• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Ekonomi Global Melambat ke 3,0%, Standard Chartered Sebut Indonesia Tetap Resilien di Level 5,3%

oleh Stella Gracia
13 Agustus 2026 - 17:35
29
Dilihat
Ekonomi RI Kuartal I/2026 Melesat 5,61%, Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Motor
0
Bagikan
29
Dilihat

Standard Chartered menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 jadi 5,3%. Kontras dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang dipangkas ke 3,0%.

Stabilitas.id – Bank internasional Standard Chartered merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2026 menjadi 5,3%, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,2%. Revisi optimistis ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik serta laju investasi yang berlanjut di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global.

  • Baca juga: Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

Kenaikan proyeksi ekonomi Indonesia ini bertolak belakang dengan kondisi global. Dalam ajang Global Research Briefing (GRB) Semester II-2026 bertajuk A Test of Resilience di Jakarta, Standard Chartered justru memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2026 menjadi 3,0% dari estimasi sebelumnya sebesar 3,4%.

Pelemahan prospek global dipicu oleh tereskalasinya konflik geopolitik di Timur Tengah, volatilitas harga energi, ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional, serta tingginya premi risiko pasar keuangan dunia.

BERITA TERKAIT

Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Swasta Jadi Penopang Utama

Senior Economist Standard Chartered Indonesia, Aldian Taloputra menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia diperkirakan tetap menjadi salah satu yang paling tangguh di kawasan ASEAN dan Asia Selatan, bersanding dengan India yang tidak terlalu bergantung pada pasar ekspor eksternal.

“Kami meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,3% dari sebelumnya 5,2% pada 2026, terutama ditopang oleh permintaan domestik dan investasi,” kata Aldian dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Aldian menambahkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap terakselerasi berkat daya beli masyarakat yang terjaga, kebijakan fiskal pemerintah yang ekspansif, serta stimulus program prioritas nasional. Dari sisi investasi, sektor hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur pangan dan energi, investasi digital, serta proyek strategis nasional (PSN) terus menjadi pendorong utama.

Standard Chartered juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan investasi swasta dan Foreign Direct Investment (FDI) untuk menutupi ruang fiskal pemerintah yang kian terbatas, mengingat total utang pemerintah dilaporkan menembus Rp 10.293 triliun per Juni 2026 (rasio 41,26% terhadap PDB).

  • Baca juga: Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

Inflasi Terjaga dan Arah Kebijakan Moneter Bank Indonesia

Meskipun terdapat risiko tekanan inflasi impor (imported inflation) akibat gejolak harga energi global, Standard Chartered memperkirakan inflasi Indonesia pada 2026 akan berada di kisaran 3,4%. Tingkat inflasi ini dinilai masih berada dalam koridor sasaran Bank Indonesia sehingga tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan.

Ditinjau dari sisi moneter, Bank Indonesia (BI) diproyeksikan bakal tetap berhati-hati (cautious) dalam menetapkan arah suku bunga acuan guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. BI diperkirakan lebih mengoptimalkan instrumen makroprudensial dan penyediaan likuiditas untuk mendukung saluran kredit perbankan.

Reorganisasi Rantai Pasok Lintas Negara dan Pembiayaan Berkelanjutan

Head of Corporate & Investment Banking Standard Chartered Indonesia, Amit Verma menambahkan bahwa pergeseran peta geopolitik global telah mendorong korporasi multinasional melakukan diversifikasi rantai pasok (supply chain relocation) dan memperluas investasi lintas negara.

“Indonesia berada pada posisi yang sangat menguntungkan untuk memanfaatkan perubahan struktural tersebut. Kebutuhan dunia usaha saat ini berkembang pesat, tidak hanya pada pembiayaan konvensional, tetapi mencakup solusi treasury, pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), hingga pembiayaan lintas batas (cross-border financing),” jelas Amit.

