• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Pendapatan Premi Rp47,27 Triliun, Aset Industri Asuransi Jiwa Melesat Jadi Rp652,89 Triliun

oleh Sandy Romualdus
4 Juni 2026 - 09:39
31
Dilihat
Pendapatan Premi Rp47,27 Triliun, Aset Industri Asuransi Jiwa Melesat Jadi Rp652,89 Triliun
0
Bagikan
31
Dilihat

Stabilitas.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja keuangan industri asuransi jiwa nasional menunjukkan resiliensi yang kokoh pada kuartal I/2026. Hal ini tecermin dari pertumbuhan aset industri yang melesat 5,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp652,89 triliun dari 56 perusahaan asuransi jiwa anggota asosiasi.

Sejalan dengan ekspansi aset, total investasi industri asuransi jiwa ikut terkerek naik sebesar 5,7% YoY menjadi Rp571,70 triliun. Portofolio investasi ini didominasi oleh penempatan dana jangka panjang pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan instrumen saham guna memitigasi fluktuasi pasar.

  • Baca juga: Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo memaparkan, sepanjang periode Januari–Maret 2026, industri mencatatkan total pendapatan keseluruhan mencapai Rp47,63 triliun. Dari jumlah tersebut, perolehan pendapatan premi unweighted tercatat stabil di level Rp47,27 triliun.

BERITA TERKAIT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sasar Generasi Sandwich, AXA Financial Luncurkan Produk Proteksi hingga Usia 100 Tahun

Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life

“Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa sekaligus kepercayaan yang tetap kuat terhadap industri,” ujar Albertus di Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).

Premi Bisnis Baru Naik, Produk Tradisional Dominan

Dari sisi penetrasinya, pendapatan premi bisnis baru mengalir positif dengan pertumbuhan 5,0% YoY menjadi Rp27,90 triliun. Kinerja ini berbanding lurus dengan perluasan basis pasar, di mana jumlah tertanggung melonjak signifikan sebesar 20,9% YoY menjadi 118,28 juta orang.

Jika dibedah per segmen, produk asuransi jiwa tradisional masih menjadi mesin pertumbuhan utama dengan sumbangan premi senilai Rp30,10 triliun. Hal ini menandakan nasabah cenderung memprioritaskan proteksi dasar (basic protection) dalam perencanaan keuangannya, meskipun produk berbalut investasi (unit link) tetap mempertahankan pangsa pasar yang substansial.

Berdasarkan kanal distribusinya, bancassurance atau kemitraan dengan perbankan masih memimpin perolehan premi terbesar senilai Rp18,54 triliun. Disusul oleh kanal distribusi alternatif sebesar Rp14,44 triliun, serta kanal keagenan yang tumbuh 1,2% YoY menjadi Rp14,29 triliun.

  • Baca juga: Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Tren Klaim: Manfaat Akhir Kontrak Melonjak 112%

Di sisi pemenuhan kewajiban, industri asuransi jiwa telah menggelontorkan pembayaran klaim dan manfaat senilai Rp38,73 triliun, atau tumbuh 1,5% YoY.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Wianto Chen mengungkapkan adanya anomali positif pada perilaku pemegang polis. Klaim penebusan polis (surrender) tercatat menyusut drastis sebesar 30,4% YoY menjadi Rp13,37 triliun, yang mengindikasikan tingginya kesadaran nasabah untuk mempertahankan proteksi jangka panjang.

Sebaliknya, pos klaim akhir kontrak (maturity) justru melonjak tajam hingga 112,0% YoY menjadi Rp10,45 triliun karena banyaknya polis yang telah mencapai masa akhir perlindungan. Untuk pos proteksi kesehatan (health insurance), pembayaran klaim merangkak naik 15,3% YoY menjadi Rp6,72 triliun, sementara klaim meninggal dunia tercatat sebesar Rp2,83 triliun.

Adaptasi Regulasi POJK 36/2025 dan Spin-Off

Menghadapi sisa tahun buku 2026, AAJI tengah mengawal sejumlah transformasi strategis, salah satunya tata kelola asuransi kesehatan yang wajib tunduk pada Peraturan OJK (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 demi menciptakan ekosistem biaya medis yang transparan.

Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri & Internasional AAJI Handojo G. Kusuma menambahkan, pelaku industri saat ini juga fokus mempersiapkan peta jalan pemisahan (spin-off) unit usaha syariah serta pemenuhan pengetatan modal inti minimum yang dicanangkan regulator.

  • Baca juga: Sasar Generasi Sandwich, AXA Financial Luncurkan Produk Proteksi hingga Usia 100 Tahun

Guna mendukung profesionalisme pemasar, asosiasi mengandalkan penguatan kompetensi terpadu lewat AAJI Industry University serta sertifikasi agen melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) AAJI. Sebagai apresiasi kinerja kanal distribusi, ajang Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 siap digelar tahun ini. ***

Tags: #Asuransi JiwaaajiAset Perusahaan AsuransiAsuransi Jiwa TradisionalKlaim Kesehatan AsuransiPendapatan AAJI Kuartal I 2026Pertumbuhan Jumlah TertanggungPOJK 36/2025Premi Industri Asuransi Jiwa
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Dorong Ekonomi Desa 

Selanjutnya

Pendapatan Premi Prudential Indonesia Naik Rp21,1 Triliun, Produk Tradisional Melesat 16%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Laba Bersih IFG Life Melonjak 162,9% Jadi Rp 482,12 Miliar di 2025, RBC Terjaga 180,16%

Laba Bersih IFG Life Melonjak 162,9% Jadi Rp 482,12 Miliar di 2025, RBC Terjaga 180,16%

oleh Stella Gracia
13 Agustus 2026 - 17:13

IFG Life bukukan laba bersih Rp 482,12 miliar di 2025 (naik 162,9%). Pendapatan jasa asuransi capai Rp 6,56 triliun &...

Jamin Pembiayaan Rp157,3 Triliun untuk 2,28 Juta UMKM, Kinerja Jamkrindo Melesat di Semester I/2026

Jamin Pembiayaan Rp157,3 Triliun untuk 2,28 Juta UMKM, Kinerja Jamkrindo Melesat di Semester I/2026

oleh Sandy Romualdus
7 Agustus 2026 - 18:07

Jamkrindo raih laba sebelum pajak Rp743,23 miliar di Semester I/2026, melonjak 34,7% YoY. Volume penjaminan tembus Rp157,3 triliun untuk 2,28...

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

Sabet Empat Penghargaan hingga Juli 2026, BRI Life Perkuat Transformasi Digital dan GCG

oleh Sandy Romualdus
3 Agustus 2026 - 15:14

BRI Life borong empat penghargaan nasional dan internasional hingga Juli 2026, termasuk Insurance Asia Awards 2026 di Singapura. Stabilitas.id -...

Satu Dekade Beruntun, Tugu Insurance (TUGU) Pertahankan Rating Internasional ‘A- Excellent’

Laba Bersih Tugu Insurance (TUGU) Melesat 76,87% Jadi Rp 480,29 Miliar di H1 2026

oleh Sandy Romualdus
3 Agustus 2026 - 15:09

Laba bersih Tugu Insurance (TUGU) melesat 76,87% YoY menjadi Rp 480,29 miliar pada Semester I 2026. Hasil jasa asuransi melonjak...

Melampaui 328% Target, Askrindo Meraup Laba Bersih Rp 1,69 Triliun pada 2025

Melampaui 328% Target, Askrindo Meraup Laba Bersih Rp 1,69 Triliun pada 2025

oleh Sandy Romualdus
3 Agustus 2026 - 15:05

Askrindo (IFG) membukukan laba bersih konsolidasi Rp 1,69 triliun pada 2025, melampaui 328% dari target. Total aset tembus Rp 31...

Kelola Proyek Sampah Rp86 Triliun, Denera Bidik IPO pada 2028

Pangkas 12 Entitas Asuransi BUMN, Danantara dan IFG Soroti Bahaya Misinvestment

oleh Stella Gracia
24 Juli 2026 - 17:09

Danantara dan IFG pangkas 12 entitas asuransi & penjaminan BUMN. COO Danantara Dony Oskaria soroti ancaman misinvestment dan portofolio properti....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

Kantongi Green Label dan Sertifikat SNI, Semen Gresik Kian Kokoh di Pasar Semen

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Gelar Pameran Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Sabet Rekor MURI

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Pendapatan Premi Prudential Indonesia Naik Rp21,1 Triliun, Produk Tradisional Melesat 16%

Pendapatan Premi Prudential Indonesia Naik Rp21,1 Triliun, Produk Tradisional Melesat 16%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance