BERITA TERKAIT
Pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah atau disingkat KNKS merupakan langkah strategis bagi pengembangan penerapan ekonomi syariah di Tanah Air. Meski lebih dari dua dekade berdiri, bank syariah yang menjadi institusi ikonik keuangan model baru, faktanya asetnya secara total belum mampu bergerak di atas 5 persen dari pangsa pasar konvensional. Bahkan salah satu lembaga asuransi syariah yang sedari awal sudah terbentuk justru terpaksa mengembalikan surat izinnya kepada otoritas berwenang, yakni Otoritas Jasa Keuangan.
Pelemahan ekonomi yang berlangsung hampir sepanjang tahuni ini dan disinyalir akan berlanjut pada 2017, tampaknya harus menjadi perhatian semua pihak. Terutama lembaga keuangan syariah (LKS), yang pada krisis moneter 1998 lalu telah memberikan bukti kemampuannya untuk bertahan dan menjadi percontohan bagi banyak entitas.
Kali ini, dengan prediksi yang sama namun dengan faktor yang kemungkinan lebih kompleks, bank syariah maupan lembaga non bank syariah perlu mencari strategi lain yang lebih kuat untuk bisa keluar dari ketidakpastian ekonomi nasional maupun global. Di antaranya dengan memperkuat sinergi penta helix sebagaimana ditawarkan Carayannis dan Campbell (2010, 2012). Sinergi ini melibatkan lima pihak yang biasanya menjadi stake holder penting dari suatu bisnis atau sektor usaha seperti pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas.
Pertama, akademisi atau perguruan tinggi. Bagi industri syariah, penguatan institusi perguruan tinggi sangat penting untuk turut mendorong penciptaan inovasi berbasis riset yang mumpuni. Guna menciptakan produkproduk baru yang benar-benar sesuai dengan arahan syariah dan tentu saja memperhatikan kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan pelayanan lembaga keuangan syariah.
Kedua, pelaku bisnis itu sendiri. Industri keuangan syariah harus terus terpacu untuk meningkatkan upaya kompetitifnya secara efektif. Dengan mengoptimalkan hubungannya dengan riset akademis agar kreatiftas yang dibangun tetap searah dengan tujuan ideal terbentuknya LKS sedari awal. Industri keuangan syariah juga harus memberi solusi bagi permasalahan keuangan masyarakat Indonesia berbasis studi empiris terhadap pelayanan yang dibutuhkan dan tujuan syariah (maqashid syariah).
Ketiga, pemerintah. Dalam hal ini setelah pembentukan KNKS, pemerintah perlu secara tajam menginventarisir segala potensi yang dapat dikembangkan dari seluruh sumber daya yang ada. Untuk bersama-sama membangun perekonomian yang lebih sejahtera bagi semua pihak. Dengan azas keadilan, pemerintah perlu menciptakan lingkungan yang memberikan kenyamanan. Dengan membuat aturan yang sehat dan terbuka. Agar seluruh masyarakat dapat memperoleh kesempatan yang sama dan sebesarbesarnya dalam mengakses sumbersumber ekonomi.
Keempat, komunitas atau masyarakat. Dengan peraturan yang kooperatif tersebut diharapkan peran masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk selalu berkontribusi aktif dalam membangun perekonomian. Masyarakat perlu dilibatkan dalam setiap agenda pemberdayaan agar manfaat ekonomisnya bergulir untuk semua lapisan, tanpa terkecuali tanpa terhalangi.
Kelima, Penguatan peran media. Sebagai entitas penting dan tak terpisahkan dari pembentukan gaya hidup (life style) masyarakat saat ini, media menjalankan peran utama yang sangat signifkan untuk senantiasa terlibat memberikan atmosfer yang baik bagi perekonomian. Selain itu, media turut menjaga agar informasi yang diserap masyarakat dan dijadikan sarana untuk mengambil keputusan ekonomisnya adalah informasi yang valid, relevan dan dapat diandalkan semua pihak. Sehingga pada akhirnya akan mempertinggi nilai ekonomi dan mengurangi resiko usaha yang dijalankan, karena terhindar dari berita yang tidak komprehensif (asymmetry information).
Kelima penta helix ini masingmasing perlu dioptimalkan peranannya dan kemudian dipererat jalinan kerjasamanya. Tujuannya, agar ke depan segala hambatan dan tantangan yang dihadapi keuangan syariah khususnya pada 2017 yang rawan, menjadi dapat terbendung bahkan terselesaikan.
Dengan keterlibatan pihak-pihak dalam penta helix ini, pendekatan penerapan ekonomi syariah dalam kehidupan masyarakat di Indonesia (life style approach) dapat lebih mudah untuk direalisasikan.
Selain itu, berbagai sektor selama ini yang belum banyak tergarap padahal memiliki dampak multiplier (multiplier effects) yang besar, seperti pertanian dan kelautan diharapkan pada periode ke depan mendapat perhatian yang lebih besar. Sektor kelautan misalnya. Dengan wilayah laut lebih dari 70 persen dan potensi ekonomi lebih dari 1,2 milliar dolar AS, sepatutnya LKS Indonesia telah mulai serius merumuskan produk inovasi yang tepat untuk sektor ini.
Searah dengan visi misi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan usaha dan investasi di sektor tersebut, maka semestinya optimalisasi KNKS dan sinergi penta helix ini dapat menjadi strategi efektif untuk mencapainya. Demikian pula sektor pertanian dan kehutanan, yang menurut data Badan Pusat Statistik mengalami pertumbuhan tahunan (year on year) cukup tinggi.















