Stabilitas.id – PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp260,18 miliar, tumbuh signifikan 16,65% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan laba tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp223,04 miliar.
Berdasarkan laporan publikasi keuangan perusahaan yang dikutip dari Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (25/4/2026), pertumbuhan laba ini ditopang oleh kinerja top-line yang positif seiring dengan adaptasi perusahaan terhadap penerapan standar akuntansi PSAK 117 tentang Kontrak Asuransi.
Kontribusi Pendapatan dan Investasi
BERITA TERKAIT
Peningkatan laba disokong oleh pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp1,62 triliun, tumbuh 4,24% dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp1,56 triliun. Sejalan dengan itu, hasil jasa asuransi bersih (setara hasil underwriting) juga mengalami kenaikan 2,57% menjadi Rp287,15 miliar pada 2025.
Selain pendapatan operasional, BCA Insurance mencatatkan kenaikan signifikan pada pendapatan dari kegiatan investasi. Perusahaan membukukan keuntungan investasi (realisasi dan belum terealisasi) sebesar Rp184,14 miliar, melonjak 20,22% YoY dari posisi Rp153,17 miliar pada 2024.
Kesehatan Finansial yang Kokoh
Dari sisi posisi keuangan, aset BCA Insurance menembus angka Rp3,45 triliun pada 2025, naik 11,86% dari Rp3,08 triliun pada tahun sebelumnya. Aset tersebut didominasi oleh penempatan pada instrumen investasi yang mencapai Rp2,62 triliun.
Kesehatan finansial perusahaan pun terpantau sangat kuat, yang tercermin dari rasio pencapaian solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC). Pada akhir 2025, RBC BCA Insurance berada di level 475%, melesat jauh dari posisi 383% pada 2024. Angka ini jauh melampaui ambang batas (threshold) minimal sebesar 120% yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ringkasan Kinerja BCA Insurance 2025
| Indikator | 2025 (Rp) | Pertumbuhan (YoY) |
| Laba Setelah Pajak | Rp260,18 Miliar | 16,65% |
| Pendapatan Jasa Asuransi | Rp1,62 Triliun | 4,24% |
| Hasil Jasa Asuransi Bersih | Rp287,15 Miliar | 2,57% |
| Total Ekuitas | Rp1,55 Triliun | 11,24% |
| Total Aset | Rp3,45 Triliun | 11,86% |
| Rasio RBC | 475% | – |
Posisi ekuitas perseroan pun turut menguat menjadi Rp1,55 triliun dari Rp1,40 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp1,89 triliun, dengan liabilitas kontrak asuransi sebagai komponen terbesar yakni senilai Rp1,26 triliun.
Dengan permodalan yang kuat dan tingkat solvabilitas yang jauh di atas batas ketentuan, BCA Insurance dinilai memiliki ruang yang cukup lebar untuk terus berekspansi dan mengelola risiko di tengah tantangan industri asuransi yang kian dinamis pada 2026. ***

















