• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri

by Sandy Romualdus
19 November 2021 - 12:08
20
VIEWS
Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri
0
SHARES
20
VIEWS

MENURUT Survei McKinsey April tahun ini, 40 persen insan perusahaan mengatakan bahwa mereka mungkin akan berhenti dalam tiga sampai enam bulan ke depan. Sebesar 18 persen responden mengatakan niat mereka berkisar dari kemungkinan hingga hampir pasti. Penelitian ini dilakukan pada lima negara (Australia, Kanada, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat) dan hasilnya secara luas konsisten di seluruh industri.

Di antara pegawai yang disurvei, 36 persen yang telah berhenti dalam enam bulan terakhir melakukannya tanpa memiliki pekerjaan baru. Hal tersebut menunujukkan terjadinya pengurangan besar pegawai secara fundamental dari siklus penurunan dan pemulihan sebelumnya. Tanda lain, pengusaha mungkin tidak mengetahui betapa sulitnya 18 bulan terakhir bagi pekerja mereka.

  • Baca juga: Tim Pembelajar dan Belajar Sebagai Tim

Tren ini tidak hanya siap untuk berlanjut tetapi bisa menjadi jauh lebih buruk. Di antara pegawai yang mengatakan bahwa mereka kemungkinan besar akan meninggalkan pekerjaan mereka dalam tiga hingga enam bulan ke depan, hampir dua pertiga menambahkan bahwa mereka akan melakukannya tanpa menunggu adanya pekerjaan baru.

BERITA TERKAIT

Tim Pembelajar dan Belajar Sebagai Tim

Transformasi Chief Information Officer

Para CEO mungkin tergoda untuk menghibur diri dengan kenyataan bahwa 60 persen orang yang disurvei tersebut mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mungkin berhenti dalam tiga hingga enam bulan ke depan. Tetapi pengusaha juga tidak boleh mempertimbangkan 60 persen ini “aman” dari prospek pengurangan. Pilihan semakin meningkat, dan dengan semakin banyak perusahaan yang menawarkan pilihan kerja jarak jauh untuk sumber daya yang sulit diperoleh, para insan perusahaan tersebut dapat mengubah niat mereka.

Untuk membendung arus, eksekutif senior harus memahami mengapa insan perusahaan pergi. Banyak yang sudah berjuang melakukannya. Misalnya, ketika pengusaha dan CEO ditanya mengapa pegawai mereka berhenti, mereka menyebutkan kompensasi, keseimbangan kehidupan kerja, dan kesehatan fisik dan emosional yang buruk.

Namun ternyata apa yang dipikirkan para CEO berbeda dengan alasan pegawai. Tiga faktor teratas adalah karena mereka tidak merasa dihargai oleh manajer mereka (54 persen) atau organisasi mereka (52 persen). Atau karena mereka tidak merasa memiliki di tempat kerja (51 persen).

Pemutusan hubungan antara pengusaha dan pegawai terjadi saat ini karena pegawai jauh lebih memprioritaskan faktor relasional, sedangkan pengusaha lebih cenderung fokus pada yang transaksional.

  • Baca juga: Transformasi Chief Information Officer

Penelitian McKinsey juga menggarisbawahi pandemi telah banyak mengubah apa yang diharapkan insan perusahaan dari pekerjaan. Lanskap akan terus berubah saat perusahaan mencoba pendekatan kerja hybrid baru. Jika Anda seorang CEO atau anggota tim top management, langkah terbaik Anda sekarang adalah menekan “jeda” dan meluangkan waktu untuk memikirkan langkah Anda selanjutnya. Kebijakan back-to-the-office yang berat atau mandat lain yang disampaikan dari atas — tidak peduli seberapa baik niatnya — cenderung menjadi bumerang.

Oleh karena itu, seorang CEO jangan memikirkan langkah selanjutnya dalam ruang hampa; sertakan pegawai dalam prosesnya. Lihatlah mereka untuk membantu membentuk rencana dan solusi. Penelitian McKinsey menunjukkan bahwa para eksekutif tidak cukup hanya mendengarkan pejabat perusahaan yang ada di sekitar mereka.

CEO dan BOD harus bisa mengevaluasi seberapa kuat budaya perusahaan (Corporate Culture) sebelum pandemic. Pimpinan harus memperhatikan bahwa meskipun kebutuhan pegawai telah berubah, budaya perusahaan mungkin tidak mengikuti, dan kelemahan sebelumnya dari organisasi membesar. Pegawai akan memiliki sedikit toleransi untuk kembali ke status quo yang tidak mereka sukai sebelumnya.

Jika satu-satunya respons CEO dan BOD terhadap gesekan adalah menaikkan kompensasi, tanpa disadari Anda memberi tahu bahwa hubungan perusahaan dengan mereka bersifat transaksional dan bahwa satu-satunya alasan pegawai  untuk tetap tinggal adalah gaji. Karyawan terbaik akan selalu memiliki penawaran gaji dan fasilitas yang lebih baik di tempat lain.

Di antara responden survei yang telah meninggalkan pekerjaan mereka, 45 persen menyebutkan kebutuhan untuk mengurus keluarga sebagai faktor yang berpengaruh dalam keputusan mereka. Proporsi yang sama dari orang-orang yang berpikir untuk berhenti menyebutkan tuntutan perawatan keluarga. Dengan demikian, memperluas pengasuhan anak, layanan keperawatan, atau manfaat lain yang berfokus pada rumah dan keluarga dapat membantu mencegah pegawai tersebut pergi. Dan menunjukkan bahwa perusahaan menghargai mereka sebagai manusia seutuhnya.

Pegawai saat ini mencari pekerjaan dengan lintasan karir yang lebih baik dan lebih kuat. Mereka menginginkan pengakuan dan pengembangan. Perusahaan yang cerdas menemukan cara untuk memberi penghargaan kepada orang-orang dengan mempromosikan mereka tidak hanya ke peran baru atau juga ke level tambahan. Hal tersebut merupakan salah satu cara perusahaan dapat lebih cepat memberi penghargaan dan mengenali pegawai untuk pekerjaan yang baik.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Pekerjaan jarak jauh (work from home) memang bukanlah obat mujarab, tetapi kembali bekerja fulltime di kantor juga bukan solusi yang tepat. Konektivitas tatap muka memberikan manfaat besar bagi organisasi. Namun hal tersebut membutuhkan perhatian manajemen yang cukup besar untuk mendapatkan yang benar karena masalah kesehatan dan keselamatan terus berkembang, terutama karena kebutuhan dan harapan insan perusahaan telah berubah.

Jika Anda memimpin tim atau perusahaan besar, ingatlah ini: pengunduran diri besar-besaran itu nyata, dan akan berlanjut, serta mungkin memburuk sebelum menjadi lebih baik. Namun momen unik ini juga merupakan peluang besar. Untuk meraihnya, mundur selangkah, dengarkan, pelajari, dan buat perubahan yang diinginkan pegawai. Dengan memahami mengapa mereka pergi dan dengan bertindak bijaksana, Anda mungkin dapat mengubah tren pengunduran diri menjadi Daya Tarik Hebat.***

Tags: Corporate ValueMerza GamalTren Pengunduran Diri
 
 
 
 
 
Previous Post

Mengelola Risiko Siber dalam Industri Digital

Next Post

Kejahatan Siber Mengincar Tiga Sasaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kejahatan Siber Mengincar Tiga Sasaran

Kejahatan Siber Mengincar Tiga Sasaran

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance