• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Kolom

Kejahatan Siber Mengincar Tiga Sasaran

oleh Sandy Romualdus
19 November 2021 - 12:20
75
Dilihat
Kejahatan Siber Mengincar Tiga Sasaran
0
Bagikan
75
Dilihat

Brigjen Polisi Helmy Santika, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri

SAAT ini kita sedang berada dalam peradaban ketiga menurut Alvin Tofler dalam bukunya The Third Wave. Menurut dia kini kita hidup dalam revolusi teknoligi yang berisi revolusi dalam segala hal. Tidak ada aspek kehidupan manusia yang tidak terefek dengan perkembangan teknologi mulai bangun tidur sampai tidur lagi.

Perkembangan teknologi ini benar-benar mengubah peradaban manusia termasuk perbankan. Bahkan industri perbankan menjadi industri yang paling cepat mengadopsi perkembangan teknologi informasi yang paling cepat. Setiap tahun triliunan rupiah sudah dialokasikan perbankan untuk memacu layanannya agar selaran dengan perkembangan teknologi informasi.

Industri pebankan berubah sangat cepat dari industri yang memberikan layanan secara tradisional menjadi industri yang melayani dengan cara elektronik. Hal ini ditandai dengan penggunaan ATM, EDC, internet banking, sms banking dan mobile banking. Kita juga menjadi saksi aktifitas perbankan yang dijalankan secara digital atau dijalankan tanpa harus ke bank atau layanan secara mandiri atau self service. Hal itu juga menyebabkan banyak kantor layanan bank yang harus ditutup,

BERITA TERKAIT

Jelang Mudik Lebaran, Maybank Indonesia Minta Nasabah Waspadai Jebakan ‘Phishing’

Transaksi Ramadan Naik, BNI Ingatkan Waspada Modus Kejahatan Siber Jelang Lebaran

Kasus Penipuan Mengatasnamakan TASPEN Berujung Vonis, Perseroan Tegaskan Keamanan Data Peserta

Ratusan Pinjol Ilegal Dibongkar, Satgas PASTI Soroti Modus Penipuan AI

Perkembangan layanan digital perbankan ini disamping dipengaruhi oleh perkembangan teknologi juga dipengaruhi gaya hidup masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang efektif dan efisien dan dapat diakses di mana pun dan kapanpun.

Situasi covid juga menjadi pemicu laju digitalisasi perbankan untuk berubah secara online. Di satu sisi perkembangan teknologi mempercepat aktifitas manusia di perbankan. Masyarakat kini tidak selalu harus datang mengunjungi kantor bank cukup menggunakan handphone namun bisa mendapatkan layanan perbankan dan keuangan.

Namun demikian di sisi lain perkembangan itu juga melahirkan dampak negatif dan salah satu yang paling nyata adalah kejahatan siber dalam kegiatan perbankan. Sejak 2017 sampai Septermber 2021, tercatat telah terjadi kejahatan siber mencapai 7.789 laporan yakni 6.655 kasus penipuan online dan 1.134 kasus terkait akses ilegal. Secara umum kejahatan siber dapat kita kelompokkan menjadi tiga jenis yakni kejahatan yang menyasar data nasabah, infrastruktur IT, dan cyber fraud.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi kejahatan dengan sasaran data nasabah adalah melaksanakan verifikasi keaslian data di dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) secara host to host. Bank yng memberikan layanan digital harus memiliki akses langsung ke dukcapil sehingga melakukan verifikasi secara realtime, kemudian pengamanan data nasabah melalui e-factor verification berupa eKTP dan biometrik.

Upaya yang dapat diterapkan untuk menghadapi kejahatan yang menyasar infrastruktur IT adalah dengan menyiapkan infrastruktur IT yang memadai dalam bisnis proses maupun aspek keamanan. Utamanya dalam mengantisipasi kerusakan dan serangan siber seperti legal akses, ransomware, trojan dan lain-lain. Kemudian mengintegrasikan infrastruktur IT dengan berbagai sistem layanan keuangan, sistem penyedia jasa keuangan dan sistem layanan publik lainnya.

