• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Laba Industri Fintech Melesat Jadi Rp0,96 Triliun, OJK Tempatkan 8 Platform P2P dalam Pengawasan Khusus

oleh Stella Gracia
5 Juni 2026 - 19:52
22
Dilihat
Stabilitas dalam Tekanan, OJK Waspadai Risiko Fintech & Geopolitik
0
Bagikan
22
Dilihat

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pembalikan arah (rebound) kinerja profitabilitas pada industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar). Per April 2026, laba bersih industri melonjak signifikan hingga 71,43% yoy menjadi Rp0,96 triliun, dibandingkan dengan periode April 2025 yang senilai Rp0,56 triliun.

Lompatan laba pada April ini berhasil mengompensasi penurunan laba bersih industri pada Maret 2026 yang sempat terkoreksi 21,68% yoy ke level Rp680 miIiar. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, menjelaskan bahwa fluktuasi laba tersebut merupakan dinamika bisnis yang wajar dan dipengaruhi oleh restrukturisasi industri.

  • Baca juga: Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

“Penurunan laba industri pindar pada Maret 2026 antara lain dipengaruhi dinamika bisnis penyelenggara dan perubahan struktur industri, termasuk adanya penyelenggara yang dilakukan pencabutan izin usaha, sehingga tidak semata-mata disebabkan oleh BOPO,” jelas Agusman dalam Konferensi Pers RDK OJK, Jumat (5/6/2026). Secara akumulatif, total agregat pembiayaan pindar tumbuh 26,11% yoy menjadi Rp102,07 triliun per April 2026.

BERITA TERKAIT

Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Semangat Menabung dari Tapal Batas Selatan Nusantara

Kendati profitabilitas menebal, OJK memperketat perimeter pengawasan terhadap kepatuhan pelaku industri. Agusman membeberkan bahwa saat ini terdapat 8 perusahaan fintech lending yang resmi masuk dalam kategori Pengawasan Khusus OJK. Faktor utama yang menyeret platform-platform tersebut masuk dalam radar pengawasan ketat regulator adalah kendala pemenuhan batas ekuitas minimum serta tingginya rasio tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90).

  • Baca juga: Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

“Setiap penyelenggara yang berada dalam Pengawasan Khusus akan terlebih dahulu diarahkan untuk melakukan langkah perbaikan sesuai ketentuan, termasuk pemenuhan permodalan dan perbaikan kualitas pembiayaan, sebelum dilakukan langkah lanjutan sesuai hasil pengawasan OJK, termasuk pencabutan izin usaha,” tegas Agusman. Per April 2026 sendiri, tercatat ada 19 penyelenggara pindar yang mengantongi angka TWP90 di atas 5%.

Dominasi Dana Perbankan dan Pengetatan Akuntabilitas KYC

Dari sisi struktur pendanaan, industri pindar tercatat kian bergantung pada investor institusi, khususnya sektor perbankan. Per April 2026, porsi pendanaan dari lender perbankan mendominasi mutlak dengan kontribusi mencapai 75,59% atau senilai Rp66,25 triliun. Agusman menyebut dominasi ini dipengaruhi oleh kapasitas pendanaan bank yang besar serta stabilitas likuiditasnya. Sementara itu, pasokan pendanaan yang bersumber dari lender individu retail tercatat hanya sebesar Rp3,33 triliun.

  • Baca juga: Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Guna menjaga stabilitas industri, OJK menegaskan implementasi SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2025 terkait kategorisasi lender individu untuk menyaring penempatan dana sesuai profil risiko. Terkait akuntabilitas penyaluran kredit produktif ke UMKM yang per April 2026 mencapai Rp34,80 triliun (34,09% dari total portofolio), OJK melarang platform pindar melempar tanggung jawab verifikasi data kepada pihak ketiga.

Agusman menegaskan, meski platform diizinkan bekerja sama dengan mitra pihak ketiga untuk mereferensikan calon debitur, tanggung jawab mutlak pelaksanaan proses Know Your Customer (KYC) tetap berada pada penyelenggara pindar. “Penyelenggara pindar wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, termasuk melakukan proses KYC, verifikasi identitas serta profil calon borrower,” pungkasnya. ***

Tags: AgusmanFintechLaba Industri FintechojkPengawasan Khusus OJKPlatform P2P
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Tembus Rp9,21 Triliun

Selanjutnya

Buntut Aduan Konsumen, OJK Instruksikan Solusiku Setop Sementara Penagihan Bermasalah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Sabet IACA Award 2026, BI Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2026 - 11:51

Bank Indonesia targetkan 100% limbah racik uang kertas diolah sirkular pada 2027. Deputi Gubernur Ricky P. Gozali tegaskan komitmen di...

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Terintegrasi Aplikasi OCTO, KKI Ritel CIMB Niaga Fasilitasi Pembayaran QRIS

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2026 - 11:50

CIMB Niaga resmi luncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Ritel. Terhubung aplikasi OCTO dan QRIS, kartu ini tawarkan bebas iuran serta...

KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan

Rasio LaR Turun 145 Bps, BRI Jaga NPL Coverage Tebal di Level 179,45%

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2026 - 11:49

BRI catat perbaikan kualitas aset dengan rasio NPL turun jadi 3,01% dan LaR 9,67%. Direktur Manajemen Risiko Ety Yuniarti tegaskan...

Volume Transaksi Tembus Rp8.799 Triliun, Qlola by BRI Resmi Tampil dengan Fitur Baru

Volume Transaksi Tembus Rp8.799 Triliun, Qlola by BRI Resmi Tampil dengan Fitur Baru

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2026 - 11:13

BRI luncurkan tampilan baru Qlola by BRI New Skin. Pengguna aktif capai 99.000+ dengan volume transaksi Rp8.799 triliun sepanjang semester...

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

oleh Stella Gracia
21 Agustus 2026 - 11:10

Dukung arahan Presiden Prabowo soal Bank Emas Indonesia, BRI Group lewat Holding Ultra Mikro dan Pegadaian catat kelolaan ekosistem emas...

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

oleh Sandy Romualdus
20 Agustus 2026 - 17:30

Milad ke-1 Bank BSN catat laba kotor Rp643,6 miliar (naik 40%) dan aset Rp81,1 triliun per Juli 2026. Dirut BTN...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

RAPBN 2027 Targetkan Ekonomi Tumbuh 6%: Wamenkeu Suahasil Buka-Bukaan Strategi Efisiensi Anggaran

ULN Swasta Masih Kontraksi, Penarikan Utang Pemerintah Kuartal II/2026 Melambat

Sabet IACA Award 2026, BI Manfaatkan Limbah Racik Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Energi

Terintegrasi Aplikasi OCTO, KKI Ritel CIMB Niaga Fasilitasi Pembayaran QRIS

Rasio LaR Turun 145 Bps, BRI Jaga NPL Coverage Tebal di Level 179,45%

Volume Transaksi Tembus Rp8.799 Triliun, Qlola by BRI Resmi Tampil dengan Fitur Baru

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

Pacu Transformasi Bisnis, KB Bank Sabet Dua Penghargaan Layanan dan Reputasi Korporasi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Percepat Pemulihan Ekonomi, OJK Tingkatkan Inklusi Keuangan

Buntut Aduan Konsumen, OJK Instruksikan Solusiku Setop Sementara Penagihan Bermasalah

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance