Laba bersih PT Jasaraharja Putera melonjak 41% YoY menjadi Rp 234,49 miliar pada 2025. Tingkat solvabilitas (RBC) menguat ke level 371,90%.
Stabilitas.id – PT Jasaraharja Putera berhasil membukukan kinerja keuangan positif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan asuransi umum ini mengantongi laba bersih sebesar Rp 234,49 miliar, atau melonjak 41% dibandingkan raihan pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, tingkat solvabilitas perusahaan yang tercermin dari rasio Risk Based Capital (RBC) juga makin solid di level 371,90%, menguat dari posisi 339,78% pada periode sebelumnya. Angka tersebut jauh melampaui ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 120%.
Capaian kinerja tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (20/7).
BERITA TERKAIT
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, mengungkapkan bahwa lompatan kinerja ini merupakan buah dari penataan ulang strategi bisnis serta penguatan tata kelola perusahaan yang konsisten.
“Perusahaan akan melanjutkan upaya peningkatan kualitas layanan, memperkuat manajemen risiko, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Abdul Haris.
Efisiensi Beban Asuransi
Dari sisi kinerja operasional, Jasaraharja Putera mencatatkan pendapatan asuransi sebesar Rp 1,61 triliun. Sementara itu, hasil jasa asuransi berhasil tumbuh 10,22% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 319,20 miliar, mencerminkan perbaikan underwriting dan kualitas seleksi risiko.
Satu arah dengan perbaikan portofolio bisnis, perusahaan berhasil menekan beban jasa asuransi sebesar 16,27% YoY menjadi Rp 908,61 miliar. Penurunan beban operasional ini mengindikasikan efektivitas manajemen risiko yang kian membaik.
Atas kokohnya fundamental perseroan, PEFINDO mempertahankan peringkat kredit Jasaraharja Putera di level “idAA-” (Double A Minus) dengan prospek (outlook) stabil untuk periode 2025.
Ke depan, manajemen bakal memfokuskan pilar pertumbuhan pada penguatan kualitas портofolio bisnis, peningkatan pengalaman pelanggan (customer experience), pengembangan kapasitas SDM, serta penajaman transformasi digital guna menjaga daya saing di industri asuransi umum nasional. ***

















