Stabilitas.id – Sektor farmasi diprediksi tetap menjadi primadona bagi para investor di pasar modal sepanjang tahun 2026. Meskipun dihadapkan pada tantangan global, besarnya populasi domestik yang mencapai 270 juta jiwa serta pasar dunia sebanyak 8 miliar orang menjadi katalis positif bagi pertumbuhan emiten di sektor kesehatan.
Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Utama Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM), Haryajid Ramelan, menilai pemenuhan kebutuhan obat di dalam negeri memiliki potensi luar biasa, terutama jika ditambah dengan ekspansi ke wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Afrika dan Timur Tengah.
“Sektor ini memiliki pertumbuhan yang sangat stabil dengan permintaan yang kuat. Perlu terobosan untuk ekspansi ke negara-negara berkembang maupun maju. Menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan blockchain akan semakin menumbuhkan sektor farmasi ke depan,” ujar Haryajid di Jakarta (22/1/2024).
BERITA TERKAIT
Dari kacamata investasi, Haryajid menekankan bahwa emiten farmasi merupakan pilihan menarik untuk portofolio jangka panjang (long-term). Karakteristik industrinya yang defensif namun progresif membuat saham-saham di sektor ini menjanjikan dividen yang stabil bagi para pemegang saham.
“Farmasi masih sangat menjanjikan untuk disimpan jangka panjang. Potensinya tinggi, sehingga wajar jika banyak investor melirik untuk mengoleksi,” imbuhnya.
Strategi Kemitraan Phapros (PEHA)
Secara terpisah, PT Phapros Tbk. (PEHA), bagian dari Holding BUMN Farmasi, telah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat posisi pasar di tahun ini. Direktur Utama Phapros, David Sidjabat, mengungkapkan perusahaan akan fokus pada kemitraan dengan akademisi dan lembaga penelitian untuk menciptakan alat kesehatan (alkes) serta obat-obatan inovatif.
“Kami sudah menggandeng beberapa universitas untuk mengembangkan produk inovatif dan innovative dosage form secara internal. Sediaan produk Phapros akan semakin beragam, dan rencana ekspor 2026 tetap berjalan sesuai jadwal,” jelas David.
Emiten yang dikenal melalui produk legendaris Antimo ini juga merupakan bagian dari jajaran saham syariah. Manajemen PEHA optimistis pertumbuhan tahun ini akan tetap positif, didukung oleh kinerja kuartal pertama yang solid.
“Di kuartal pertama ini kami terus memberikan kinerja terbaik yang nantinya dapat dinikmati oleh para investor,” pungkas David. Dengan fundamental yang kuat dan status sebagai emiten syariah, pergerakan harga saham PEHA dalam jangka panjang dinilai tetap menarik bagi investor ritel maupun institusi. ***

















