• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi Industri

NIKL Bidik Laba Hingga US$2,98 Juta Tahun Ini

Dengan capaian laba pada tahun 2020 lalu sebesar US$2,71 juta, maka sama halnya NIKL tengah memasang target pertumbuhan minimal sebesar 10 persen.

by Sandy Romualdus
9 April 2021 - 02:44
16
VIEWS
NIKL Bidik Laba Hingga US$2,98 Juta Tahun Ini
0
SHARES
16
VIEWS

JAKARTA, Stabilitas.id — Di tengah tekanan yang ada di pasar akibat dari pandemi Covid-19, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), yang juga dikenal dengan sebutan Latinusa masih percaya diri dengan memasang target tinggi pada kinerjanya di tahun ini.

Sebut saja dalam hal perolehan laba, produsen tinplate satu-satunya di Indonesia itu tengah membidik realisasi hingga US$2,98 juta pada akhir tahun nanti. Dengan capaian laba pada tahun 2020 lalu sebesar US$2,71 juta, maka sama halnya perusahaan tengah memasang target pertumbuhan minimal sebesar 10 persen.

  • Baca juga: Disetujui DPR, Sarjito Bidik Indonesia Jadi Penentu Harga Mineral dan Komoditas Dunia

Bukan tanpa alasan bila Prrseroan tetap optimis dengan mematok target kinerja tinggi di tengah tekanan pandemi yang ada di pasar.

BERITA TERKAIT

Disetujui DPR, Sarjito Bidik Indonesia Jadi Penentu Harga Mineral dan Komoditas Dunia

Ketua DK OJK Friderica Widyasari: Status MSCI Bukti Ketahanan Fiskal Indonesia Kokoh

IHSG Terkoreksi, Net Sell Asing Capai Rp53,57 Triliun, Bursa Karbon Terus Tumbuh

Bursa Efek Indonesia Siap Mitigasi Dampak Kebijakan Tarif Impor AS

“Karena kalau mampu (tumbuh) positif di tahun ini maka otomatis kita akan bagi dividen untuk para pemegang saham pada tahun depan. Itu target kami, karena memang sudah lama pemegang saham berharap adanya dividen,” ujar Direktur Utama NIKL, Jetrinaldi, dalam konferensi pers yang digelar usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara virtual, Kamis (8/4).

  • Baca juga: Ketua DK OJK Friderica Widyasari: Status MSCI Bukti Ketahanan Fiskal Indonesia Kokoh

Dalam RUPST yang digelar kali ini memang NIKL memutuskan untuk kembali tidak membagikan dividen pada para pemegang saham. Alasan yang mendasari keputusan tersebut, diantaranya, adalah catatan laba bersih perusahaan masih ‘hanya’ naik tipis sebesar 1,41 persen saja di sepanjang tahun 2020 lalu. Bahkan, catatan laba komprehensif perusahaan juga masih minus 2,94 persen dari semula US$2,58 juta pada tahun 2019 menjadi hanya US$2,51 juta pada tahun lalu.

“Langkah efisiensi dengan menekan pos beban terbukti berhasil membawa catatan laba bersih kami positif. Caranya dengan menekan biaya produksi dan meningkatkan inovasi serta pengoptimalan penggunaan bahan baku (timah). Dengan begitu kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) juga bisa ditekan,” tutur Jetrinaldi.

  • Baca juga: IHSG Terkoreksi, Net Sell Asing Capai Rp53,57 Triliun, Bursa Karbon Terus Tumbuh

Karenanya, pada tahun 2021 ini NIKL memangkas anggaran CAPEX menjadi sebesar US$2,9 juta. Hampir setengah dari anggaran CAPEX 2020 yang tercatat sebesar US$4,8 juta. Tak hanya efisiensi, Jetrinaldi juga menyebut prinsip kehati-hatian sebagai ‘jurus’ lain perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global akibat dari adanya pandemi.

“Anggaran (CAPEX) kami lebih ketat di tahun ini, dengan lebih difokuskan pada efisiensi pemakaian bahan baku, mengingat harga timah merupakan biaya produksi terbesar kedua setelah TMBP (tin mill black plate). Tapi (nilai CAPEX) itu masih di luar maintenance karena untuk pos itu ada kami anggaran tersendiri,” tegas Jetrinaldi.

Tags: #BursaLaba 2021LatinusaNIKLPelat TimahTimah
 
 
 
 
 
Previous Post

Menguji Konsep Holding Ultra Mikro

Next Post

Bank Syariah Indonesia Raih Penghargaan untuk Inovasi Produk dan Layanan Syariah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:08

Tokocrypto mencatatkan lebih dari 5 juta pengguna dan 78 saham ter-tokenisasi, serta memperkuat keamanan aset digital dalam Tokocrypto Digital Summit...

Employee Volunteering Day 2026: Ratusan Karyawan CIMB Niaga Turun Tangan Benahi Ruang Publik

Jaga Rasionalitas Pasar, OJK dan BEI Serap Masukan Pelaku Pasar Modal

by Stella Gracia
19 Oktober 2026 - 08:43

OJK dan SRO menggelar dialog konsolidasi bersama pelaku pasar modal, analis, dan finfluencer guna memperkuat integritas pasar dan rasionalitas investor....

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:53

Hans Kwee menilai bursa RI mustahil turun kelas ke Standalone Market di tengah pendapatan emiten kuartal II/2026 yang tumbuh 13,31...

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 19:45

OJK menjatuhkan denda rekor total Rp2,1 triliun kepada DSSA, BREN, dan CUAN atas pelanggaran manipulasi pasar dan penjatahan semu penawaran...

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 11:34

MSCI mengusulkan penurunan status bursa saham Indonesia langsung ke Standalone Market akibat isu transparansi free float dan dugaan transaksi terkoordinasi....

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

by Stella Gracia
16 Oktober 2026 - 10:33

Rupiah terperosok ke level Rp18.000 per dolar AS bersamaan dengan trading halt IHSG, Bank Indonesia gelar intervensi terpadu di pasar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

IMF Peringatkan Beban Utang Tinggi dan Defisit Fiskal Batasi Ruang Gerak Ekonomi Global

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Suku Bunga Bertahan Tinggi, Citi Soroti Ketatnya Perebutan Modal Pemerintah dan Swasta

Pengguna Aktif Tumbuh 75 Persen, Tokocrypto Perkuat Kepatuhan dan Perlindungan Konsumen

Dorong Ekonomi Komunitas Lewat Strategi 3S, Kopdit Pintu Air Perkuat Jaringan di Jawa Barat

Dukung Transformasi Kota Global, Bank Jakarta Biayai Elektrifikasi Transjakarta dan Pedestrian Deck MRT Dukuh Atas

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bank Syariah Indonesia Raih Penghargaan untuk Inovasi Produk dan Layanan Syariah

Bank Syariah Indonesia Raih Penghargaan untuk Inovasi Produk dan Layanan Syariah

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance