• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Capai 8,36 Persen, Inflasi 2014 Lebih Rendah

oleh Sandy Romualdus
2 Januari 2015 - 00:00
12
Dilihat
Capai 8,36 Persen, Inflasi 2014 Lebih Rendah
0
Bagikan
12
Dilihat

Jakarta – Inflasi di bulan Desember 2014 yang sebesar 2,46 persen membuat inflasi selama satu tahun mencapai 8,36 persen, lebih rendah dari inflasi 2013 yang sebesar 8,38 persen. Adapun inflasi year on year mencapai 8,36 persen sementara inflasi inti tercatat 1,01 persen dengan YoY mencapai 4,93 persen.

“Dibandingkan 2013 lebih rendah sedikit sebab sama-sama ada kenaikan BBM pada Juni sehingga Juli meningkat,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin di Jakarta, Jumat (2/1).

  • Baca juga: Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

Dia menjelaskan, dari 82 kota IHK (indeks harga konsumen), inflasi tertinggi terjadi di Merauke, Provinsi Papua sebesar 4,53 persen dan terendah di Meulaboh, Aceh sebesar 1,17 persen. Tercatat, semua kota mengalami inflasi. “Secara menyeluruh, sebagian besar inflasinya di atas 2 persen,” katanya.

BERITA TERKAIT

Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi tertinggi di Desember 2014 ialah sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,06 persen. Kemudian disusul bahan makanan sebesar 0,64 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,35 persen, serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar sebesar 0,31 persen. Jika dibandingkan dengan

“Jadi transportasi, ada yang menaikkan (biaya) di akhir November dan sebagian di Desember jadi dampaknya ke subsektor transportasi menjadi tinggi. Tentu berdampak ke makanan makanan jadi dan sebagainya sebagai akibat dari transportasi,” ucap Suryamin.

  • Baca juga: Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

Lima besar penyumbang inflasi Desember ialah bensin sebesar 0,52 persen, tarif angkutan dalam kota sebesar 0,31 persen, beras sebesar 0,17 persen, cabai merah 0,16 persen, dan tarif listrik 0,15 persen. Kemudian diikuti cabai rawit, ikan segar, tarif angkutan antar kota, tarif angkutan udara, dan komoditas lainnya.

Sementara untuk inflasi nasional selama 2014, komoditas yang harganya diatur pemerintah yakni bensin juga mempunyai andil tersbesar mencapai 1,04 persen, diikuti dengan tarif listrik sebesar 0,64 persen. Menyusul komoditas lainnya yakni angkutan dalam kota sebesar 0,63 persen, cabai merah sebesar 0,43 persen, beras sebesar 0,38 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,37 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,22 persen, cabai rawit sebesar 0,19 persen,nasi dengan lauk sebesar 0,18 persen, rokok kretek filter sebesar 0,15 persen, dan komoditas lainnya.

Meski begitu, Suryamin melihat perekonomian nasional masih dalam kondisi yang baik. Indikatornya inflasi inti masih lebih rendah dari inflasi umum. “Kalau melihat tahunan dimana inflasi inti lebih rendah dari inflasi umum, ekonomi secara kesleuruhan masih normal karena inflasi dipengaruhi indikator makro yang umum apakah nilai tukar dan sebagainya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Suryamin mengatakan, lebih besarnya angka inflasi ketimbang perkiraan Bank Indonesia yang di kisaran 8,1 persen-8,2 persen terpengaruh karena pelemahan rupiah. Rupiah yang melemah membuat impor tertahan sehingga komoditi yang masih diimpor ikut menyumbang inflasi.

  • Baca juga: RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

“Karena melemahnya rupiah yang diimpor terjadi penurunan, seperti elektronik dan kosmetik yang juga masuk perhitungan inflasi, hanya tidak saya sebutkan karena andilnya hanya 0,01 persen,” tuturnya.

Meski begitu, Suryamin mengatakan, banyak komoditi lain yang menyumbang inflasi dengan besaran 0,01 persen. “Kalau dijumlahkan ada puluhan komoditi lain yang andil 0,01 persen, sebagai contoh daging sapi masih diimpor, kemudian buncis, kacang panjang, cabai hijau, pisang, melon dan lainnya,” katanya.

Tags: bbm,inflasi
 
 
 
 
 
Sebelumnya

“Asuransi” di Pintu Ka’bah

Selanjutnya

Tekan Defisit Neraca, Pemerintah Dorong Produk Premier

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

oleh Sandy Romualdus
21 Agustus 2026 - 12:08

Menkeu Purbaya tinjau pengungsian gempa M 7,7 di NTT. Kemenkeu Peduli salurkan bantuan Rp 565,2 juta & siapkan anggaran susulan...

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

oleh Sandy Romualdus
21 Agustus 2026 - 12:04

Menkeu Purbaya dan pimpinan Komisi XI DPR RI tinjau pengungsi gempa NTT. Pemerintah & DPR jamin anggaran pemulihan pascabencana berlanjut....

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

oleh Sandy Romualdus
21 Agustus 2026 - 11:59

RAPBN 2027 patok target ekonomi 6% & pangkas defisit ke 2,4% PDB. Wamenkeu Suahasil beberkan peran Danantara hingga 10 Agenda...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2026 - 11:51

Bank Indonesia catat ULN Indonesia Q2/2026 sebesar US$453,4 miliar (tumbuh 4,4% yoy). Rasio ULN terhadap PDB terjaga aman dan sehat...

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 12:36

Bank Indonesia buka Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC. Gandeng 27 K/L dan 550+ UMKM, KKI dorong UMKM bangkit,...

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 07:22

Semen Gresik raih Top Brand Award 2026 kategori semen. Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni sebut raihan ini bukti kepercayaan publik...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

Kolaborasi Bank BSN dan BAZNAS, ZIS Bakal Mudah Dibayar Lewat Bale Syariah

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

Sabet IACA Award 2026, BI Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi

Terintegrasi Aplikasi OCTO, KKI Ritel CIMB Niaga Fasilitasi Pembayaran QRIS

Rasio LaR Turun 145 Bps, BRI Jaga NPL Coverage Tebal di Level 179,45%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Asmawi Syam Diangkat Jadi Plt Dirut BRI

Asmawi Syam Diangkat Jadi Plt Dirut BRI

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance