Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan peran krusial perempuan sebagai pilar utama perekonomian nasional. Hal tersebut ia sampaikan dalam Peringatan Hari Kartini di lingkungan Kementerian Keuangan yang mengusung tema “Perempuan Hebat, Indonesia Kuat”, Selasa (21/4/2026).
Purbaya merefleksikan peran perempuan dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. Menurutnya, sosok ibu adalah “Menteri Keuangan” sesungguhnya dalam keluarga karena kemampuannya dalam mengelola anggaran dan disiplin dalam membelanjakan dana.
“Kalau di kehidupan berumah tangga, siapa yang paling tahu soal anggaran? Siapa juga yang paling disiplin jaga belanja? Jawabannya hampir pasti ibu,” ujar Menkeu.
BERITA TERKAIT
Kartini dan Spirit Kesempatan
Menkeu mengajak seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk tidak sekadar merayakan seremonial Hari Kartini, tetapi memaknai perjuangan tokoh emansipasi tersebut sebagai upaya membuka kesempatan yang luas bagi perempuan.
“Kartini tidak hanya soal emansipasi, Kartini bicara soal kesempatan. Kesempatan untuk berpikir, kesempatan untuk belajar, kesempatan untuk berperan. Dan pesan beliau yang sangat jelas adalah, kalau perempuan tertinggal, bangsa tidak akan maju,” tegas Purbaya.
Peran dalam UMKM dan Investasi
Purbaya memaparkan data konkret mengenai kontribusi perempuan terhadap ekonomi nasional. Mengingat lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja, perempuan memegang peran mayoritas sebagai pelaku usahanya.
“Artinya jelas, perempuan bukan hanya pelaku ekonomi, perempuan adalah penopang ekonomi,” imbuhnya.
Tak hanya di sektor riil, partisipasi perempuan di sektor keuangan pun mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data Kemenkeu, jumlah investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel telah melampaui 500 ribu orang, di mana sekitar 9 persen di antaranya adalah ibu rumah tangga.
“Ini adalah bentuk emansipasi baru. Ketika perempuan paham keuangan, dia melindungi keluarga dari risiko. Dia menciptakan masa depan yang lebih pasti,” ungkap Purbaya.
Komitmen Keberlanjutan
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga memberikan apresiasi kepada satuan kerja di lingkungan Kementerian Keuangan yang dinilai berhasil menerapkan praktik eco-office (kantor ramah lingkungan). Penghargaan ini menjadi simbol komitmen kementerian terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan kerja.
Menutup arahannya, Purbaya menyampaikan optimismenya bahwa kekuatan bangsa Indonesia sangat bergantung pada ketahanan ekonomi setiap keluarga, yang di dalamnya terdapat peran besar perempuan.
“Saya percaya perempuan hebat untuk Indonesia kuat,” tutup Menkeu. ***

















