JAKARTA, Stabilitas – Kepemimpinan memegang peran penting pada era digital ini, tidak terbatas dalam transformasi teknologi saja. Namun jauh lebih penting adalah bagaimana pemimpin dapat mempersiapkan perusahaannya mampu terus beradaptasi dan berubah di tengah-tengah lingkungan bisnis yang baru.
“Dalam era ‘Zaman Now’ ini, tantangan utama para pemimpin saat ini adalah membangun kompetensi Sumber Daya Manusia yang adaptable dengan tantangan di era revolusi industri 4.0 atau era digital,” papar Subarjo Joyosumarto, Ketua STIE Indonesia Banking School di acara Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Revolusi Industri 4.0 IDigital) di Gedung Serbaguna, Kampus Bumi LPPI Kemang, Jakarta, Senin (7/5).
Hasil riset Global Human Capital Trend 2017 yang dilakukan Deloite membuktikan bahwa saat ini hanya lima persen organisasi di seluruh dunia yang merasa telah memiliki “Digital Leader“.
BERITA TERKAIT
Menurut Subarjo, tantangan terbesar bagi pemimpin saat ini adalah ketidakberanian mengambil risiko untuk memanfaatkan peluang baru Di era dimana perubahan berlangsung sedemikian cepat, ketakutan untuk mengadaptasi perubahan merupakan awal dari kegagalan dalam menyusun strategi yang benar.
“Keberanian mengambil risiko dalam mengadaptasi perubahan menjadi driver utama budaya kemepimpinan unggul di era digital,” ujar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia ini.
Selain Ketua STIE IBS Subarjo Joyosumarto, seminar ini juga menghadirkan pembicara utama Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Direktur Kepatuhan Bank Mandiri Agus Dwi Handaya dan Menristek Dikti Mohamad Nasir.
















