Stabilitas.id – PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS) membukukan laba bersih sebesar Rp319 miliar pada kuartal I/2026. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan yang disertai dengan perbaikan kualitas portofolio di segmen ultra mikro.
Hingga akhir Maret 2026, aset perseroan tercatat mencapai Rp23,2 triliun atau tumbuh 7% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, penyaluran pembiayaan terealisasi sebesar Rp10,6 triliun, meningkat 4% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad menjelaskan bahwa kualitas pembiayaan menjadi motor utama pertumbuhan laba pada awal tahun ini. Hal tersebut tidak lepas dari strategi pendampingan nasabah yang dijalankan secara disiplin.
BERITA TERKAIT
“Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas bank. Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama laba kuartal pertama,” ujar Fachmy dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (4/5/2026).
Dari sisi rasio keuangan, emiten bersandi saham BTPS ini mencatatkan performa yang sangat sehat. Return on Asset (RoA) perseroan berada di level 7,1%, menunjukkan tingkat profitabilitas aset yang tinggi. Selain itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat sangat tebal di level 59,2%, memberikan ruang yang sangat luas bagi ekspansi bisnis di masa depan.
Keberhasilan menjaga kualitas aset ini dikaitkan dengan perilaku unggul BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu) yang ditanamkan kepada nasabah melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS).
Peran Strategis Community Officer
Fachmy menekankan bahwa peran Community Officer (CO) atau bankir pemberdaya menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio. Para CO bertugas mendampingi nasabah secara langsung dan memberikan materi yang relevan bagi usaha ultra mikro.
“Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi signifikan pada kualitas pembiayaan,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2026, BTPN Syariah berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas internal, terutama pada peningkatan kompetensi CO agar pendampingan lebih efektif. Bank juga menyiapkan rencana pengembangan produk bagi nasabah yang usahanya mulai naik kelas guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi. ***
Indikator Keuangan BTPN Syariah (BTPS) Kuartal I/2026:
| Indikator Keuangan | Capaian (1Q26) | Keterangan |
| Laba Bersih | Rp319 Miliar | Tumbuh Positif |
| Total Aset | Rp23,2 Triliun | Naik 7% YoY |
| Pembiayaan | Rp10,6 Triliun | Naik 4% YoY |
| RoA (Return on Asset) | 7,1% | Sangat Kuat |
| CAR (Permodalan) | 59,2% | Sangat Tebal |
















