BI tahan BI Rate di 5,75% pasca RDG. Ekonom Senior Ryan Kiryanto sebut kebijakan ‘higher for longer’ tepat jaga rupiah di kisaran Rp17.800/US$.
Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) resmi memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berakhir hari ini, Rabu (19/8/2026).
- Baca juga: Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital
Keputusan tersebut sejalan dengan proyeksi mayoritas ekonom dan pelaku pasar yang menilai penahanan suku bunga sebagai langkah preemptive dan rasional di tengah tingginya sentimen ketidakpastian eksternal maupun domestik.
Ekonom Senior sekaligus Associate Faculty LPPI Ryan Kiryanto menyampaikan bahwa pertimbangan utama BI mempertahankan BI Rate adalah pergerakan nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif di kisaran Rp17.800 per dolar AS, meskipun secara bertahap menunjukkan sinyal perbaikan.
BERITA TERKAIT
“Keputusan ini sangat selaras dengan stance kebijakan moneter bank-bank sentral negara maju seperti The Fed, ECB, BoE, dan BoJ yang masih menahan suku bunga utama mereka. Di samping itu, efek penyesuaian BI Rate secara agresif pada Juni lalu membutuhkan waktu transmisi lebih panjang hingga akhir tahun,” ujar Ryan dalam analisanya, Rabu (19/8/2026).
Relevansi Stability Over Growth
Ryan menambahkan, persepsi positif pasar di dalam negeri belum pulih sepenuhnya akibat riak politik-hukum domestik serta aksi unjuk rasa di sejumlah daerah. Kondisi tersebut diperberat oleh outlook perekonomian Indonesia dari lembaga-lembaga pemeringkat internasional yang masih berada di zona negatif.
Dalam konteks ini, pedoman kebijakan (policy guidance) bernuansa stability over growth dinilai tetap krusial untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi pelaku usaha, sembari mengarahkan laju inflasi tahunan tetap terkendali pada kisaran target 2,5% ± 1% sepanjang 2026.
“BI sebaiknya tidak tergesa-gesa melonggarkan kebijakan moneter saat situasi belum kondusif. Sikap higher for longer untuk posisi BI Rate kemungkinan besar masih akan bertahan setidaknya hingga akhir tahun 2026,” pungkasnya.***

















