Stabilitas.id – Penyaluran kredit baru perbankan pada triwulan I 2026 terpantau tetap tumbuh, meski secara nominal lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2025. Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia yang dirilis 23 April 2026 mengindikasikan bahwa pertumbuhan tersebut masih sejalan dengan pola historis tahunan, di mana kredit konsumsi menjadi motor utama penggerak pasar.
Berdasarkan laporan tersebut, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 38,74%.
Di tengah tren pertumbuhan tersebut, perbankan menunjukkan sikap yang lebih konservatif dalam menyalurkan pembiayaan. Hal ini tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) yang tercatat positif sebesar 0,15, mengindikasikan kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati dibandingkan periode sebelumnya. Pengetatan ini terutama diterapkan pada aspek jangka waktu kredit dan persyaratan administrasi.
BERITA TERKAIT
Proyeksi Triwulan II 2026
Memasuki triwulan II 2026, optimisme perbankan diprediksi akan meningkat. Survei mengindikasikan penyaluran kredit baru diprakirakan akan mengalami akselerasi dengan SBT yang melonjak menjadi 96,65%. Selain itu, standar penyaluran kredit diperkirakan akan melonggar dengan ILS negatif sebesar 2,88.
Secara keseluruhan, responden memproyeksikan outstanding kredit hingga akhir tahun 2026 akan terus tumbuh. Tren positif ini ditopang oleh ekspektasi kondisi ekonomi dan moneter yang tetap stabil, serta pengelolaan risiko kredit yang dinilai masih terjaga dalam batas aman. ***
















