JAKARTA, Stabilitas– Pemerintah resmi membuka masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST005 secara online (e-SBN) kepada investor individu Warga Negara Indonesia. Masa penawaran akan berlangsung mulai tanggal 8 – 21 Agustus 2019.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan, Surat Utang Negara Syariah ini bertenor dua tahun dengan imbalan sebesar 7.4 persen.
“Sukuk tabungan ini floating with floor jadi mengikuti suku bunga BI-7-Day-Repo-Rate (BI7DRR), jadi kalau BI naik maka sukuk ini juga ikut naik, tapi kalau turun, sukuk tetap pada 7.4 persen. Jadi akan tetap sampai jatuh tempo,”papar Luky dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi penawaran SBN di Gedung Frans Seda Kemenkeu Jakarta, Kamis, (8/8/2019).
ST005 memiliki masa berlaku dua tahun dan akan jatuh tempo pada Agustus 2021. Sementara itu, seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan dan penjualan ST005 ini akan digunakan oleh Pemerintah untuk membiayai APBN termasuk pembiayaan Proyek dalam APBN untuk Tahun Anggaran 2019.
Luky melanjutkan, tujuan penerbitan ST005 secara online adalah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel, menyediakan alternatif investasi bagi masyarakat, mendukung terwujudnya keuangan inklusif, serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2019.
Untuk proses pemesanan, masyarakat dapat mengakses web Sukuk Tabungan di: www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan atau menghubungi 22 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online) antara lain PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara lndonesia (Persero) Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.
PT Bank DBS Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BRISyariah Tbk. Dapat juga melalui PT Trimegah Sekuritas lndonesia Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Bank Mandiri Sekuritas, PT Bareksa Portal lnvestasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee), PT lnvestree Radhika Jaya, dan PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku).
Luky melanjutkan, pada penawaran ST005 ini pemerintah menargetkan pembelian sukuk hingga Rp 2 triliun, masih relatif sama seperti penawaran surat utang sebelumnya.
“Walaupun kita targetkan segitu, nanti pada akhirnya selalu melampaui target yang kita tetapkan.”ujar Luky.
Hingga Juli 2019, pemerintah sudah merilis enam SBN ritel. Sejumlah surat utang itu diterbitkan berbentuk Savings Bond Retail (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SR), dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI).
















