• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Sinergi Penta Helix di Industri Syariah

by Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00
299
VIEWS
Sinergi Penta Helix di Industri Syariah
0
SHARES
299
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah atau disingkat KNKS merupakan langkah strategis bagi pengembangan penerapan ekonomi syariah di Tanah Air. Meski lebih dari dua dekade berdiri, bank syariah yang menjadi institusi ikonik keuangan model baru, faktanya asetnya secara total belum mampu bergerak di atas 5 persen dari pangsa pasar konvensional. Bahkan salah satu lembaga asuransi syariah yang sedari awal sudah terbentuk justru terpaksa mengembalikan surat izinnya kepada otoritas berwenang, yakni Otoritas Jasa Keuangan.
Pelemahan ekonomi yang berlangsung hampir sepanjang tahuni ini dan disinyalir akan berlanjut pada 2017, tampaknya harus menjadi perhatian semua pihak. Terutama lembaga keuangan syariah (LKS), yang pada krisis moneter 1998 lalu telah memberikan bukti kemampuannya untuk bertahan dan menjadi percontohan bagi banyak entitas.
Kali ini, dengan prediksi yang sama namun dengan faktor yang kemungkinan lebih kompleks, bank syariah maupan lembaga non bank syariah perlu mencari strategi lain yang lebih kuat untuk bisa keluar dari ketidakpastian ekonomi nasional maupun global. Di antaranya dengan memperkuat sinergi penta helix sebagaimana ditawarkan Carayannis dan Campbell (2010, 2012). Sinergi ini melibatkan lima pihak yang biasanya menjadi 
stake holder penting dari suatu bisnis atau sektor usaha seperti pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas.
Pertama, akademisi atau perguruan tinggi. Bagi industri syariah, penguatan institusi perguruan tinggi sangat penting untuk turut mendorong penciptaan inovasi berbasis riset yang mumpuni. Guna menciptakan produkproduk baru yang benar-benar sesuai dengan arahan syariah dan tentu saja memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan pelayanan lembaga keuangan syariah.
Kedua, pelaku bisnis itu sendiri. Industri keuangan syariah harus terus terpacu untuk meningkatkan upaya kompetitifnya secara efektif. Dengan mengoptimalkan hubungannya dengan riset akademis agar kreatiftas yang dibangun tetap searah dengan tujuan ideal terbentuknya LKS sedari awal. Industri keuangan syariah juga harus memberi solusi bagi permasalahan keuangan masyarakat Indonesia berbasis studi empiris terhadap pelayanan yang dibutuhkan dan tujuan syariah (maqashid syariah).
Ketiga,
pemerintah. Dalam hal ini setelah pembentukan KNKS, pemerintah perlu secara tajam menginventarisir segala potensi yang dapat dikembangkan dari seluruh sumber daya yang ada. Untuk bersama-sama membangun perekonomian yang lebih sejahtera bagi semua pihak. Dengan azas keadilan, pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang memberikan kenyamanan. Dengan membuat aturan yang sehat dan terbuka. Agar seluruh masyarakat dapat memperoleh kesempatan yang sama dan sebesarbesarnya dalam mengakses sumbersumber ekonomi.
Keempat, komunitas atau masyarakat. Dengan peraturan yang kooperatif tersebut diharapkan peran masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk selalu berkontribusi aktif dalam membangun perekonomian. Masyarakat perlu dilibatkan dalam setiap agenda pemberdayaan agar manfaat ekonomisnya bergulir untuk semua lapisan, tanpa terkecuali tanpa terhalangi.
Kelima, Penguatan peran media. Sebagai entitas penting dan tak terpisahkan dari pembentukan gaya hidup (life style) masyarakat saat ini, media menjalankan peran utama yang sangat signifkan untuk senantiasa terlibat memberikan atmosfer yang baik bagi perekonomian. Selain itu, media turut menjaga agar informasi yang diserap masyarakat dan dijadikan sarana untuk mengambil keputusan ekonomisnya adalah informasi yang valid, relevan dan dapat diandalkan semua pihak. Sehingga pada akhirnya akan mempertinggi nilai ekonomi dan mengurangi resiko usaha yang dijalankan, karena terhindar dari berita yang tidak komprehensif (asymmetry information).
Kelima
penta helix ini masingmasing perlu dioptimalkan peranannya dan kemudian dipererat jalinan kerjasamanya. Tujuannya, agar ke depan segala hambatan dan tantangan yang dihadapi keuangan syariah khususnya pada 2017 yang rawan, menjadi dapat terbendung bahkan terselesaikan.
Dengan keterlibatan pihak-pihak dalam 
penta helix ini, pendekatan penerapan ekonomi syariah dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (life style approach) dapat lebih mudah untuk direalisasikan.
Selain itu, berbagai sektor selama ini yang belum banyak tergarap padahal memiliki dampak multiplier
(multiplier effects) yang besar, seperti pertanian dan kelautan diharapkan pada periode ke depan mendapat perhatian yang lebih besar. Sektor kelautan misalnya. Dengan wilayah laut lebih dari 70 persen dan potensi ekonomi lebih dari 1,2 milliar dolar AS, sepatutnya LKS Indonesia telah mulai serius merumuskan produk inovasi yang tepat untuk sektor ini.
Searah dengan visi misi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan usaha dan investasi di sektor tersebut, maka semestinya optimalisasi KNKS dan sinergi
penta helix ini dapat menjadi strategi efektif untuk mencapainya. Demikian pula sektor pertanian dan kehutanan, yang menurut data Badan Pusat Statistik mengalami pertumbuhan tahunan (year on year) cukup tinggi.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan
  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital
  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Masih Terselubung Ketidakpastian

Next Post

Agar Jaya di Sektor Maritim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance