BERITA TERKAIT
JAKARTA-PT Jasa Armada Indonesia (JAI) yang merupakan salah satu dari 12 anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau yang juga dikenal dengan sebutan Indonesia Port Corporation (IPC) tengah bersiap untuk melepas sebagian sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Proses IPO saat ini masih dalam tahap perijinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diharapkan sudah dapat dilaksanakan pada Desember 2017 mendatang. “Target kami sudah akan listing (pencatatan saham di BEI) pada Desember 2017,” ujar Direktur Utama JAI, Dawam Atmosudiro, di Jakarta, Selasa (7/11). Rencananya, menurut Dawam, jumlah saham JAI yang akan dilepas ke publik maksimal sebanyak 30 persen dari total saham perusahaan.
Nantinya dana hasil IPO, Dawam menjelaskan, bakal dimanfaatkan perusahaan untuk pengembangan usaha, yaitu dalam hal pemenuhan sebagian alat kerja. Diharapkan nantinya dana hasil IPO bakal bisa memenuhi minimal sekitar 60 sampai 65 persen kebutuhan alat kerja, sedangkan sisanya baru akan dipenuhi dari keuntungan bisnis perusahaan. Meski demikian, Dawam masih enggan untuk menyebut secara spesifik nominal target perolehan dana IPO yang telah dipatok perusahaan. “Nanti aka nada waktunya untuk kami sampaikan,” tutur Dawam. JAI sendiri merupakan anak usaha IPC yang khusus bergerak di bisnis jasa pandu dan tunda kapal di pelabuhan. Jasa pandu merupakan layanan pemanduan suatu kapal saat memasuki alur pelayaran menuju dermaga, sedangkan jasa tunda merupakan layanan untuk mengikat dan melepaskan tali kapal-kapal yang akan bersandar atau bertolak dari dermaga. Saat ini, JAI beroperasi di 12 pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo II, diantaranya meliputi Sumatera bagian Barat dan Selatan, Jawa bagian Barat, serta Kalimantan Barat. JAI kini juga tengah berencana melakukan ekspansi bisnis ke lima hingga enam daerah baru.
















