• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Kejahatan Siber Mengincar Tiga Sasaran

oleh Sandy Romualdus
19 November 2021 - 12:20
79
Dilihat
Kejahatan Siber Mengincar Tiga Sasaran
0
Bagikan
79
Dilihat

Brigjen Polisi Helmy Santika, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri

SAAT ini kita sedang berada dalam peradaban ketiga menurut Alvin Tofler dalam bukunya The Third Wave. Menurut dia kini kita hidup dalam revolusi teknoligi yang berisi revolusi dalam segala hal. Tidak ada aspek kehidupan manusia yang tidak terefek dengan perkembangan teknologi mulai bangun tidur sampai tidur lagi.

  • Baca juga: Gelar Roadshow di PKN STAN, OJK Ajak Generasi Muda Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan

Perkembangan teknologi ini benar-benar mengubah peradaban manusia termasuk perbankan. Bahkan industri perbankan menjadi industri yang paling cepat mengadopsi perkembangan teknologi informasi yang paling cepat. Setiap tahun triliunan rupiah sudah dialokasikan perbankan untuk memacu layanannya agar selaran dengan perkembangan teknologi informasi.

Industri pebankan berubah sangat cepat dari industri yang memberikan layanan secara tradisional menjadi industri yang melayani dengan cara elektronik. Hal ini ditandai dengan penggunaan ATM, EDC, internet banking, sms banking dan mobile banking. Kita juga menjadi saksi aktifitas perbankan yang dijalankan secara digital atau dijalankan tanpa harus ke bank atau layanan secara mandiri atau self service. Hal itu juga menyebabkan banyak kantor layanan bank yang harus ditutup,

BERITA TERKAIT

Gelar Roadshow di PKN STAN, OJK Ajak Generasi Muda Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan

Jelang Mudik Lebaran, Maybank Indonesia Minta Nasabah Waspadai Jebakan ‘Phishing’

Transaksi Ramadan Naik, BNI Ingatkan Waspada Modus Kejahatan Siber Jelang Lebaran

Kasus Penipuan Mengatasnamakan TASPEN Berujung Vonis, Perseroan Tegaskan Keamanan Data Peserta

Perkembangan layanan digital perbankan ini disamping dipengaruhi oleh perkembangan teknologi juga dipengaruhi gaya hidup masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang efektif dan efisien dan dapat diakses di mana pun dan kapanpun.

Situasi covid juga menjadi pemicu laju digitalisasi perbankan untuk berubah secara online. Di satu sisi perkembangan teknologi mempercepat aktifitas manusia di perbankan. Masyarakat kini tidak selalu harus datang mengunjungi kantor bank cukup menggunakan handphone namun bisa mendapatkan layanan perbankan dan keuangan.

Namun demikian di sisi lain perkembangan itu juga melahirkan dampak negatif dan salah satu yang paling nyata adalah kejahatan siber dalam kegiatan perbankan. Sejak 2017 sampai Septermber 2021, tercatat telah terjadi kejahatan siber mencapai 7.789 laporan yakni 6.655 kasus penipuan online dan 1.134 kasus terkait akses ilegal. Secara umum kejahatan siber dapat kita kelompokkan menjadi tiga jenis yakni kejahatan yang menyasar data nasabah, infrastruktur IT, dan cyber fraud.

  • Baca juga: Jelang Mudik Lebaran, Maybank Indonesia Minta Nasabah Waspadai Jebakan 'Phishing'

Upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi kejahatan dengan sasaran data nasabah adalah melaksanakan verifikasi keaslian data di dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) secara host to host. Bank yng memberikan layanan digital harus memiliki akses langsung ke dukcapil sehingga melakukan verifikasi secara realtime, kemudian pengamanan data nasabah melalui e-factor verification berupa eKTP dan biometrik.

Upaya yang dapat diterapkan untuk menghadapi kejahatan yang menyasar infrastruktur IT adalah dengan menyiapkan infrastruktur IT yang memadai dalam bisnis proses maupun aspek keamanan. Utamanya dalam mengantisipasi kerusakan dan serangan siber seperti legal akses, ransomware, trojan dan lain-lain. Kemudian mengintegrasikan infrastruktur IT dengan berbagai sistem layanan keuangan, sistem penyedia jasa keuangan dan sistem layanan publik lainnya.

