JAKARTA, Stabilitas.id — PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mencatatkan pertumbuhan signifikan yakni sebesar tiga kali lipat di tahun 2021 ini khusus wilayah Sumatra, dengan total penyaluran pendanaan mencapai 785 miliar rupiah, meningkat lebih dari 190% jika dibandingkan penyaluran di periode tahun 2020 yakni sebesar 269 miliar rupiah.
Selama beroperasi di Sumatra sejak tahun 2020, Amartha telah menjangkau lebih dari 186.000 mitra perempuan pengusaha mikro yang tersebar di 141 titik operasional di seluruh Sumatra, mulai dari Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Lampung, Jambi, dan lain-lain.
Hadi Wenas, Chief Commercial Officer Amartha menyampaikan, performa bisnis di Sumatra juga terbilang stabil, hal ini ditunjukkan dengan angka repayment rate wilayah Sumatra yang mencapai 99,92% di tahun 2021.
BERITA TERKAIT
“Amartha telah melakukan ekspansi ke pulau Sumatra sejak tahun 2020 lalu, tepat sebelum pandemi melanda Indonesia. Keputusan ekspansi ke luar pulau Jawa, salah satunya Sumatra merupakan keputusan yang tepat, karena performa bisnis di luar pulau Jawa justru mendominasi pertumbuhan bisnis Amartha di tahun 2021 ini, sehingga menghasilkan performa keuangan yang sehat dan stabil,”ujarnya.
Amartha juga mencatatkan peningkatan jumlah outstanding loan untuk wilayah Sumatra. Di tahun 2021, jumlah outstanding loan mencapai 552 miliar rupiah, lebih tinggi 208% jika dibandingkan jumlah outstanding loan tahun 2020 yang sebesar 179 miliar rupiah. Angka ini masih berpotensi terus bertambah seiring dengan peningkatan jumlah penyaluran pendanaan di wilayah Sumatra di sisa dua bulan terakhir tahun 2021 ini.
Sejalan dengan pertumbuhan bisnis Amartha di pulau Sumatra secara umum, provinsi Sumatra Selatan juga masuk sebagai salah satu provinsi di Sumatra dengan pertumbuhan paling pesat jika dibandingkan dengan tahun 2020 dengan jumlah pencairan sebesar 139 miliar rupiah.
M. Akib, Head of Micro Business Amartha wilayah Sumatra menyampaikan, hingga pertengahan bulan Oktober 2021, Amartha telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 38 ribu mitra perempuan pengusaha mikro di Sumatra Selatan.
“Kami mengerahkan lebih dari 1.000 tenaga lapangan yang tersebar di pulau Sumatra untuk memonitor perkembangan usaha para mitra. Ini merupakan salah satu strategi kami untuk memastikan kualitas pinjaman dari mitra, yang hasilnya dapat dilihat dari angka peningkatan penyaluran pendanaan wilayah Sumsel dari 54 miliar menjadi 139 miliar di tahun 2021,”ujar Akib.
Wilayah Sumatra Selatan juga mencatatkan pertumbuhan outstanding loan hingga tiga kali lipat dibandingkan periode tahun 2020, yakni 35 miliar rupiah dan 112 miliar rupiah di tahun 2021 ini. Beberapa wilayah binaan di Sumatra Selatan menunjukkan performa yang baik, sebut saja Banyuasin, Seberang Ulu, dan Kalidoni, yang tercatat memiliki repayment rate mencapai 100%.
Untuk mendukung akselerasi pengembangan UMKM di wilayah Sumatra Selatan, Amartha menjalin kolaborasi sinergis dengan Bank Sumsel Babel. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan MoU antara Amartha dengan Bank Sumsel Babel akhir Oktober 2021.

