Standard Chartered menegaskan kesiapannya dalam mendampingi korporasi Indonesia mengakses sumber pendanaan global, memitigasi risiko keuangan, serta memfasilitasi ekspansi bisnis di pasar regional maupun internasional. ***

  • Baca juga: Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Ringkasan Proyeksi Makroekonomi & Indikator Finansial Standard Chartered (2026)

Parameter Ekonomi & Indikator Proyeksi Lama Proyeksi Baru (2026) Faktor Pendorong Utama / Catatan Risiko
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,2% 5,3% Konsumsi rumah tangga solid, hilirisasi, FDI, & belanja proyek prioritas.
Pertumbuhan Ekonomi Global 3,4% 3,0% Geopolitik Timur Tengah, kenaikan harga energi, & fragmentasi perdagangan.
Proyeksi Inflasi Indonesia – 3,4% Terjaga dalam sasaran BI, meski dibayangi kenaikan biaya impor energi.
Kebijakan Moneter Bank Indonesia – Berhati-hati (Prudent) Menjaga stabilitas Rupiah & mendorong kredit lewat makroprudensial.
Fokus Pembiayaan Korporasi – Cross-Border & ESG Sustainable finance, solusi treasury, & relokasi rantai pasok global.
Tags: Aldian TaloputraGlobal Research BriefingGrowth Target Indonesia 2026Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026Standard Chartered Indonesia
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Laba Bersih IFG Life Melonjak 162,9% Jadi Rp 482,12 Miliar di 2025, RBC Terjaga 180,16%

Selanjutnya

Perkuat Ekosistem Konsumer & Digital, BNI wondrX 2026 Tebar Bunga KPR Spesial Hingga KKB 0%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

oleh Stella Gracia
20 Agustus 2026 - 07:22

Semen Gresik raih Top Brand Award 2026 kategori semen. Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni sebut raihan ini bukti kepercayaan publik...

Mereka Butuh Pengakuan, Bukan Financial

Pegang Teguh Stability over Growth, BI Fokus Amankan Target Inflasi dan Stabilitas Moneter

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 15:52

BI tahan BI Rate di 5,75% pasca RDG. Ekonom Senior Ryan Kiryanto sebut kebijakan 'higher for longer' tepat jaga rupiah...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Serapan Kenaikan Bunga Juni Belum Optimal, Motto Stability Over Growth Masih Relevan Bagi BI

oleh Sandy Romualdus
19 Agustus 2026 - 05:11

Jelang RDG BI, Ekonom Senior yang juga Associate Faculty LPPI Ryan Kiryanto prediksi BI Rate bertahan di 5,75%. Prinsip stability...

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

BNI Bawa Danantara Housing Expo Lebih Dekat dengan Masyarakat

oleh Sandy Romualdus
16 Agustus 2026 - 10:52

BNI menghadirkan booth Danantara Housing Expo 2026 di Grha BNI, Jakarta, untuk memperkenalkan program serta solusi pembiayaan perumahan kepada karyawan...

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 200 BTS Terdampak dan Sinyal Tiga Operator Terganggu

oleh Sandy Romualdus
15 Agustus 2026 - 16:42

Komdigi pantau pemulihan 200 BTS seluler terdampak gempa M 7,7 di NTT. Layanan Telkomsel, XLsmart, dan Indosat terganggu di 10...

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

Lanjutan Sukses ORI030, Sukuk Ritel SR025 Ditargetkan Garap Potensi Reinvestasi Investor

oleh Stella Gracia
14 Agustus 2026 - 09:27

Kementerian Keuangan rilis Sukuk Ritel SR025 pada 21 Agustus–16 September 2026. Indef sebut prospek SR025 kuat usai rekor penjualan ORI030...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Perkuat Ekosistem Konsumer & Digital, BNI wondrX 2026 Tebar Bunga KPR Spesial Hingga KKB 0%

Perkuat Ekosistem Konsumer & Digital, BNI wondrX 2026 Tebar Bunga KPR Spesial Hingga KKB 0%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance