Mantri BRI terobos rute terjal Cianjur Selatan dampingi perajin gula aren. Direktur Micro BRI sebut pendekatan komunitas kunci perkuat inklusi keuangan.
Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terus memperkuat penetrasi inklusi keuangan dan pendampingan UMKM hingga kawasan pelosok melalui optimalisasi peran Mantri BRI sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat tapak.
Salah satu potret dedikasi lapangan tecermin di wilayah Cianjur Selatan, Jawa Barat. Randy Wijaya, Mantri BRI Unit Cibinong di bawah Kantor Cabang Cianjur, harus menembus rute terjal, medan berbatu, hingga berjalan kaki demi menjangkau para pelaku usaha mikro perdesaan.
Sebagian besar nasabah binaan di kawasan tersebut merupakan penyadap dan perajin gula aren yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen harian. Selain menyalurkan skema pembiayaan yang sesuai, Mantri BRI memberikan edukasi literasi keuangan serta mendorong adopsi jaringan BRILink Agen untuk mendekatkan akses transaksi harian masyarakat.
BERITA TERKAIT
“Menjadi Mantri bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah untuk mendampingi pelaku usaha mikro berkembang. Saya bangga ketika melihat nasabah yang awalnya merintis usaha kecil, kemudian tumbuh berkat pendampingan dan fasilitas dari BRI,” ujar Randy dalam keterangan resminya, Selasa (18/8/2026).
Pendekatan Komunitas Perkuat Inklusi Keuangan
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa kehadiran fisik serta hubungan emosional yang dibangun para Mantri di lapangan menjadi fondasi utama BRI dalam memahami karakteristik usaha dan potensi ekonomi daerah secara presisi.
Melalui pendampingan yang konsisten, perseroan tidak hanya menyalurkan modal kerja, tetapi juga membuka rantai ekosistem usaha yang lebih berdaya saing di segmen akar rumput.
“Peran Mantri tidak hanya menghadirkan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun hubungan erat melalui pendampingan berkelanjutan. Kedekatan ini memungkinkan BRI memahami kebutuhan nasabah secara lebih baik sehingga solusi yang diberikan tepat sasaran dan memperluas inklusi keuangan,” tutur Akhmad.***

















