JAKARTA, Stabilitas.id – Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) menjadi sebesar 50 bps menjadi 5,25% merupakan keputusan yang tepat, brililian, serta forward looking atau antisipatif. Kenaikan tersebut disertai dengan landing dan Deposit Facility yang juga naik dengan persantase yang sama (50 bps).
Hal tersebut diungkapkan oleh Ekonom, Co-Founder, dan Dewan Pakar Institute of Social Economics and Digital/ISED, Ryan Kiryanto, dalam keterangan resminya, pada Jumat (18/11/22).
“Hasil keputusan tersebut pada dasarnya mengacu pada tujuan BI untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi sesuai jangkar BI (2-4%) lebih cepat tercapai pada paruh pertama tahun 2023 nanti,” ungkap Ryan.
BERITA TERKAIT
Menurutnya, ekspetasi inflasi sepanjang 2022 sebesar 5%, serta stance kebijakan moneter di AS dan Uni Eropa dan Inggris yang diperketat untuk mengendalikan inflasi menuju sasaran yang 2%, maka kenaikan BI7DRRR sebesar 50 bps merupakan opsi keputusan yang tepat.
Disisi lain, Ryan menambahkan, terdapat faktor eksternal yang menjadi faktor tambahan, yaitu perkiraan kenaikan suku bunga oleh The Fed (FFR) sebesar 75 bps pada pertemuan FOMC.
“Desember nanti menjadi 4,75%-5,0% untuk mengerem laju inflasi yang tinggi. Dengan ini ruang BI untuk menahan BI rate tampaknya tipis, maka pertimbangan domestic dan eksternak, RDG BI yang menaikkan BI rate 50 bps merupakan keputusan tepat dan timely,” lanjut Ryan.
Pada bulan November, dorongan inflasi dipicu oleh peningkatan konsumsi kelompok transportasi dan makanan minuman, dimana efek lanjutan kenaikan BBM pada kenaikan tarif angkutan umum dan harga barang barang kebutuhan pokok masih ada meskipun dengan tekanan yang berkurang.
Menurut Ryan, BI akan selalu memantau perkembangan pasar dan perekonomian global dan domestic memberikan garansi bahwa bank sentral selalu ada dipasar dan kebijakan ahead the curve (antisipatif fan preemptive) sehingga teao mampu menjaga kepercayaan pasar.
“Dengan upaya mencapai target inflasi 2-4% ditahun ini, opsi menaikkan BI rate kali ini sudah tepat dari segi timing dan besaran kenaikannya. Hal tersebut juga mencerminkan sikap BI yang ahead the curve atau forward looking menyikapi dinamika internak dan eksternal,” tutup Ryan.***





.jpg)










