau perusahaan, perspektif menggambarkan cakupan berbagai hal yang dihadapi oleh perusahaan, kemudian perspektif ini memberikan kesempatan bagi employees untuk positioning masing-masing di dalam menyusun perjalanan ke depan perusahaan itu.
Selanjutnya adalah antusiasme karyawan. Hal ini dinilai mampu menghasilkan output kinerja yang baik. Kebanggaan menjadi karyawan suatu perusahaan itu menjadi satu hal yang penting walaupun kebangaan itu satu hasil, satu proses dari beberapa elemen yang mengakibatkan munculnya rasa bangga menjadi karyawan organisasi.
“Ini sangat straight power, sangat common sense orang begitu bangga menjadi karyawan kemudian antusias, ini tentu saja menjadi suatu engagement tinggi nantinya,” lanjut Muliaman.
Terakhir adalah adalah hubungan yang harmonis yakni membangun komunikasi yang baik. Ini juga menjadi satu elemen yang saling berkaitan satu sama lain. Pemimpin yang baik tentu saja bisa membangun iklim komunikasi yang baik dan komunikasi yang baik ini yang pada dasarnya mendorong engagement yang juga meningkat.
“Setiap perusahaan atau organisasi tentu saja dihadapkan dengan tantangannya sendiri-sendiri dengan environment masing-masing dan tentu saja memang di dalamnya dengan sendirinya memerlukan maping terhadap berbagai macam persoalan yang dihadapi oleh organisasi atau disebut sebagai environment scamming yang menjadin penting di satu organisasi,” jelasnya.
Walaupun demikian, pada dasarnya lingkungan dan tantangan terus berubah secara dinamis. Maka kemampuan dalam merespon hal tersebut menjadi keahlian yang harus dimiliki masing-masing individu dalam setiap organisasi.
“Tapi yang ingin saya sampaikan begini pada dasarnya setiap kita harus merespon perubahan yang terjadi. Perubahan pada lingkungan, yang ada dalam lingkungan organisasai bisa disebabkan oleh berbagai macam tetapi rasanya perubahan ini yang harus selalu diantisipasi dan diresponse cara memadai,” tutup Muliaman.
