Sedangkan dalam menghadapi kejahatan denan modus cyber fraud yang bisa kita lakukan adalah dengan mengoptimalkan integrasi sistem IT perbankan dengan provider telekomunikasi. Itu untuk memgantisipasi kejahatan dengan modus operandi SIM card swap yakni modus untuk mengambil alih akun perbankan atau medsos korban dengan menggunakan no kartu/SIM Card atau operator telepon seluler. Berikutnya adalah mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi serta membuat literasi sosial bagi masyarakat sebagai upaya mencegah modus kejahatan dengan memanipulas psikologi seseorang untuk mendapat informasi tertentu dengan menipu secara halus baik sadar maupun tidak sadar .

Secara umum manajemen risiko yang dapat dilakukan bank atau lembag jasa keuangan lainnya dalam menghadapi ancaman cyber crime adalah dengan

  1. Penerapan two factor authentication
  2. KTP el sebagai basis data dan verifikasi
  3. Mesin pembaca ektp yang sudah disertifikasi
  4. Penyimpanan gambar/image KTP elektronik calon nasabah
  5. Validasi data calon nasabah di dukcapil
  6. Verifikasi nomor telepon seluler
  7. Penyediaan bukti transaksi elektronik
  8. Penyediaan layanan notifikasi
  9. Pemantauan aktivitas digital
  10. Optimalisasi keamanan dan kerahasiaan data biometric
  11. Pengaduan nasabah dan penyelesaian perselisihan
  12. Disaster recovery plan (DRP)

Sedangkan tips bagi masyarakat yang bisa kami sampaikan berdasarkan pengalaman beberapa kasus saat ini adalah

  • Baca juga: Transaksi Ramadan Naik, BNI Ingatkan Waspada Modus Kejahatan Siber Jelang Lebaran
  1. Mengaktifkan pengaturan notifikasi melalui aplikasi dln bentuk push notif atau email
  2. Gunakan email dan password terpisah
  3. Ganti pin dan password secara berkala
  4. Tidak memberikan informasi yg bersifat rahasia
  5. Batasi penggunaan wifi publik
  6. Tidak memberitahukan data pribadi.***

 

*) Tips Terhindar Kejahatan Siber dari Brigjen Pol. Helmy Santika dapat disimak dalam materi yang dipaparkan pada Virtual Seminar #58 LPPI : Mengelola Risiko Siber Dalam Industri Digital, di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=MX0Tci7djnk

Tags: Badan Reserse Kriminal PolriBareskrimBrigjen Polisi Helmy SantikaKejahatan Siber
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri

Selanjutnya

Kemenperin Dorong Masuknya Investor ke Kawasan Industri Ladong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

oleh Sandy Romualdus
18 Juni 2026 - 10:09

Oleh : Dimyauddin, Peneliti LPPI Bayangkan ada seorang petani peserta asuransi syariah di Nusa Tenggara yang gagal panen karena kekeringan...

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

Kolaborasi Bank BSN dan BAZNAS, ZIS Bakal Mudah Dibayar Lewat Bale Syariah

Kemenkeu Peduli Salurkan Bantuan Logistik Rp 565,2 Juta untuk Pengungsi Gempa Nusa Tenggara Timur

Komisi XI DPR dan Kemenkeu Tinjau Gempa Flores: Pemulihan Bencana Tidak Berhenti di Fase Tanggap Darurat

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

Sabet IACA Award 2026, BI Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi

Terintegrasi Aplikasi OCTO, KKI Ritel CIMB Niaga Fasilitasi Pembayaran QRIS

Rasio LaR Turun 145 Bps, BRI Jaga NPL Coverage Tebal di Level 179,45%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kemenperin: Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan bagi Ekonomi Daerah

Kemenperin Dorong Masuknya Investor ke Kawasan Industri Ladong

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance