Stabilias.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan respons positif meski Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan untuk melanjutkan pembekuan sementara terhadap indeks saham Indonesia. Otoritas bursa menilai langkah MSCI sebagai bagian dari proses evaluasi konstruktif atas reformasi pasar modal yang sedang berjalan.
Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan dialog langsung dengan MSCI pada 16 April 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas dan transparansi pasar modal Indonesia sesuai standar global.
“Kami mengapresiasi empat proposal utama yang telah kami sampaikan bersama para pemangku kepentingan—meliputi peningkatan transparansi kepemilikan, klasifikasi investor yang lebih granular, kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta roadmap peningkatan minimum free float—telah memperoleh pengakuan dari MSCI sebagai langkah yang konstruktif,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (22/4/2026).
BERITA TERKAIT
Status Pembekuan MSCI
Dalam pengumuman resminya pada 20 April 2026, MSCI menyatakan tengah melakukan asesmen mendalam terhadap ruang lingkup, konsistensi, dan efektivitas sumber data baru hasil reformasi Indonesia. Asesmen ini ditujukan untuk menentukan free float dan penilaian investability secara lebih komprehensif.
Selama masa peninjauan untuk tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan untuk mempertahankan langkah-langkah restriktif sebagai berikut:
-
Pembekuan FIF dan NOS: Tidak ada peningkatan pada Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS).
-
Tidak Ada Penambahan: Tidak menerapkan penambahan saham ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
-
Tidak Ada Migrasi: Tidak menerapkan migrasi naik antarsegmen, termasuk dari Small Cap ke Standard Index.
Selain itu, MSCI juga akan menghapus saham yang teridentifikasi memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi serta berpotensi menggunakan data pemegang saham di atas 1 persen untuk menyesuaikan estimasi free float emiten.
Komitmen Jangka Panjang
Jeffrey menegaskan bahwa BEI tetap optimistis terhadap arah reformasi pasar modal yang telah dijalankan. Pihaknya akan terus memperkuat komunikasi dengan lembaga penyedia indeks serta investor global guna menyerap masukan.
“Bursa yakin langkah strategis tersebut akan meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat integritas pasar, dan menjadikan posisi pasar modal Indonesia lebih kompetitif di kancah global,” tambahnya.
Langkah reformasi yang digulirkan otoritas pasar modal Indonesia saat ini memang diproyeksikan sebagai upaya fundamental untuk menciptakan pasar yang lebih transparan dan kredibel. Fokus pada peningkatan batas minimum free float dan transparansi kepemilikan saham diharapkan dapat menarik aliran modal asing yang lebih berkualitas dan jangka panjang di masa depan. ***






.jpg)