Sedangkan dalam menghadapi kejahatan denan modus cyber fraud yang bisa kita lakukan adalah dengan mengoptimalkan integrasi sistem IT perbankan dengan provider telekomunikasi. Itu untuk memgantisipasi kejahatan dengan modus operandi SIM card swap yakni modus untuk mengambil alih akun perbankan atau medsos korban dengan menggunakan no kartu/SIM Card atau operator telepon seluler. Berikutnya adalah mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi serta membuat literasi sosial bagi masyarakat sebagai upaya mencegah modus kejahatan dengan memanipulas psikologi seseorang untuk mendapat informasi tertentu dengan menipu secara halus baik sadar maupun tidak sadar .

Secara umum manajemen risiko yang dapat dilakukan bank atau lembag jasa keuangan lainnya dalam menghadapi ancaman cyber crime adalah dengan

  1. Penerapan two factor authentication
  2. KTP el sebagai basis data dan verifikasi
  3. Mesin pembaca ektp yang sudah disertifikasi
  4. Penyimpanan gambar/image KTP elektronik calon nasabah
  5. Validasi data calon nasabah di dukcapil
  6. Verifikasi nomor telepon seluler
  7. Penyediaan bukti transaksi elektronik
  8. Penyediaan layanan notifikasi
  9. Pemantauan aktivitas digital
  10. Optimalisasi keamanan dan kerahasiaan data biometric
  11. Pengaduan nasabah dan penyelesaian perselisihan
  12. Disaster recovery plan (DRP)

Sedangkan tips bagi masyarakat yang bisa kami sampaikan berdasarkan pengalaman beberapa kasus saat ini adalah

  1. Mengaktifkan pengaturan notifikasi melalui aplikasi dln bentuk push notif atau email
  2. Gunakan email dan password terpisah
  3. Ganti pin dan password secara berkala
  4. Tidak memberikan informasi yg bersifat rahasia
  5. Batasi penggunaan wifi publik
  6. Tidak memberitahukan data pribadi.***

 

*) Tips Terhindar Kejahatan Siber dari Brigjen Pol. Helmy Santika dapat disimak dalam materi yang dipaparkan pada Virtual Seminar #58 LPPI : Mengelola Risiko Siber Dalam Industri Digital, di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=MX0Tci7djnk

Tags: Badan Reserse Kriminal PolriBareskrimBrigjen Polisi Helmy SantikaKejahatan Siber
 
 
 
 
Sebelumnya

Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri

Selanjutnya

Kemenperin Dorong Masuknya Investor ke Kawasan Industri Ladong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

Praktik Sustainable: Harapan Besar pada Bank

oleh Sandy Romualdus
21 September 2023 - 16:34

Oleh Ahmed Zulfikar, Relationship Manager LPPI SAAT ini isu perubahan iklim telah menjadi topik hangat yang hampir selalu dibahas dalam...

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

Strategi Penerapan Keamanan Siber di Perbankan

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2023 - 12:32

Oleh : Novita Yuniarti, Assistant Programmer LPPI SERANGAN siber memiliki dampak yang serius dan menjadi isu kritis dalam digitalisasi keuangan...

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

Kilas Balik Pandemi COVID-19: Strategi Cermat India yang Terhambat Sistem Pasar Obat-Obatan Dunia

oleh Sandy Romualdus
3 Juni 2023 - 20:20

Oleh : Baiq Shafira Salsabila, Diospyros Pieter Raphael Suitela, Muhammad Faiz Ramadhan * INDIA adalah salah satu negara berkembang dengan industri farmasi terbesar...

Fenomena Bank Digital: Tren Naik, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Transformasi Digital vs Literasi Digital

oleh Sandy Romualdus
14 Februari 2023 - 08:10

Oleh Danal Meizantaka Daeanza - Assistant Programmer LPPI Perubahan yang terjadi di dunia selama satu dekade belakangan ini sangat signifikan....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Kemenperin: Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan bagi Ekonomi Daerah

Kemenperin Dorong Masuknya Investor ke Kawasan Industri Ladong

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance