Stabilitas.id – Grup Bakrie tengah tancap gas melakukan konsolidasi finansial melalui serangkaian aksi korporasi di pasar modal. Emiten-emiten di bawah naungan grup tersebut secara kolektif berencana menghimpun dana melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) maupun Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (private placement).
Analis menilai, dengan akumulasi dari berbagai emiten, total potensi dana yang diserap Grup Bakrie dalam rangkaian aksi ini bisa menembus Rp10 triliun. Langkah ini ditengarai menjadi strategi untuk memperbaiki struktur permodalan, membayar utang, sekaligus mendanai ekspansi bisnis anak usaha.
BNBR Pimpin Rencana Rights Issue
BERITA TERKAIT
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjadi emiten dengan rencana aksi korporasi yang paling mencolok. BNBR berencana menerbitkan 86,70 miliar saham baru dengan target dana minimal Rp5,75 triliun.
Penggunaan dana BNBR difokuskan pada restrukturisasi utang. Mayoritas dana, yakni Rp4,35 triliun, akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada PT Bakrie Toll Indonesia yang selanjutnya dialokasikan untuk pembayaran utang. Selain itu, BNBR juga mengalokasikan Rp1,09 triliun untuk melunasi utang kepada PT Bank Mayapada International Tbk, serta Rp300 miliar untuk pembangunan rest area di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Aksi Emiten Lainnya
Selain BNBR, entitas Grup Bakrie lainnya juga turut bermanuver:
-
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): Berencana menerbitkan maksimal 21,87 miliar saham baru. Dana akan dialokasikan untuk modal kerja dan penyertaan modal di anak usaha. Perseroan dijadwalkan menggelar RUPSLB pada 29 Mei 2026.
-
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE): Berencana menerbitkan 8,20 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Saat ini, aksi tersebut masih menunggu restu dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK.
-
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP): Melakukan private placement dengan menerbitkan 14,50 miliar saham seri B dalam rangka konversi utang kepada kreditur. Aksi ini cukup signifikan karena berpotensi mendilusi kepemilikan saham lama hingga 85,30%.
Ringkasan Aksi Korporasi Grup Bakrie 2026
| Emiten | Jenis Aksi | Estimasi Saham Baru | Tujuan Utama |
| BNBR | Rights Issue | 86,70 Miliar | Pembayaran utang & Tol |
| VKTR | Rights Issue | 21,87 Miliar | Modal kerja & anak usaha |
| JGLE | Rights Issue | 8,20 Miliar | Ekspansi properti |
| UNSP | Private Placement | 14,50 Miliar | Konversi utang |
Catatan untuk Investor
Head of Investment Information Team Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina, menilai rangkaian aksi korporasi Grup Bakrie ini menarik untuk dicermati, terutama bagi pelaku pasar yang gemar memanfaatkan momentum jangka pendek.
“Mayoritas aksi korporasi ini direspons positif dan menarik untuk dicermati jangka pendek, apalagi bagi investor yang trading untuk memanfaatkan momentum rights issue,” jelas Martha.
Namun, ia mengingatkan agar investor tetap berhati-hati. Efek dari rights issue dan private placement cenderung memberikan dampak jangka panjang terhadap struktur permodalan perusahaan. Bagi investor yang mencari nilai jangka panjang (long-term investment), disarankan untuk melihat fundamental emiten setelah aksi korporasi selesai, dibandingkan sekadar mengejar momentum trading harga saham. ***

















