STABILITAS, Jakarta — BRI Syariah (BRIS) menyatakan, kinerjanya semakin meningkat pasca melantai di bursa pada tanggal 9 Mei 2018. BRIS membukukan peningkatan laba bersih setelah pajak pada bulan Mei 2018 sebesar 85,16 Persen (yoy) menjadi Rp96,31 miliar dibandingkan perolehan bulan Mei 2017 sebesar Rp52,02 miliar.
“Per akhir Mei 2018 kemarin, harga saham BRIS tercatat ditutup di harga Rp625 per lembar atau naik sebesar 22,55 persen dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan sejak hari pertama perdagangannya,” papar Direktur Utama BRIS Hadi Santoso kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/6).
Ia menyebutkan, pergerakan saham perseroan juga cukup bagus. Sampai hari ini, kata dia, harga saham berkode BRIS tersebut ada di level Rp570 per lembar saham.
BERITA TERKAIT
“Artinya, di atas harga perdananya yang sebesar Rp510 per lembar saham,” kata Hadi.
Sampai akhir Mei, jumlah pemegang saham BRIS naik 64,95 persen dari saat IPO. Dengan begitu totalnya mencapai 9.959 sebelumnya 6.037 pemegang saham.
Sementara itu, per Mei 2018, BRIS mencatat peningkatan laba bersih setelah pajak sebesar 85,16 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp96,31 miliar dibandingkan perolehan Mei 2017 yang sebesar Rp52,02 miliar. Peningkatan laba bersih tersebut terutama berasal dari pendapatan operasional sebesar Rp 1,24 triliun dengan beban operasional sebesar Rp 1,02 trilyun.
Selanjutnya, total aset BRIS pada Mei tahun ini naik sebesar 21,41 persen yoy menjadi Rp35,72 triliun dari sebelumnya Rp29,42 triliun pada Mei 2017. Peningkatan Aset tersebut didorong oleh pertumbuhan Pembiayaan menjadi Rp20,42 triliun atau tumbuh sebesar 11,5 persen secara yoy dibandingkan Mei tahun lalu yang sebesar Rp 18,31 triliun.
“Semoga kami BRIS mampu melaksanakan tugas dengan baik. Supaya ke depan BRIS tetap jadi acuan perbankan syariah,” ujar Hadi.

















