• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Editorial : Kripto, CBDC, dan Keambiguannya

oleh Sandy Romualdus
14 Juli 2022 - 09:12
42
Dilihat
Bappebti Awasi Pelaku Usaha Aset Kripto di Indonesia
0
Bagikan
42
Dilihat

SUDAH sejak beberapa tahun belakangan ini Bank Indonesia sejatinya sudah disibukkan oleh perkembangan yang terjadi di perekonomian. Kebijakan menangkal dampak pandemi mungkin salah satu dari persoalan yang menjadi perhatian utama otoritas. Namun demikian, ada masalah lain yang tidak kalah menuntut perhatian ekstra. Ya, perkembangan teknologi blockchain.

Perkembangan teknologi ini, boleh dibilang telah lebih dulu mencuat dibanding teknologi digital yang marak tiga tahun belakangan. Teknologi yang disebu-sebut sebagai internet generasi kedua itu lahir pada 2009 lalu, bersamaan dengan kemunculan bitcoin, dari seseorang yang memiliki nama di dunia maya Satoshi Nakamoto. Dengan blockchain, seseorang tidak membutuhkan institusi perantara untuk melakukan transfer dana ke pihak lain, dalam waktu lebih singkat, biaya lebih murah, dan bahkan jauh lebih aman.

Blockchain, dalam bahasa sederhana adalah basis data global online—yang bisa dipakai siapa saja di seluruh dunia yang terkoneksi internet. Tak seperti basis data lain yang biasanya dimiliki oleh institusi tertentu seperti bank atau pemerintah, blockchain tidak dimilik siapa-siapa. Hal itu membuatnya lebih transparan karena bisa diakses oleh siapa saja.

Bank sentral lantas saja memberikan sorotan yang cukup intensif pada teknologi tersebut. Sebabnya tentu karena teknologi yang diwakili oleh kehadiran mata uang digital atau cryptocurrency berpotensi ‘mengganggu’ keberadaan fiat money yang digunakan saat ini.

BERITA TERKAIT

Pasar Tokenisasi Melonjak, OJK Matangkan Sandbox dan Tata Kelola Digital

Kolaborasi OJK–PPATK–BSSN Dibentuk untuk Perangi kejahatan Siber dan TPPU

BI: Ekosistem Riset Jadi Fondasi Hadapi Geopolitik, Iklim, dan Digitalisasi

OJK Rilis Pedoman Keamanan Siber untuk Perdagangan Aset Keuangan Digital

Akan tetapi berhadapan frontal dengan cara melarangnya tentu tidak akan efektif di tengah zaman teknologi yang penuh keterbukaan ini. Maka dari itu, alih-alih membuat aturan yang memblokade mata uang kripto tersebut, bank sentral memilih untuk menghadirkan versi mereka sendiri.

Strategi ini tampaknya dilakukan oleh hampr semua bank sentral di dunia tak terkecuali Bank Indonesia. Bahkan BI mendapatkan kesempatan lebih luas dalam meminta agar banyak negara di dunia segera mengaplikasikannya sembari menyiapkan mitigasi atas risiko-risiko yang bakal muncul, terkait kepemimpinan Indonesia dalam G20 tahun ini.

BI juga meminta agar negara-negara di dunia juga menyiapkan sistem dan infrastruktur agar mata uang digital yang dilansir nanti bisa berlaku lintas negara. Serta tidak lupa menentukan mekanisme kurs masing-masing.

Penerbitan mata uang digital resmi yang diinisiasi oleh otoritas menemukan momentumnya ketika aset-aset kripto yang sudah beredar sudah memberikan bukti bahwa mereka tidak stabil dan rawan penurunan nilai secara tajam. Artinya, cryptocurrency yang digadang-gadang bisa menggantikan uang kertas atau dana-dana yang dikelola oleh sistem moneter konvesional itu ternyata menyimpan risiko yang tidak main-main.

Menurut sebuah laman badan yang mengembangkan cryptocurrency versi otoritas asal AS, mata uang digital bank sentral (CBDC) adalah bentuk digital dari mata uang fiat suatu negara yang juga merupakan klaim pada bank sentral. Alih-alih mencetak uang, bank sentral menerbitkan koin elektronik atau rekening yang didukung oleh kepercayaan dan kredit penuh dari pemerintah.

Akan tetapi agak ambigu jika nanti, bank-bank sentral dunia memang benar akan menerbitkan mata uang digital seperti halnya cryptocurrency yang sudah beredar. Sebagaimana diketahui mata uang kripto seperti bitcoin, etherium, dogde atau apapun namanya itu, dioperasikan di atas platform blockchain. Itu artinya peredarannnya tidak bisa dikontrol dan dikendalikan oleh satu pihak apalagi otoritas. Karena memang itu tujuan awalnya.

Nah, ketika otoritas moneter menerbitkan CBDC, berarti ada pihak yang akan mengontrol dan mengendalikan pergerakannya. Di satu sisi ini sangat bagus karena masyarakat pengguna bisa terjaga dari kejatuhan dan kerugian. Namun di sisi lain justru mengaburkan tujuan awal dihadirkannya mata uang digital berbasis blockchain.

Ketika cryptocurrency itu dihadirkan oleh penemunya untuk menjadi antithesis dari uang yang beredar yang selama ini kita kenal, dan bertujuan untuk mendesentralisasi transaksi, CBDC justru diluncurkan dan dikontrol oleh otoritas.

Ada banyak alasan untuk mengeksplorasi mata uang digital, dan motivasi berbagai negara untuk menerbitkan CBDC bergantung pada situasi ekonomi mereka. Beberapa motivasi umum adalah: mempromosikan inklusi keuangan dengan menyediakan akses uang yang mudah dan aman bagi populasi yang tidak memiliki rekening bank dan tidak memiliki rekening bank; memperkenalkan persaingan dan ketahanan di pasar pembayaran domestik, yang mungkin memerlukan insentif untuk menyediakan akses uang yang lebih murah dan lebih baik; meningkatkan efisiensi pembayaran dan menurunkan biaya transaksi; menciptakan uang yang dapat diprogram dan meningkatkan transparansi aliran uang; dan menyediakan aliran kebijakan moneter dan fiskal yang lancar dan mudah.***

Tags: CBDCEditorialKripto
 
 
 
 
Sebelumnya

Stabilitas Edisi 187 : Babak Baru Bank Sentral Vs Uang Digital

Selanjutnya

Gaya Kerja Baru “HyWork” CIMB Niaga Raih iNews Maker Award 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Gaya Kerja Baru “HyWork” CIMB Niaga Raih iNews Maker Award 2022

Gaya Kerja Baru “HyWork” CIMB Niaga Raih iNews Maker Award 2022

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance