Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kian agresif dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis inti perusahaan. Di tengah urgensi perubahan iklim, SIG menempatkan keberlanjutan sebagai keunggulan kompetitif yang mendukung stabilitas operasional sekaligus efisiensi perusahaan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa transformasi hijau yang dijalankan perseroan telah membuktikan bahwa kinerja keberlanjutan berjalan selaras dengan produktivitas bisnis.
“Melalui berbagai inisiatif strategis, SIG membuktikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kinerja bisnis, bahkan memperkuat ketahanan operasional perusahaan,” ujar Vita dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).
BERITA TERKAIT
Optimalisasi Bahan Bakar Alternatif
Salah satu pilar utama transformasi hijau SIG adalah optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif. Perusahaan secara konsisten mengganti ketergantungan pada batu bara dengan material berbasis limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Sepanjang 2025, SIG mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam pemanfaatan bahan bakar alternatif:
-
Peningkatan Volume: Pemanfaatan bahan bakar alternatif meningkat 24% menjadi 681 ribu ton.
-
Reduksi Batu Bara: Inisiatif ini berhasil mengurangi penggunaan batu bara hingga 467 ribu ton.
-
Efisiensi: Thermal substitution rate (TSR) mencapai 9,77%.
Langkah ini tidak hanya menekan emisi gas rumah kaca (GRK), tetapi juga memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan material biomassa dari sektor pertanian.
Dekarbonisasi dan Energi Bersih
Selain substitusi bahan bakar, SIG terus memperluas pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai unit operasional. Perseroan juga mengandalkan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang pabrik menjadi energi listrik.
Strategi ini membuahkan hasil signifikan dalam penurunan intensitas emisi karbon:
-
Emisi GRK Cakupan 1: Turun 21% dibandingkan baseline 2010.
-
Emisi GRK Cakupan 2: Turun 15% dibandingkan baseline 2019.
Reklamasi dan Pengakuan Lingkungan
Di sektor pertambangan, SIG menuntaskan tanggung jawabnya melalui pemulihan ekosistem lahan pascatambang. Hingga akhir 2025, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 628 hektare yang tersebar di seluruh area operasional.
Komitmen lingkungan ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah berupa enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup yang disematkan kepada sejumlah pabrik semen SIG dan entitas anak.
Ke depan, SIG menegaskan akan terus mempercepat transformasi industri bahan bangunan dengan pendekatan yang lebih efisien dan inovatif. Perseroan berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pemimpin pasar dari sisi volume, tetapi juga menjadi pelopor dalam praktik industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
















