Fortune Indonesia rilis daftar Fortune Indonesia 100 edisi 2026. BCA, BRI, dan Bank Mandiri kuasai 3 besar laba bersih terbesar, geser Pertamina.
Stabilitas.id – Majalah bisnis Fortune Indonesia resmi merilis daftar pemeringkatan seratus perusahaan terbesar di Indonesia, “Fortune Indonesia 100” untuk edisi tahun 2026. Pemeringkatan edisi kelima ini mencerminkan eskalasi skala bisnis yang kian tinggi di tanah air, ditandai dengan lonjakan ambang batas (threshold) pendapatan minimal sebesar Rp 12,31 triliun pada tahun fiskal 2025.
Persyaratan pendapatan minimal untuk menembus daftar prestisius ini melonjak hampir 46% dibandingkan edisi perdana (kinerja 2021) yang kala itu berada di level Rp 8,41 triliun. Secara rata-rata, nilai batas masuk Fortune Indonesia 100 tumbuh dengan laju Compound Annual Growth Rate (CAGR) mencapai 10% per tahun.
Perubahan paling fundamental dalam rilis Fortune Indonesia 100 tahun ini terlihat pada peta perolehan laba bersih. Tiga bank besar milik BUMN dan swasta, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), secara mengejutkan menyapu bersih posisi tiga besar.
BERITA TERKAIT
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan lompatan impresif dari posisi ke-10 pada edisi 2025 langsung bertengger di peringkat pertama dengan raihan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 57,54 triliun. Lompatan BCA sukses menggeser PT Pertamina (Persero) yang harus turun ke posisi keempat dengan catatan laba bersih Rp 56,23 triliun.
BRI menyusul di peringkat kedua dengan laba bersih Rp 56,65 triliun (naik dari posisi ketiga pada 2025). Sementara Bank Mandiri menduduki peringkat ketiga dengan laba bersih Rp 56,29 triliun, naik dua peringkat dibanding posisi edisi sebelumnya. Di sisi lain, PT Astra International Tbk (ASII) turun ke peringkat kelima dengan raihan laba bersih Rp 32,77 triliun.
Editor in Chief Fortune Indonesia, Hendra Soeprajitno menyampaikan bahwa meski 66% perusahaan di dalam daftar berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan, hanya 49 perusahaan yang sanggup mencetak pertumbuhan laba bersih. Sebanyak 51 perusahaan sisanya justru mengalami koreksi laba.
“Pertumbuhan pendapatan belum otomatis diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba di tengah dinamika biaya operasional dan gejolak ekonomi,” tegas Hendra dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).
Kontribusi 26,1% PDB
Secara keseluruhan, total kompilasi pendapatan dari 100 perusahaan yang masuk dalam daftar tahun ini mencapai angka fantastis, yakni Rp 6.224,01 triliun. Jika dibandingkan dengan akumulasi PDB nominal Indonesia 2025 yang tercatat sebesar Rp 23.831 triliun, maka kontribusi total omzet 100 perusahaan raksasa ini setara dengan 26,1% dari PDB nasional.
Laporan Fortune Indonesia juga mengungkap peran penting entitas milik negara. Meskipun secara kuantitas BUMN hanya diwakili oleh 19 perusahaan, porsi pendapatan ke-19 BUMN tersebut mendominasi hingga 50,32% dari total akumulasi pendapatan seluruh anggota Fortune Indonesia 100.
Hendra menuturkan bahwa komposisi “empat besar” perusahaan dengan pendapatan terbesar yang selama empat tahun terakhir diisi secara konsisten oleh Pertamina, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Astra International, dan BRI kini mengalami pergeseran. Untuk pertama kalinya, BRI berhasil menyalip Astra International untuk menempati posisi ketiga berbasis pendapatan 2025.
“Perubahan tersebut menunjukkan bahkan di antara perusahaan-perusahaan dengan skala terbesar sekalipun, posisi di puncak bukanlah sesuatu yang permanen dan selalu terdistrupsi oleh dinamika pasar,” pungkas Hendra. ***
5 Besar Perusahaan dengan Laba Bersih Terbesar di Fortune Indonesia 100
| Peringkat (2026) | Nama Perusahaan | Laba Bersih 2025 (Rp) | Posisi Edisi 2025 | Perubahan Posisi |
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | Rp 57,54 Triliun | Peringkat 10 |
Melesat +9 Peringkat
|
| 2 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | Rp 56,65 Triliun | Peringkat 3 |
Naik +1 Peringkat
|
| 3 | PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) | Rp 56,29 Triliun | Peringkat 5 |
Naik +2 Peringkat
|
| 4 | PT Pertamina (Persero) | Rp 56,23 Triliun | Peringkat 1 |
Turun -3 Peringkat
|
| 5 | PT Astra International Tbk (ASII) | Rp 32,77 Triliun | Peringkat 4 |
Turun -1 Peringkat
|

















