BERITA TERKAIT
Tiga hari lagi PT Superkrane Mitra Utama Tbk bakal segera melepas dan mencatatkan sahamnya (listing) di bursa saham Indonesia. Sebelumnya, proses penawaran umum perdana saham(Initial Public Offering/IPO)nya telah dilakukan pada tanggal 3 hingga 5 Oktober 2018 lalu dengan harga pelaksanaan telah ditetapkan sebesar Rp700 per saham. Hasil penawaran sangat menggembirakan, di mana saham Superkrane tercatat kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 991 persen atau hampir mencapai 11 kali lipat dari jumlah saham yang bakal dilepas. “Sesuai rencana jumlah saham yang dilepas adalah 300 juta saham atau setara dengan 20 persen dari total saham ditempatkan pasca IPO. Dari jumlah itu, ada oversubscribed hingga 991 persen,” ujar Head of Investment Banking UOB Kay Hian Sekuritas, John Octavianus, di Jakarta, Senin (8/10).
Dengan melepas 20 persen sahamnya ke publik dengan harga pelaksanaan sebesar Rp700 per saham, maka dengan begitu dari keseluruhan proses IPO nantinya pihak Superkrane bakal meraup dana sekitar Rp210 miliar. Tingginya angka oversubscribed disebut John setidaknya dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu keterkaitan kinerja bisnis perusahaan dengan program pembangunan infrastruktur pemerintah, kedua adalah posisi Superkrane sebagai perusahaan persewaan crane terbesar di Indonesia serta kenyataan bahwa setelah dihitung dengan seksama, valuasi saham IPO Superkrane dianggap masih relatif murah. “IPO Superkrane ini sangat menarik di tengah kondisi pasar yang kini sedang volatile, namun dengan minat investor yang masih relatif kuat. Sehingga seluruh saham IPO perusahaan dapat terserap dengan valuasi yang maksimal,” tutur John.















