Stabilitas.id – Peringatan Hari Kartini pada 21 April dijadikan momentum oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender, baik di lingkungan internal perusahaan maupun melalui pemberdayaan masyarakat. BRI meyakini bahwa kesetaraan bukan sekadar isu keadilan, melainkan elemen kunci dalam mendorong kinerja organisasi yang lebih baik dan inklusif.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa saat ini BRI memiliki komposisi tenaga kerja yang seimbang dengan jumlah pekerja perempuan mencapai 36 ribu orang, atau setara dengan 43% dari total 86 ribu pekerja.
“Kehadiran perempuan dalam jajaran kepemimpinan memberikan perspektif yang lebih luas pada proses pengambilan keputusan organisasi. Hal ini sekaligus memperkuat upaya perusahaan dalam menciptakan budaya kerja yang lebih beragam dan inklusif,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026).
Pengembangan Kepemimpinan dan Inklusivitas
Tidak sekadar berfokus pada jumlah karyawan, BRI juga memastikan adanya akses yang setara untuk jenjang karier. Tercatat, sebanyak 25,63% pekerja perempuan di BRI saat ini telah menempati posisi manajerial, mulai dari level manajer junior hingga manajemen tingkat atas.
Untuk terus memupuk talenta tersebut, BRI menghadirkan program BRILiaN Women Leaders Indonesia (BWLI). Program ini dirancang khusus sebagai wadah pengembangan kepemimpinan intensif, pembangunan jejaring profesional, serta peningkatan employee branding bagi perempuan agar mampu menjadi pemimpin masa depan, baik di dalam maupun di luar perusahaan.
Selain isu gender, BRI juga menunjukkan komitmen inklusivitas melalui penyediaan akses kerja bagi penyandang disabilitas. Hery menegaskan bahwa perusahaan terus membuka akses kesempatan kerja yang adil bagi semua pihak, termasuk perempuan penyandang disabilitas, guna mencapai kemandirian ekonomi.
Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan
Komitmen kesetaraan BRI tidak berhenti di lingkungan internal. Perseroan memperluas semangat tersebut melalui pemberdayaan perempuan dalam ekosistem ekonomi kerakyatan, khususnya melalui Holding Ultra Mikro yang diinisiasi bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.
Hingga saat ini, ekosistem Ultra Mikro BRI telah menjangkau sekitar 23 juta nasabah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas dari nasabah tersebut adalah perempuan pelaku usaha mikro.
BRI menerapkan pendekatan holistik dalam pemberdayaan ini dengan memberikan akses pembiayaan yang disertai pendampingan usaha, literasi keuangan, serta akses layanan keuangan terintegrasi. Hal ini bertujuan agar para perempuan pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas bisnis mereka, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan pada akhirnya naik kelas secara ekonomi.
“BRI berupaya memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi lebih luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Hery.***















