• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, November 4, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Laku Pandai dan Bisnis Keluarga

by Sandy Romualdus
31 Mei 2015 - 00:00
13
VIEWS
Laku Pandai dan Bisnis Keluarga
0
SHARES
13
VIEWS

Akhir Maret lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memulai program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang diselenggarakan untuk 17 bank di Indonesia. Salah satu produk yang ditawarkan dalam Laku Pandai adalah kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro, di samping produk tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account (BSA), dan produk keuangan lainnya; seperti asuransi mikro. Untuk kredit dan pembiayaan nasabah mikro, jangka waktu paling lama yang ditawarkan dalam program ini adalah setahun dan maksimum plafon kredit hanya Rp20 juta.
Apabila berjalan lancar, di satu sisi program Laku Pandai ini menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini belum tersentuh layanan keuangan formal. Maklumlah, selama ini perkembangan usaha kecil terkendala oleh minimnya ketersediaan dana.
Memang, salah satu sasaran potensial program Laku Pandai ini adalah UMKM yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga. Berdasarkan data yang pernah dikeluarkan oleh BPS, usaha keluarga berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yaitu tidak kurang dari 80 persen.
Sebagaimana dilansir oleh OJK beberapa syarat agen yang berasal dari perusahaan berbadan hukum adalah memiliki reputasi, kredibilitas dan kinerja usaha yang baik. Reputasi dapat dilihat antara lain dari tingkat pengenalan yang baik oleh masyarakat terhadap badan hukum serta banyaknya kunjungan dan transaksi yang dilakukan masyarakat sekitar di tempat usaha calon agen badan hukum.
Kredibilitas dapat dilihat antara lain dari rekam jejak yang baik dari badan hukum, seperti tidak pernah ingkar dalam memenuhi kewajiban, tidak pernah dipailitkan, pengurus badan hukum tidak pernah melakukan perbuatan tercela dan/atau badan hukum tidak melanggar ketentuan untuk melakukan kegiatan keagenan.
Yang tak kalah penting, agen itu memiliki usaha yang menetap di satu lokasi dan masih berlangsung, paling singkat dua tahun. Keberlangsungan kegiatan usaha dengan lokasi yang menetap paling singkat dua tahun dibuktikan dengan dokumen antara lain anggaran dasar, surat izin usaha, surat keterangan domisili usaha/izin domisili dan/atau tanda daftar perusahaan.

  • Baca juga: Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

Persepsi Bisnis Keluarga

Harus diakui selama ini ada persepsi-persepsi yang kurang baik mengenai bisnis atau perusahaan keluarga ini. Diantaranya adalah bersifat tertutup dan tidak transparan dari sisi keuangan, kurang bisa membedakan antara urusan bisnis dan keluarga, dan belum adanya sistem dan bahkan badan hukum yang jelas. Namun persepsi-persepsi ini kurang tepat. Sebab nyatanya sangat banyak perusahaan keluarga yang tadinya kecil kemudian mampu tumbuh besar, bahkan produk-produknya dikenal hingga ke pelosok-pelosok.
Mengapa tidak sedikit bisnis-bisnis keluarga ini yang berjaya? Tak lain karena kekuatan-kekuatan yang melekat dalam perusahaan keluarga. Kekuatan perusahaan adalah kecepatan dalam pengambilan keputusan, termasuk untuk hal-hal yang bersifat strategis. Hal ini karena pengelola perusahaan adalah sekaligus juga pemegang saham, yaitu keluarga. Kecepatan dalam mengambil keputusan ini juga berkat birokrasi perusahaan keluarga yang sederhana.
Komitmen dan motivasi anggota keluarga juga tinggi karena mereka sadar jika perusahaan tidak maju, keluarga tidak dapat hidup. Bagi para generasi muda, sejak awal mereka kerap sudah dilibatkan dalam aktivitas bisnis, meski hanya sekedar mengurusi hal-hal yang ringan. Namun karena dilakukan terusmenerus, mereka menjadi paham tentang seluk beluk bisnis yang ditekuni orang tuanya. Proses ini juga menyadarkan mereka bahwa berkat bisnis orang tuanyalah mereka dapat makan dan sekolah. Kondisi ini tentu lebih memotivasi mereka untuk berbuat yang terbaik bagi perusahaan.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Motivasi dan komitmen berdampak positif terhadap semangat dan keterampilan kewirausahaan. Maka tidak heran bila dari banyak perusahaan keluarga lahir produk-produk dan praktik bisnis yang inovatif. Inovasi inilah yang membuat banyak perusahaan keluarga bertahan selama beberapa generasi. Semangat kewirausahaan yang tak pernah padam menjadi bekal banyak bisnis keluarga menghadapi krisis eksternal, baik krisis ekonomi maupun
politik. Orientasi jangka panjang adalah keunggulan lain perusahaan keluarga.
Pantang bagi perusahaan keluarga untuk mengorbankan kualitas produk dan layanan hanya demi keuntungan finansial jangka pendek. Bila dilanggar, hal ini bukan saja mencoreng citra perusahaan namun juga citra keluarga. Maka tidak heran bila perusahaan keluarga biasanya memiliki orientasi jangka panjang dalam mengembangkan bisnisnya.
Apa yang pernah dikemukakan oleh pendiri Charoen Pokphand, raksasa agrobisnis asal Thailand, sekitar sembilan dekade yang lalu dapat gambaran sikap perusahaan keluarga dalam berbisnis, Ia berkata kepada anakanaknya, yang kelak meneruskan usaha yang dirintisnya, “Pelanggan kita adalah para peternak. Jika mereka tidak dapat bertahan karena binatang yang mereka miliki tidak sehat, kita pun takkan bisa bertahan”.
Mengingat kelebihan-kelebihan di atas, dalam hal penyaluran kredit program Laku Pandai hendaknya jangan menganggap remeh bisnis keluarga. Kejayaan bisnis keluarga akan berdampak sangat positif bagi perekonomian nasional.

BERITA TERKAIT

Inflasi Oktober 2026 Terjaga 3,23 Persen, BI Perkuat Pengendalian Harga Pangan

Jaga Stabilitas Hadapi Gejolak Global, KSSK Optimistis Ekonomi Tumbuh di Atas 5,4 Persen

Gagal Perbaiki Permodalan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Agritrans Batumarta

Dorong Pembiayaan Sektor Riil, OJK Rilis Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah

 
 
 
 
 
Previous Post

Mendobrak Tantangan Batas Goegrafis

Next Post

Strategi Menyerang Sumsel Babel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 17:40

Oleh : Mas’ud Said - Penulis buku BPD Resilient, Competitive and Contributive PELUNCURAN Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I)...

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Inflasi Oktober 2026 Terjaga 3,23 Persen, BI Perkuat Pengendalian Harga Pangan

Jaga Stabilitas Hadapi Gejolak Global, KSSK Optimistis Ekonomi Tumbuh di Atas 5,4 Persen

Gagal Perbaiki Permodalan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Agritrans Batumarta

Dorong Pembiayaan Sektor Riil, OJK Rilis Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah

OJK Denda Aurora Asset Management Rp2,57 Miliar dan Blacklist Piter Rasiman 20 Tahun

Waspada Modus Penipuan Telepon Manipulasi Panik, BNI Imbau Nasabah Jaga Data Rahasia

Bubarkan 15 Reksa Dana, OJK Ungkap Deretan Pelanggaran Berat Pratama Capital Assets Management

Rasio CAR Menguat ke 53,40%, BNC Kantongi Laba Bersih Rp430,98 Miliar per September 2026

OJK Dorong Inovasi Keuangan Syariah Berbasis Konsumen dan Jajaki Tokenisasi Sukuk

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BTN Layani Transaksi Pendaftaran Dan Iuran BPJS

BTN Layani Transaksi Pendaftaran Dan Iuran BPJS

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance